Latest Entries »

Bukti selama 2005-2006 dari tiga uji coba besar secara acak dilakukan di Afrika Selatan, Kenya dan Uganda, menunjukkan bahwa sunat laki-laki dewasa pilihan mengurangi risiko dari penularan HIV sebesar 50% sampai 60% selama jangka pendek.

Dalam semua studi ini, orang-orang tertarik pada sunat secara acak untuk menjalani prosedur segera atau setelah masa tunggu. Semua peserta juga menerima konseling HIV rutin untuk pencegahan dan kondom gratis.

US National Institutes of Health, yang mensponsori pengadilan di Kisumu, Kenya, Rakai dan Uganda, menghentikan studi pada Desember 2006 setelah analisis sementara pada 24 minggu menunjukkan bahwa sunat mengurangi risiko infeksi HIV lebih dari setengahnya.

Pada CROI tahun ini Xiangrong Kong dari Johns Hopkins University’s Bloomberg School of Public Health mempresentasikan temuan tindak lanjut yang diperpanjang dari percobaan Rakai.

Penelitian ini mendaftarkan 4.996 laki-laki HIV negatif berusia 15 hingga 49 tahun. Setelah studi dihentikan, laki-laki dalam kelompok kontrol ditawarkan sunat juga, dan peserta pada kedua kelompok sunat langsung dan tertunda menerima pengawasan pasca studi yang sedang berlangsung hingga 5 tahun.

Hasil

  • Lebih dari lima tahun masa tindak lanjut, sekitar 80% pria pada kelompok kontrol awal memilih untuk menjalani sunat.
  • Setelah hampir lima tahun pengawasan, tingkat insiden adalah 0,50 per 100 orang-tahun di antara semua pria yang disunat versus 1,93 per 100 orang-tahun antara laki-laki yang tidak disunat, pengurangan 73%.
  • Analisis dibatasi pada peserta kelompok kontrol asli yang disunat setelah tahap uji coba secara acak menunjukkan pengurangan risiko sebesar 67%.
  • Pria pada kelompok kontrol asli yang memilih untuk disunat serupa dengan mereka yang menolak berkaitan dengan umur, pendidikan, status perkawinan, jumlah pasangan seks, penggunaan kondom, dan penggunaan alkohol dengan seks.
  • Secara keseluruhan, selama masa tindak lanjut pasca studi, kedua kelompok melaporkan:
    • Tidak ada perubahan dalam jumlah pasangan seks yang tidak menikah;
    • 10% penurunan penggunaan alkohol dengan seks;
    • 6% penurunan penggunaan kondom;
    • 4% pengurangan penggunaan kondom secara konsisten.
  • Namun, perubahan perilaku risiko ini tidak berbeda secara signifikan antara laki-laki yang disunat dan tidak disunat.

Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyimpulkan, “Keefektivitasan sunat laki-laki setelah percobaan serupa dengan keefektivitasan sunat untuk pencegahan HIV selama percobaan acak.”

“Penerimaan sunat laki-laki setelah studi adalah tinggi di antara kelompok kontrol, dengan tidak ada bukti seleksi diri,” mereka melanjutkan. “Namun, penggunaan kondom menurun dalam kelompok kontrol yang memilih untuk dan menurunkan sunat laki-laki. Perubahan ini serupa antara kelompok dan tidak ada bukti dari risiko kompensasi yang terkait dengan sunat.”

ibu menyusui 2

Saluran ASI bisa tersumbat jika saluran susu tidak mengalami pengosongan dengan baik, misalnya akibat posisi menyusui tidak bervariasi, Anda sibuk atau stres sehingga bayi tidak disusui dengan teratur, bayi tidur sepanjang malam sehingga melewati waktu menyusu, BH terlalu ketat atau alat bantu gendong bayi menekan payudara.

Bila saluran ASI tersumbat, timbul gejala sakit, bengkak, bagian payudara mengeras dan kulit payudara memerah. Penyumbatan yang tidak ditanggulangi bisa mencetus radang payudara atau mastitis.

Solusi:

1. Terus menyusui dan susui bayi terlebih dulu di payudara yang saluran ASI-nya tersumbat, karena saat lapar ia akan mengisap dengan kuat.
2. Lakukan pijatan untuk melonggarkan sumbatan yang terjadi (lihat boks).
3. Hindari memakai BH ketat atau berkawat.
4. Terkadang saluran ASI yang tersumbat dihubungkan dengan adanya bisul kecil di ujung puting susu. Konsultasikan ke dokter.
5. Bila saluran ASI tetap tersumbat hingga 48 jam, ke dokter.

Saluran ASI yang tersumbat bisa diatasi dengan memijat payudara. Sebelum memijat pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Lakukan secara perlahan-lahan.

1. Awali pijatan dari pangkal payudara – letaknya paling dekat dengan dinding dada Anda. Tekan bagian itu dengan bawah telapak tangan Anda – dalam posisi ini telapak tangan akan berada di posisi tegak lurus dari payudara
2. Tahan sebentar hingga rasa sakit reda. Lalu, tingkatkan tekanan pada bagian yang sakit itu tanpa memindahkan telapak tangan hingga rasa sakitnya reda.
3. Ulangi terus gerakan dan secara bertahap, tingkatkan tekanan pada bagian yang sakit hingga akhirnya Anda dapat menekan bagian tersebut sekuat tenaga tanpa merasa sakit.
4. Lalu, angkat telapak tangan dan letakkan 1-2 cm di bawah bagian yang sakit, ke arah puting susu. Ulangi gerakan memijat seperti di atas.
5. Pindahkan kembali telapak tangan ke bawahnya lagi, hingga akhirnya berada di puting susu.(ayahbunda)

Photobucket

Bagi Ibu yang sedang menyusui lebih baik hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, karena makanan tertentu bisa mempengaruhi ASI dan menyebabkan alergi pada anak. Untuk itu ketahui makanan apa saja yang sering menyebabkan alergi dari ASI.

“Makanan yang dimakan ibu menyusui akan masuk ke peredaran darah dan bisa bikin alergi pada bayi,” ujar Dr dr Zakiudin Munasir, SpA(K) dari divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam acara media edukasi ‘Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak’ di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (27/4/2011).

Dr Zakiudin menuturkan ada beberapa makanan tertentu yang sering menyebabkan alergi pada anak dari ASI yaitu:

1. Susu sapi
2. Kacang tanah
3. Telur
4. Makanan laut (seafood)

Jika muncul gejala alergi pada anak seperti ruam merah, sering batuk pilek, diare atau gejala lainnya maka cari tahu makanan apa yang dikonsumsi oleh sang ibu yang bisa memicu alergi.

“Misalnya merah-merah di pipi bayi sering dibilang akibat ketumpahan ASI, padahal itu harus dicurigai. Karena kalau akibat ketumpahan ASI kenapa tidak muncul di bibir dan mulutnya,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi (Peralmuni) cabang Jakarta Raya.

Pilek yang muncul akibat alergi umumnya berbeda dengan pilek biasa. Jika pilek akibat alergi maka cairan yang keluar cenderung cair, sedangkan kalau infeksi disertai dengan demam dan lendirnya kental kadang berwarna hijau.

“Sedangkan untuk ibu hamil tidak perlu pantang dan bebas mengonsumsi makanan apa saja yang bergizi, yang tidak boleh adalah kontak dengan asap rokok,” ungkap Dr Zakiudin.

Alergi terjadi ketika antibodi tubuh menangkap suatu zat (bisa makanan, debu, obat dan sebagainya) yang dianggap sebagai benda asing, kondisi ini memicu sel mast (sel yang berperan terhadap reaksi alergi) pecah dan mengeluarkan zat yang menyebabkan munculnya gejala alergi.

Dr Zaikudin menuturkan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi yaitu:

1. Ketahui dari faktor genetiknya, karena salah satu hal yang meningkatkan kejadian alergi adalah akibat genetik.
2. Menghindari pencetus alergi, misalnya bayi yang baru lahir jangan diberikan susu sapi atau probiotik, tapi berikanlah ASI.
3. Membuat infeksi yang tidak sakit yaitu melalui imunisasi vaksin hidup. Hal ini karena makin tinggi infeksi maka alerginya makin rendah.
4. Menciptakan lingkungan yang tidak memicu alergi misalnya menghindari penggunan karpet yang berlebihan. (detik)

5 Jenis Makanan Bagi Ibu Menyusui

Menyusui memang merupakan salah satu hal penting yang baik untuk tumbuh kembang anak, untuk itu, sebagai ibu, anda juga perlu untuk mengetahui makanan manakah yang sebaiknya anda konsumsi saat menyusui.

Untuk mempertahankan pasokan air susu ibu yang cukup dan membantu bayi tumbuh dengan baik, Anda perlu mengonsumsi variasi makanan. Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan adalah makanan sehat yang mengandung vitamin dan mineral penting bagi pertumbuhan bayi.

Menyantap makanan sehat saat menyusui juga meningkatkan energi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh tak hanya untuk sang ibu, tapi juga bayi. Seperti dikutip dari laman ModernMom, berikut makanan sehat yang bisa meningkatkan pasokan ASI:

Sayur-sayuran
Sayuran adalah sumber besar vitamin dan mineral. Sayuran adalah sumber utama dari besi, serat, folat, beta-karoten, vitamin C, likopen, flavonoid dan beta-glukan. Mengonsumsi makanan kaya zat besi membantu mempertahankan tingkat energi Anda dan dapat mencegah anemia.

Folat atau asam folat sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran mentah coba bayam, selada, tomat, ketimun dan jamur. Jika Anda memilih sayuran yang dimasak, coba kacang polong, jagung, dan kale. Anda harus makan 3-5 porsi sayuran setiap hari.

Buah-buahan
Buah bisa menjadi camilan sehat untuk ibu menyusui. Buah yang sehat adalah buah segar yang bisa dikonsumsi sebagai makanan ringan atau selingan sebelum dan sesudah makan berat. Banyak buah mengandung vitamin A, B, K dan C.

Vitamin C diperlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh untuk Anda dan bayi. Hal ini juga membantu tubuh menyerap zat besi. Blackberry, blueberry, boysenberries dan stroberi mengandung antioksidan dan serat dalam jumlah tinggi. Buah dapat dimakan dalam keadaan alami, beku atau dijus. Anda perlu makan 3-5 porsi buah setiap hari.

Gandum
Seluruh butir gandum utuh mengandung gizi berlimpah. Seluruh butir gandum sehat adalah sumber vitamin B dan E, selenium, kalium, folat, protein dan zat besi. Seluruh butir utuh gandum lebih sehat daripada butiran halus karena mengandung nutrisi paling banyak dan serat alami, sementara butiran halus gizinya bisa hilang saat proses penggilingan. Gamdum utuh bisa diperoleh dari oatmeal, roti gandum, quinoa, bulgar, beras merah, dan barley.

Kacang-kacangan

Kacang mengandung protein yang baik. Kacang mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak yang baik dan sehat untuk diet. Protein penting karena menghasilkan dan memperbaiki sel-sel penting dalam tubuh.

Kacang-kacangan juga mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium dan fosfor. Kalsium yang cukup diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi yang kuat. Kacang Sehat untuk camilan termasuk kenari, kacang pinus, kemiri, hazelnut, kacang Brasil dan pistachio.

Ikan
Makanan ini tinggi asam lemak omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, menurut Environmental Protection Agency (EPA), AS, ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi ikan hiu, ikan todak, makarel Raja, atau ikan ubin karena tingkat tinggi merkuri. Ikan lain umumnya aman dikonsumsi sampai 12 ons seminggu . Ikan yang mengandung rendah-merkuri termasuk, salmon dan ikan patin.

Lengkuas atau bahasa latinnya (Alpinna Galanga, Lin) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang hidup di dataran tinggi dan rendah, tanaman herbal ini menyerupai jahe ini tergolong famili rhizoma. Tak hanya sedap sebagai bumbu dapur, khususnya pada masakan Asia, lengkuas juga memiliki khasiat kesehatan.

1. Lengkuas mengandung zat antiinflamasi sehingga bermanfaat sebagai bahan pengobatan arthritis dan rheumatoid arthritis
2. Lengkuas juga membantu memulihkan rasa tak nyaman akibat peradangan di perut maupun bisul
3. Untuk meredakan mabuk laut atau dalam perjalanan darat, kunyah beberapa iris lengkuas
4. Lengkuas juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu meminimalisasi kerusakan tubuh akibat paparan racun dan radikal bebas
5. Untuk memperlancar aliran darah, tambahkan lengkuas ke dalam menu masakan sehari-hari
6. Bila mengalami diare, kunyah juga beberapa iris lengkuas untuk meredakannya
7. Selain kaya akan zat besi, soduim, serta vitamin A dan C, lengkuas juga kaya akan flavanoid dan fitonutrien

Patofisiologi
CHF terjadi karena interaksi kompleks antara faktor-faktor yang memengaruhi kontraktilitas, after load, preload, atau fungsi lusitropik (fungsi relaksasi) jantung, dan respons neurohormonal dan hemodinamik yang diperlukan untuk menciptakan kompensasi sirkulasi. Meskipun konsekuensi hemodinamik gagal jantung berespons terhadap intervensi farmakologis standar, terdapat interaksi neurohormonal kritis yang efek gabungannya memperberat dan memperlama sindrom yang ada.

Sistem reniniangiotensinfaldosteron (RAA): Selain untuk meningkatkan tahanan perifer dan volume darah sirkulasi, angiotensin dan aldosteron berimplikasi pada perubahan struktural miokardium yang terlihat pada cedera iskemik dan kardiomiopati hipertropik hipertensif. Perubahan ini meliputi remodeling miokard dan kematian sarkomer, kehilangan matriks kolagen normal, dan fibrosis interstisial. Terjadinya miosit dan sarkomer yang tidak dapat mentransmisikan kekuatannya, dilatasi jantung, dan pembentukan jaringan parut dengan kehilangan komplians miokard normal turut memberikan gambaran hemodinamik dan simtomatik pada CHF.

Sistem saraf simpatis (SNS): Epinefrin dan norepinefrin menyebabkan peningkatan tahanan perifer dengan peningkatan kerja jantung, takikardia, peningkatan konsumsi oksigen oleh miokardium, dan peningkatan risiko aritmia. Katekolamin juga turut menyebabkan remodeling ventrikel melalui toksisitas langsung terhadap miosit, induksi apoptosis miosit, dan peningkatan respons autoimun.

Vasodilator endogen, seperti endotelin dan oksida nitrat, peptida jantung, dan peptida natriuretik: Perannya dalam CHF sedang diselidiki dan intervensinya sedang diuji.

- Sitokin imun dan inflamasi: Faktor nekrosis tumor alfa (TNFa) dan interleukin 6 (IL-6) menyebabkan remodeling ventrikel dengan apoptosis miosit, dilatasi ventrikel, dan penurunan kontraktilitas. Lebih lanjut, mereka juga berperan dalam efek sistemik seperti penurunan berat badan dan kelemahan yang terlihat pada CHF brat (kakheksia jantung).
• Kejadian etiologi awal memengaruhi respons awal miokardium, tetapi seiring dengan perkembangan sindrom, mekanisme umum mulai muncul sehingga pasien CHF lanjut memperlihatkan gejala dan respons yang sama terhadap intervensi farmakologis yang sama apapun penyebab awal CHF-nya.
• Meskipun banyak pasien mengalami disfungsi ventrikel kiri sistolik dan diastolik, kategori ini sebaiknya dianggap sebagai hal yang berbeda untuk dapat memahami efeknya terhadap homeostasis sirkulasi dan responsnya terhadap berbagai intervensi.

Disfungsi ventrikel kiri sistolik
1) Penurunan curah jantung akibat penurunan kontraktilitas, peningkatan afterload, atau peningkatan preload yang mengakibatkan penurunan fraksi ejeksi dan peningkatan volume akhir diastolik ventrikel kiri (LVEDV). Ini meningkatkan tekanan akhir diastolik pada ventrikel kiri (I-VEDP) dan menyebabkan kongesti vena pulmonal dan edema paru.

2) Penurunan kontraktilitas (inotropi) terjadi akibat fungsi miokard yang tidak adekuat atau tidak terkoordinasi schingga ventrikel kiri tidak dapat melakukan ejeksi lebih dari 60% dari volume akhir diastoliknya (LVEDV). lni menyebabkan peningkatan bertahap LVEDV (juga dinamakan preload) mengakibatkan peningkatan LVEDP dan kongesti vena pulmonalis. Penyebab penurunan kontraktilitas yang tersering adalah penyakit jantung iskemik, yang tidak hanya mengakibatkan nekrosis jaringan miokard sesungguhnya, tetapi juga menyebabkan remodeling ventrikel iskemik. Remodeling iskemik adalah sebuah proses yang sebagian dimediasi oleh angiotensin II (ANG II) yang menyebabkan jaringan parut dan disfungsi sarkomer di jantung sekitar daerah cedera iskemik. Aritmia jantung dan kardiomiopati primer seperti yang disebabkan olch alkohol, infeksi, hemakromatosis, hipertiroidisme, toksisitas obat dan amiloidosis juga menyebabkan penurunan kontraktilitas. Penurunan curah jantung mengakibatkan kekurangan perfusi pada sirkulasi sistemik dan aktivasi sistem saraf simpatis dan sistem RAA, menyebabkan peningkatan tahanan perifer dan peningkatan afterload.

3) Peningkatan afterload berarti terdapat peningkatan tahanan terhadap ejeksi LV. Biasanya disebabkan oleh peningkatan tahanan vaskular perifer yang umum terlihat pada hipertensi. Bisa juga diakibatkan oleh stenosis katup aorta. Ventrikel kiri berespon terhadap peningkatan beban kerja ini dengan hipertrofi miokard, suatu respons yang meningkatkan massa otot ventrikel kiri tetapi pada saat yang sama meningkatkan kebutuhan perfusi koroner pada ventrikel kiri. Suatu keadaan kelaparan energi tercipta sehingga berpadu dengan ANG II dan respons neuroendokrin lain, menyebabkan perubahan buruk dalam miosit seperti semakin sedikitnya mitokondria untuk produksi energi, perubahan ekspresi gen dengan produksi protein kontraktil yang abnormal (aktin, miosin, dan tropomiosin), fibrosis interstisial, dan penurunan daya tahan hidup miosit. Dengan berjalannya waktu, kontraktilitas mulai menurun dengan penurunan curah jantung dan fraksi ejeksi, peningkatan LVEDV, dan kongesti paru.

4) Peningkatan preload berarti peningkatan LVEDV, yang dapat disebabkan langsung oleh kelebihan volume intravaskular sama seperti yang terlihat pada infus cairan intra vena atau gagal ginjal. Selain itu, penurunan fraksi ejeksi yang disebabkan oleh perubahan kontraktilitas atau afterload menyebabkan peningkatan LVEDV sehingga meningkatkan preload. Pada saat LVEDV meningkat, ia akan meregangkan jantung, menjadikansarkomer berada pada posisi mekanis yang tidak menguntungkan sehingga terjadi penurunan kontraktilitas. Penurunan kontraktilitas ini, yang menyebabkan penurunan fraksi ejeksi, menyebabkan peningkatan LVEDV yang lebih lanjut, sehingga menciptakan lingkaran setan perburukan gagal jantung.

5) Jadi, pasien dapat memasuki lingkaran penurunan kontraktilitas, peningkatanafterload, dan peningkatan preload akibat berbagai macam alasan (mis., infark miokard [MI], hipertensi, kelebihan cairan) dan kemudian akhimya mengalami semua keadaan hemodinamik dan neuro-hormonal CHF sebagai sebuah mekanisme yang menuju mekanisme lainnya.

Disfungsi ventrikel kiri diastolik
1) Penyebab dari 90% kasus
2) Didefinisikan sebagai kondisi dengan temuan klasik gagal kongestif dengan fungsi diastolik abnormal tetapi fungsi sistolik normal; disfungsi diastolik mumi akan dicirikan dengan tahanan terhadap pengisian ventrikel dengan peningkatan LVEDP tanpa peningkatan LVEDV atau penurunan curah jantung.
3) Tahanan terhadap pengisian ventrikel kiri terjadi akibat relaksasi abnormal (lusitropik) ventrikel kiri dan dapat disebabkan oleh setiap kondisi yang membuat kaku miokard ventrikel seperti penyakit jantung iskemik yang menyebabkan jaringan parut, hipertensi yang mengakibatkan kardiomiopati hipertrofi, kardiomiopati restriktif, penyakit katup atau penyakit perikardium.
4) Peningkatan denyut jantung menyebabkan waktu pengisian diastolik menjadi berkurang dan memperberat gejala disfungsi diastolik. Oleh karena itu, intoleransi terhadap olahraga sudah menjadi umum.
5) Karena penanganan biasanya memerlukan perubahan komplians miokard yang sesungguhnya, efektivitas obat yang kini tersedia masih sangat terbatas. Penatalaksanaan terkini paling berhasil dengan penyekat beta yang meningkatkan fungsi lusitropik, menurunkan denyut jantung, dan mengatasi gejala. Inhibitor ACE dapat membantu memperbaiki hipertrofi dan membantu perubahan struktural di tingkat jaringan pada pasien dengan remodeling iskemik atau hipertensi.

Daftar Pustaka
Aplikasi Klinis Patofisiologi

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah suatu kelainan disebabkan oleh penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Bilamana penyempitan ini menjadi parah maka dapat terjadi serangan jantung. Adapun penyempitan pembuluh arteri ke otak dapat menimbulkan stroke. Otot jantung diberi oksigen dan nutrisi yang diangkut oleh darah melalui arteri-arteri koroner utama yang bercabang menjadi sebuah jaringan pembuluh lebih kecil yang efisien. Sedangkan arteri ke otak yang mengangkut substansi yang sama.

Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Untuk itu otot jantung memerlukan oksigen dan nutrisi yang cukup. Oksigen dan nutrisi diangkut oleh darah melalui pembuluh darah khusus yang disebut arteri koroner. Persoalan akan timbul bila oleh sesuatu sebab terdapat halangan atau kelainan di arteri koroner, sehingga tidak cukup suplai darah, yang berarti juga kurangnya suplai oksigen dan nutrisi untuk menggerakkan jantung secara normal. Keadaan di atas dikenal sebagai penyakit jantung koroner (PJK). Apabila aliran darah terhalang di arteri yang menuju ke otak, akan terjadi stroke. Dengan tubuh semakin tua dan memburuk oleh bermacam-macam faktor risiko seperti te kanan darah tinggi, merokok, kadar kolesterol darah yang abnormal—pembuluh menjadi usang, dan pembuluh arteri menjadi sempit, kaku, tidak elastis dan tersumbat, persis seperti karatan pada korosi pipa air. Inilah yang menyebabkan PJK.

Sebab-sebab Terhalang atau Tersumbatnya Aliran Darah di Arteri Koroner
Terhalang atau tersumbatnya pembuluh arteri dapat disebabkan oleh pengendapan kalsium, kolesterol lemak dan lain- lain substansi, yang dikenal sebagai plak (plaque). Proses ini mulai waktu usia muda dan bertahun-tahun berkembang pada tingkat bervariasi pada masing-masing orang, sesuai dengan hadirnya `faktor-faktor risiko’. Dalam periode tersebut deposit ini tertimbun secara perlahan-lahan yang akhirnya diameter di arteri koroner yang masih dapat dilalui darah makin lama semakin sempit, sampai pembuluh tersebut tidak dapat dilewati darah sesuai dengan kebutuhan otot jantung. Terhalangnya aliran darah seperti di atas disebut sebagai fixed blockage.

Menurut Dean Ornish, ada mekanisme lain di samping penyumbatan plak yang dapat juga mengurangi aliran darah ke jantung. Di antaranya yang terpenting adalah kekejangan (coronary artery spasm) dan penggumpalan (platelete clumping- clotting). Berbagai penelitian menemukan bahwa faktor-faktor yang dikenal sebagai faktor risiko dapat menyebabkan formasi plak, kekejangan, dan penggumpalan. Semua mekanisme di atas yang menyebabkan PJK atau serangan jantung, bersifat interdependen; artinya, peristiwa yang satu mempengaruhi yang lain dengan cara yang beraneka ragam.

Proses dan Mekanisme Penyumbatan
Pada awalnya arteri normal, aliran darah tidak terhalang, tetapi oleh berbagai faktor risiko terjadilah:
- Plak, ini dapat menyebabkan arteri mengalami penyum-batan/halangan sebagian. Plak ini dalam waktu lama dapat tumbuh terus, sehingga terjadi penyumbatan total.
- Spasm, proses ini menyebabkan pembuluh arteri mengerut dan ruang aliran tinggal sebagian dan bila parah terjadi penghentian darah secara total.
- Clot atau disebut juga Platelete clumping’, dalam hal ini terjadi proses penggumpalan dari berbagai substansi dalam darah. Proses ini dapat berlanjut sedemikian rupa, sehingga menghalangi aliran darah secara total.
- Kombinasi dari dua atau lebih peristiwa di atas. Bila kombinasi tersebut terjadi, umumnya dengan cepat terjadi penyumbatan total (100%) pada arteri koroner.

Tanda-tanda atau Gejala Adanya Penyumbatan (PJK)
Karena setiap orang berbeda-beda, tanggapan fisik terhadap perkembangan PJK juga berbeda. Tidak semua orang dengan PJK memiliki simtom atau manifestasi tertentu, tetapi manifestasi yang umum menurut American Health Assosioation (AHA) adalah sebagai berikut:
- Tidak ada simtom. Banyak clari mereka yang mengalami
PJK tidak merasakan ada sesuatu yang tidak enak atau tanda-tanda suatu penyakit. Dalam kedokteran kondisi ini disebut silent ischernia. Mereka yang berpenyakit diabetes amat rentan terhadap silent ischemia.
- Angina. Formalnya disebut angina pectoris. Angina
umumnya ditunjukkan dengan sakit dada sementara sewaktu melakukan gerakan fisik atau olahraga.
- Angina tidak stabil (unstable angina). Sakit dada yang
tiba-tiba terasa sewaktu dalam keadaan istirahat atau terjadi lebih berat secara tiba-tiba.
- Serangan jantung. Bila aliran darah ke pembuluh arteri
koroner terhalang sepenuhnya terjadilah serangan jantung atau myocardial infarction (MI).

Daftar Pustaka
Pencegahan & penyembuhan penyakit jantung koroner Oleh Iman Soeharto
Serangan jantung dan stroke hubungannya dengan lemak & kolestrol Oleh Iman Soeharto

Hiperurisemia bisa timbul akibat produksi asam urat yang berlebih atau pembuangannya yang berkurang. Beberapa penyebab terjadinya hiperurisemia antara lain sebagai berikut.
1. Produksi asam urat di dalam tubuh meningkat
Keadaan ini terjadi karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Sebagai penyebabnya antara lain keadaan berikut ini.
a) Produksi asam urat di dalam tubuh (endogen) sangat berlebihan karena adanya gangguan metabolisme purin bawaan (inborn error of purine metabolism) akibat kekurangan enzim HGPRT. Kelainan ini bersifat pautanX, di mana perempuan sebagai pembawa gen ini biasanya tanpa gejala (asimtomatik).
b) Produksi asam urat berlebihan juga bisa akibat kelainan herediter lainnya yaitu terjadinya aktivitas berlebih enzim fosforibosil pirofosfat sintetase (PRPP-sintetase). Kelainan ini juga bersifat pautan-X.
c) Hiperurisemia juga terjadi akibat mengonsumsi makanan yang berkadar purin tinggi, seperti daging, jeroan, kepiting, kerang, keju, kacang tanah, bayam, buncis, kembang kol, dan brokoli. Asam urat akan terbentuk dari hasil metabolisme makanan tersebut.
d) Keadaan hiperurisemua juga bisa terjadi pada beberapa penyakit seperti mudah pecahnya sel darah merah (hemolisis), leukemia (kanker sel darah putih), atau akibat pengobatan kanker (kemoterapi, radioterapi).

2. Kurangnya pembuangan asam urat
Berkurangnya pembuangan asam urat terjadi akibat ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat yang terbentuk berlebihan di dalam tubuh. Keadaan ini timbul akibat hal-hal sebagai berikut.
a) Minum obat tertentu seperti pirazinamid (obat TB paru), HCT (obat diuretik/peluruh kencing), beta bloker seperti propanolol (obat darah tinggi), dan salisilat yang sering dikonsumsi agar trombosit (platelet) tidak mudah menggumpal. Obat-obat tersebut bisa meningkatkan kadar asam urat di dalam darah.
b) Dalam keadaan kelaparan (seperti puasa, diet terlalu ketat) dan ketosis. Pada keadaan ini, kekurangan kalori tubuh dipenuhi dengan membakar lemak tubuh. Zat keton yang terbentuk dari pembakaran lemak akan menghambat keluarnya asam urat melalui ginjal. Akibatnya, kadar asam urat di dalam darah meningkat (hiperurisemia).
c) Mengalami keracunan kehamilan (toksemia gravidarum).
d) Olah raga yang terlalu berat. Olah raga terlalu berat menimbulkan penumpukan asam laktat di otot-otot sehingga pengeluaran asam urat melalui ginjal berkurang.
e) Minum alkohol berlebihan. Alkohol menghambat keluarnya asam urat melalui ginjal. Alkohol juga terbentuk pada buah yang terlalu masak seperti nanas, alpukad, durian, mangga, atau tape.
f) Kadar kalsium darah meningkat akibat penyakit hiperparatiroidism dan sarkoidosis.
g) Hipertensi esensial.
h) Gagal ginjal.
i) Keracunan timah.

3. Produksi asam urat berlebihan, sedangkan pembuangannya terganggu
Terjadinya hiperurisemia ini disebabkan karena gabungan produksi purin endogen yang meningkat dan asupan purin yang tinggi disertai dengan pembuangan asam urat melalui ginjal yang berkurang.

4. Penyebab lain
Beberapa keadaan lain yang dapat menyebabkan hiperurisemia sebagai berikut.
a) Suku bangsa dan ras tertentu. Walaupun penyakit ini dapat dijumpai di setiap negara, tetapi dari hasil penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa bangsa Maori di Selandia Baru, bangsa Filipina, dan bangsa-bangsa di Asia Tenggara mempunyai kecenderungan terserang penyakit ini. Di Indonesia, suku Minahasa dan Tapanuli mempunyai kecenderungan terserang penyakit ini.
b) Kegemukan (obesitas).
c) Mongolism (kelainan kongenital).
d) Intoleransi fruktosa, penyakit penimbunan glikogen, dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD). Pada
kelainan-kelainan tersebut, produksi laktat berlebih sehingga pembuangan asam urat menurun.

Pustaka
Resep Tumbuhan Obat Untuk Asam Urat Oleh dr. Setiawan Dalimartha

Tanda-tanda Diabetes Pada Anak

Diabetes melitus adalah penyakit kronik karena gangguan kerja dari insulin. Kondisi ini bisa terjadi sejak masih anak-anak, terutama untuk diabetes tipe 1. Karena itu kenali gejala-gejala diabetes pada anak.

Diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah kondisi pankreas yang tidak lagi menghasilkan insulin sehingga anak memerlukan bantuan agar bisa bertahan hidup.

Insulin yang hilang ini bisa digantikan dengan suntikan atau pompa insulin. Jenis diabetes ini dulu dikenal dengan nama diabetes remaja atau diabetes yang tergantung dengan insulin.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (17/5/2010) tanda-tanda dan gejala dari diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat.

Beberapa tanda berikut adalah:

  1. Terjadi peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil. Kelebihan gula yang menumpuk di aliran darah anak akan membuat cairan ditarik ke jaringan, hal ini kemungkinan akan membuat anak menjadi haus. Akibatnya anak minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  2. Anak selalu merasa lapar. Karena tidak adanya jumlah insulin yang cukup, maka gula yang diasup tidak akan bisa masuk ke dalam sel. Akibatnya organ akan kehabisan energi dan memicu rasa lapar yang terus menerus.
  3. Penurunan berat badan. Meskipun anak makan melebihi biasanya, tapi anak-anak tetap kehilangan berat badannya. Tanpa adanya asupan energi dari gula, maka jaringan otot dan cadangan lemak akan menyusut. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan seringkali menjadi gejala pertama yang diperhatikan.
  4. Anak-anak menjadi mudah lelah dan lesu. Hal ini disebabkan sel-sel sangat kekurangan asupan gula.
  5. Anak menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 yang belum terdiagnosis seringkali menjadi mudah marah atau tiba-tiba menjadi murung dan kesal.
  6. Penglihatan yang kabur. Jika gula darah anak terlalu tinggi, maka cairan dapat ditarik dari lensa mata sehingga mempengaruhi kemampuan anak untuk bisa fokus dengan jelas.
  7. Infeksi jamur. Adanya infeksi jamur pada alat kelamin bisa menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1 pada anak perempuan.

Pada bayi dan anak-anak yang masih kecil, indikasi pertama dari diabetes tipe 1 kemungkinan infeksi jamur yang menyebabkan ruam popok parah dan jauh lebih buruk dari sekedar merah, bengkak atau ruam kulit biasa. Selain itu kelesuan, dehidrasi dan sakit perut juga dapat mengindikasikan diabetes tipe 1.

Pengobatan untuk diabetes tipe 1 adalah komitmen seumur hidup karena membutuhkan pemantauan gula darah secara rutin, pola makan yang sehat dan olahraga secara teratur bahkan untuk anak-anak.

Karena anak-anak akan terus tumbuh dan mengalami perubahan, sehingga kemungkinan diperlukan dosis atau jenis insulin yang berbeda serta pola makan yang berubah.

Pemantauan kadar gula darah harus dilakukan secara rutin, hal ini penting untuk mencegah anak mengalami hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah yang terlalu tinggi) akibat penggunaan insulin yang tidak tepat. Karena kedua kondisi ini bisa memicu timbulnya komplikasi diabetes.

Anak-anak tidak bisa diberikan diet makanan yang ketat, karena anak tetap membutuhkan banyak buah, sayuran, biji-bijian, makanan tinggi gizi dan rendah lemak serta produk hewani yang lebih sedikit. Mengonsumsi makanan yang manis boleh jika sesekali saja, selama masih termasuk dalam recana pola makan anak (plan meal).

Ajaklah anak untuk mendapatkan aktivitas fisik yang teratur, tapi ingat bahwa aktivitas fisik bisa mempengaruhi kadar gula darah hingga 12 jam setelah latihan. Karenanya jika ingin memulai aktivitas yang baru, periksalah kadar gula darah lebih sering dari biasanya untuk melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap kegiatan tersebut.

Meskipun diabetes tipe 1 ini membutuhkan perawatan yang konsisten, tapi seiring kemajuan teknologi dalam memantau kadar gula darah dan pengiriman insulin bisa memudahkan monitoringnya. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak dengan diabetes tipe 1 bisa memiliki harapan untuk hidup lebih lama.

Kanker leher rahim (serviks) invasif adalah salah satu dari tiga keganasan yang mendefinisikan AIDS. Studi terdahulu telah menunjukkan bahwa perempuan dengan HIV adalah lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan HIV negatif untuk terinfeksi dengan tipe HPV yang berisiko tinggi atau menyebabkan kanker, lebih mungkin untuk menghapus HPV, dan lebih mungkin untuk mengembangkan tahap awal dari kelainan sel serviks. Namun, sebagian besar penelitian ini dilakukan sebelum ada kombinasi ART, dan dampak dari pengobatan yang efektif terhadap HPV dan penyakit yang terkait tidak sepenuhnya dipahami karena data yang bertentangan.

Howard Minkoff dari Maimonides Medical Center dan rekan melihat hubungan antara ART dan hasil HPV, berfokus pada kepatuhan terhadap pengobatan dan efektivitas – faktor yang belum banyak dinilai dalam studi sebelumnya.

Analisis ini melibatkan 286 perempuan HIV positif di studi Women’s Interagency HIV Study (WIHS) yang memulai ART selama masa tindak lanjut. Selama kunjungan studi setiap enam bulan, peserta dites dengan infeksi HPV dan kehadiran squamous intraepithelial lesions (SIL, juga dikenal sebagai neoplasia intraepitel).

Para peneliti membandingkan prevalensi (jumlah kasus), insiden (kasus baru terdeteksi), dan penyembuhan infeksi HPV dan SIL sebelum dan sesudah memulai ART; peserta diikuti selama lebih dari 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah mulai terapi, dan menjadi perbandingan kelompok pembanding mereka sendiri. Kepatuhan pengobatan didefinisikan sebagai menggunakan obat sesuai dengan yang telah ditentukan minimal 95% dari waktu. ART efektif didefinisikan sebagai rejimen yang sepenuhnya menekan replikasi HIV.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.