Putra Jati Melayu

30 Juli, 2009

Anne Ahira, Srikandi Indonesia Yang Dijuluki Sebagai “Otaknya Asia” – Part 2

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 12:07:53

“Pada waktu menjajakan dagangan ke petani itulah saya sering tiduran tiduran diatas jerami sambil menerawang kelangit, seolah-olah berdiskusi langusng dengan Tuhan. Saya melihat burung elang terbang sambil berfikir; kelak saya juga ingin terbang seperti itu, disitu juga saya berfantasi untuk keliling dunia. Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya: apakah 10 s/d 15 tahun mendatang saya masih tetap menjadi penjual pisang goreng? Kalau sudah begitu hati saya menolak!Tuhan…. saya tidak mau…. saya tidak mau….!”.

Itulah masa inkubasi bagi semua mimpi-mimpi Ahira, termasuk keinginannya untuk dapat berkeliling dunia. Pada satu sisi, mimpi itu adalah tanda-tanda yang akan menuntunnya untuk menemukan legenda pribadi, tapi pada sisi lainnya ia juga merupakan ujian atas iman dan keyakinannya. “Entah bagaimana saya selalu menuliskan mimpi-mimpi saya, ingin punya sepatu roda, ingin sepeda, ingin punya rumah besar dan punya banyak mobil, serta ingin keliling dunia. Semua daftar rincian itu selalu saya bacakan, pada waktu ngomong sama Tuhan diatas jerami, karena khawatir tidak dicatat, Tuhan jadi bingung karena saya banyak permintaan. Pada awalnya mama marah-marah karena saya sering menggunting gambar-gambar kota Paris, kota-kota di Eropa dan Amerika yang ada di kalender sebelum habis masanya. Gambar itu saya jadikan backround guntingan foto-foto saya, sehingga seolah-olah saya sudah pergi kesana, dan kemudian saya pasang dikamar. Jadi sebelum tidur saya selalu melamun melihat foto tersebut. Saya bayangkan, oh iya ya sudah ke Amerika, oh iya ya sudah ke Paris, dan kalau sudah melamun seperti itu baru saya bisa tidur. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sedang sulit, kadang ibu saya menjadi frustasi, sedih melihat anaknya banyak keinginan dan bermimpi macam-macam. Suatu hari, saya diseret sama mama ke depan cermin; ngaca kamu, lihat dicermin, kamu itu siapa? Kamu ini bukan anak orang kaya, mama kamu ini hanya seorang penjual pisang goreng, papa kamu itu hanya seorang karyawan biasa. Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh, yang penting kamu sekolah yang pintar. Pada kondisi seperti itu, kakek saya bilang; “Jika kamu punya cita-cita daripada ngomong ke mama kamu nanti malah dimarahin terus, lebih baik ngomong saja sama yang diatas! Kalau kamu minta terus setiap hari ke Tuhan, pasti dikabulkan.” Itulah awalnya, saya jadi suka tiduran diatas jerami untuk ngomong sama Tuhan.

Turning Point

Seperti kata sebuah lagu; tak selamanya mendung itu kelabu! Sang mama yang selama ini selalu menentang semua mimpi-mimpinya, suatu hari berkata; “Kalau kamu ingin berkeliling dunia, kamu harus bisa bahasa Inggris, kalau nggak bisa bahasa Inggris ya nggak bisa keliling dunia”. Bagaikan minyak menyiram bara dalam sekam, berkobarlah nyala antusiasme Ahira untuk mengambil kursus Bahasa Inggris. “Untuk bisa membiayai kursus saya esti melakukan pekerjaan ekstra dengan jualan es dan bahkan membantu bapak saya jadi kernet angktan umum secara paruh waktu. Sepulang sekolah dan jualan, saya memperoleh duit tambahan untuk membayar kursus Bahasa Inggris. Pada waktu masuk SMP, saya sering jalan-jalan ke Braga (nama sebuah jalan dikota Bandung) karena ingin ketemu bule untuk bisa praktik bahasa Inggris. Jadi kalau ketemu bule saya menawarkan diri untuk menjadi guide gratis. Dari situ, suatu kali ada seorang warga negara Amerika yang bersimpati, sehingga sering kontak dan terus berkomunikasi, sampai akhirnya bule itu mengadopsi saya menjadi anaknya, sampai sekarang.

Singkat cerita, pada saat lulus SMA, sya sudah lancar berhasa Inggris, Bahasa Jerman, dan Bahasa Korea. Meski begitu saya masih dalam pencarian jati diri. Misalnya setelah lulus kuliah, saya tidak mau hanya mendapat gelar, karena apa bedanya dengan ratusan ribu lulusan kuliah di seluruh Indonesia? Karena saya melihat fakta begitu banyak lulusan sarjana dari perguruan tinggi terkenal, tetapi masih menganggur, kalau toh sudah bekerja, kadang nggak nyambung dengan studinya. Dengan nilai Ebtanas tertinggi se-Bandung Raya, saya bisa diterima di Unpad, tetapi saya memutuskan masuk STBA. Pada masa-masa inilah saya mulai memberikan kursus Bahasa Inggris, mengajar orang-orang kaya yang memiliki banyak teman, yang kebanyakan punya pabrik tekstil dan pabrik plastik di Bandung. Penghasilan saya dari mengajar ekspatriat waktu itu Rp. 15 Juta / bulan, wah saya menjadi mahasiswa kaya. Tapi saya sadar, kalau saya nggak ngajar, maka saya nggak punya uang. Saya nggak mau seperti itu. Saya mau duit selalu mengalir seperti air yang mengalir terus, dengan sekali pasang paralon. Pada saat itulah saya mulai melihat internet, dimana internet memberikan peluang seperti yang saya inginkan, kalau saya ingin kemana aja; ke Australia, ke Amerika, ke Eropa, selama ada laptop dan koneksi online, maka bisa menjadi kantor saya. Dunia internet itulah yang dapat mewujudkan keinginan saya untuk terbang tanpa perlu khawatir pada masalah uang. — continued –

28 Juli, 2009

Anne Ahira, Srikandi Indonesia yang Dijuluki Sebagai “Otaknya Asia” – Part 1

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 10:07:18

Tak pernah ada yang mengira, gadis kecil penjual pisang goreng yang sehari-hari menjajakan dagangannya dikampung-kampung pinggiran kota Bandung itu mampu mendobrak keluar dari berbagai kungkungan keterbatasan, sehingga kelak berhasil sukses seperti sekarang. Tak sanak saudara, ataupun kedua orangtuanya bisa membayangkan, gadis tomboy yang dahulu sering dipanggil dengan sebutan Ujang-Hira (panggilan untuk anak laki-laki) itu bakal menjelma menjadi seorang super-affiliate (seorang yang paling ahli menjual via internet), yang sempat mencapai peringkat 4 dunia, dengan penghasilan mencapai USS 5000 per hari. Tapi itulah yang terjadi, alam telah memilihnya menjadi saksi atas kekuatan maha dahsyat dari sebuah mimpi. Sekaligus menjadi bukti, bahwa segala sesuatu yang dapat diimpikan manusia, pasti bisa pula diwujudkan, betapapun mimpi tersebut sebelumnya tampak begitu liar dan mustahil.

Inilah kisah tentang sebuah mimpi yang jauh melampaui zamannya, dan aktualisasi potensi seorang anak perempuan yang mengalahkan berbagai keterbatasan, kekurangan, dan kemiskinan. Seperti layaknya sebuah legenda, cerita megah itu menampilkan Anne Ahira sebagai tokoh utamanya. Sang pendiri Asian Brain, sebuah sekolah Online Marketing yang memiliki puluhan ribu siswa itu, menginspirasikan suatu pergulatan dan perjuangan hidup yang secara esensial mirp dengan yang dilakukan oleh R.A. Kartini, melalui surat-suratnya kepada Stella Zeehandelaar.

Keberhasilannya memenangkan pergulatan hidupnya itulah, yang bukan saja mengubah taraf hidupnya dan keluarga, tetapi juga membuat ia memperoleh penghargaan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM sebagai satu dari sebelas UKM yang turut mengubah Indonesia. Dan sejak saat itu dia sering dipanggil Pak Menteri Suryadharma Ali, untuk mengajar dan memberikan inspirasi kepada sejumlah UKM dan Koperasi. Hingga pada puncaknya, Ahira bahkan diminta untuk memberikan presentasi di Forum APEC, dihadapan para delegasi dari 26 negara.

Begitulah kekuatan magis sebuah mimpi dalam mengubah arah sejarah kehidupan. Mimpi yang sering muncul dalam bentuk hasrat, keinginan kuat yang konsisten sehingga ingin selalu kita tunaikan, adalah bahasa Tuhan dalam menunjukkan arah yang mesti kita tuju. Dahulu, pada saat kita masih belia, mimpi seperti itu terlihat begitu jelas dan terasa sangat mungkin terjadi. Kita semua tidak takut untuk bermimpidan mendambakan segala yang kita inginkan dapat terwujud. Tapi sayang, dengan berlalunya waktu, suatu daya misterius mulai meyakinkan kita, bahwa mustahil rasanya untuk mewujudkan semua mimpi tersebut. Tapi sebaliknya, begitu seseorang mampu dan tahan untuk terus menggenggam mimpi dan hasrat yang bersumber di dalam jiwa alam semesta, maka segenap alam semesta akan berkonspirasi untuk membantu meraihnya.

Demikianlah kesaksian seorang Anne Ahira, yang sejak kecil telah memilki banyak mimpi dan fantasi yang sangat “liar”, khususnya jika diukur dari keadaan ekonomi orang tuanya. “Pada saat saya berumur 7 tahunan, bapak saya kena tipu sehingga seluruh gajinya harus disetorkan ke bank!. Karena itu seluruh anggota keluarga harus bekerja. Setiap pagi saya berangkat ke sekolah membawa tas yang berisi buku dan pisang goreng, untuk saya jual disekolah, kadang saya titipkan ke warung. Pulang sekolah saya berjalan kaki sejauh 3 km melewati sawah-sawah, untuk menjajakan pisang goreng yang tersisa kepada petani. Sepanjang perjalanan, pesan ibu terus mengiang;kalau kamu tidak berjualan pisang goreng kita nggak ckup makan dan kamu nggak bisa nerusin sekolah. Kondisi itulah yang kemudian menempa rasa tanggung jawab saya”, ungkap Ahira, saat mengenang masa kecilnya yang serba susah. — continued –

28 Desember, 2008

Streaming Kencang, Aktivitas Semakin Lancar

Diarsipkan di bawah: Teknologi Informasi — jundul @ 03:12:15

Dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan di internet salahsatunya adalah kegiatan streaming konten dari berbagai sumber di internet. Kegiatan streaming ini semakin populer karena dibantu oleh tersedianya akses internet broadband. Dulu mungkin sahabat cukup puas hanya dengan membaca berita dari situs berita online. Tapi sekarang, sahabat mungkin akan penasaran ingin menonton berita di internet melalui streaming.

Streaming sangat populer karena adanya akses internet kecepatan tinggi atau broadband connection. Masih ingatkah sahabat pengguna internet zaman dulu yang menggunakan modem dial-up? Pada saat itu kita harus puas dengan kecepatan sekitar 14.4 kbp, 28.8 kbps, atau 56 kbps. Bisa dibayangkan betapa lambatnya akses internet tersebut dan pada akhirnya mempengaruhi aktivitas di internet. Paling-paling hanya sekedar online untukcheck e-mail, browsing news, chatting dan sebagainya.

Dengan semakin tingginya penetrasi internet di Indonesia, khususnya dari sisi infrastrukturnya, maka beragam pilihan akses internet tersedia saat ini, seperti akses internet via Wi-Fi connection, via kabel modem, via ADSL dan via jaringan 3.5G. Dulu mungkin sahabat harus ke warnet untuk bisa menikmati akses internet dengan sedikit lebih kencang. Maka saat ini sahabat bisa memilih akses internet dari mana saja dengan biaya yang bisa disesuaikan dengan kemampuan sahabat. Banyak lokasi publik yang sudah tersedia akses internet melalui Wi-Fi dan itupun mulai banyak yang memberikan secara gratis. Untuk kebutuhan akses internet dari rumahpun sahabat sekarang semakin mudah.

Kesimpulannya bahwa internet sudah menjadi bagian dari hidup karena mungkin ada aktivitas yang sangat tergantungdengan internet, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Akses broadband sekarang memang mengubah pola aktivitas di internet secara drastis. Dari sisi penyedia konten, hal ini membuat mereka lebih kreatif dan lebih bebas dalam menyediakan konten bagi orang banyak. Konten yang tadinya hanya berupa teks, maka dengan adanya broadband bisa menjadi audio streaming atau video streaming. Interaksi antar pengguna internet juga sangat berbeda dengan zaman dahulu dengan adanya akses broadband ini. Kalau dulu interaksi mungkin hanya melalui e-mail atau chatting, maka di era broadband interaksi bisa melaluivoice call via internet, video call menggunakan webcam, sharing file menggunakan file sharing tool/media, upload konten video untuk bisa dilihat user lainnya.

YouTube merupakan salah satu simbol sukses dari maraknya aktivitas streaming di internet. Menurut data sampai dengan medio Maret 2008, di database mereka ada sekitar 78,3 juta konten video dengan rata-rata saat ini sekitar 150.000 – 200.000 konten video yang diupload  setiap harinya ke YouTube. Ini merupakan angka yang fantastis jika dihubungkan dengan banyaknya bandwidth yang telah berpartisipasi dalamproses upload maupun proses watching konten video dari user.

YouTube mungkin salahsatu contoh fantastis dari kegiatan streaming di internet. Masih banyak sekali situs streaming video lainnya dengan jumlah konten yang tidak sedikit. Sebut saja Viddler, Vimeo, Yahoo! Streaming Video Service, OnWorld TV, dsb.

Broadband juga embuat beragam aplikasi berbasis internet yang butuh kecepatan tinggi semakin nyaman digunakan. Sebut saja Google Earth, Google Map, SearchMe,LimeWire, dsb.

Jika contoh diatas adalah contoh streaming video, maka pada masa sebelumnya streaming audio telah lebih dahulu populer. Ada ribuan channel radio online di internet dengan berbagai macam kategori. Dengan teknologi internet sekencang saat ini, maka streaming audio menjadi sangat nyaman seperti halnya kita mendengarkan radio FM lokal.

Selain infrastruktur internet yang semakin baik, disisi teknologi streaming saat ini dikenal ada banyak streaming media sistem yang berfungsi baik untuk audio ataupun video, beberapa diantaranya menggunakan sistem operasi windows, Mac OS, Linux, BSD Unix, Solaris, dan varian unix lainnya.

Fenomena streaming sebenarnya secara tidak langsung juga mengubah cara kita dalam berinternet. Mengapa demikian? Dahulu jika sahabat ingin melihat suatu konten multimedia maka tentunya sahabat harus wajib mengunduh konten atau file tersebut dan kemudian baru menjalankannnya dengan suatu media player tertentu yang sesuai dengan format konten tersebut. Dengan adanya streaming maka sahabat bisa melihat atau mendengarkan konten multimedia tanpa harus mendownload media filenya. Jadi streaming sebenarnya merujuk kepada metode distribusi suatu konten kepada end-user.

Streaming video pada komputer sebenarnya sudah mulai muncul sebagai suatu konsep sejak tahun 1970-an. Namun dikarenakan terbatasnya kemampuan teknis saat itu dan tingginya biaya yang dibutuhkan mengakibatkan teknologi tersebut menjadi mandeg. Saat ini dengan beragam pilihan streaming media seperti yang telah disebutkan tadi membuat aktivitas streaming bisa berjalan normal. 

27 Desember, 2008

Pierre Omidyar : eBay, Founder and Chairman

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 10:12:42

Bisnis didunia maya kini tidak lagi menjadi hal baru. Perdagangan dengan sistem online ini kian populer sejak dimasyarakatkan oleh Pierre Omidyar yang kemudian mendirikan situs perdagangan online terbesar, eBay. Pria kelahiran Paris, perancis, 21 Juni 1967 ini sejak kecil sudah menampakkan minat dan bakatnya dalam pemrograman komputer.

Omidyar yang berdarah Iran kemudian mengasah kemampuannya dalam programming komputer disekolah dan diluar sekolah. Kemudian, berawal dari keinginannya untuk membantu perpustakaan disekolah menengah tempatnya belajar, Omidyar menyusun katalog online, ia pun menuai keberuntungan. Rupanya, dari proyek sukarela inilah karir cemerlang Omidyar berawal. Katalog online ini kemudian memuluskan jalannya menuju profesi ahli pemrograman komputer.

Omidyar lulus kuliah dari Universitas Tufts pada tahun 1988 dengan gelar B.S (Bachelor of Science) di bidang ilmu komputer. Awal karirnya mulai terlihat ketika tahun 1991 bergabung dengan perusahaan Claris, sebuah anak perusahaan Apple Computer. Di sana ia menjabat sebagai consumer software engineer. Pada tahun 1994, ia mendirikan Inc. Development Corporation yang kemudian mengalami dan diberi nama eShop. Pada saat itu eShop adalah pimpinan teknologi perangkat lunak perdagangan berbasis internet. Pada tahun 1996, perusahaan ini diakuisisi oleh Microsoft.

Tahun 1995, Omidyar mendirikan perusahaan domain EchoBay.com yang kemudian dipatenkan dengan nama eBay.com. Seperti halnya karir Omidyar dalam dunia programming, ebay pun didirikannya dengan niat untuk membantu teman dekat untuk mendapatkan pembeli untuk produk yang dijualnya. Sekali lagi, niat isengnya untuk membantu teman, kemudian berubah menjadi ladang bisnis prospektif. Walaupun awalnya peluncuruan bisnis eBay merupakan uji coba terhadap bisnis yang berbasis internet, hal ini justru menjadi awal keberuntungan bagi Omidyar sehingga situs lelang internet itu kini makin populer.

Sementara itu, dalam mengelola eBay, Omidyar tak pernah lepas dari nilai-nilai baik. Ia percaya bahwa pada dasarnya manusia itu baik. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu dalam menjalankan bisnis eBay, Omidyar memperlakukan setiap pribadi yang terlibat dengan sebaik mungkin.

Omidyar memiliki cita-cita agar para penjual dan pembeli yang ada bersama-sama membentuk sebuah dunia perdagangan online yang berkesinambungan, seperti perkembangan eBay sekarang ini.

4 Desember, 2008

DPR Akan Desak Pembatalan Pembayaran Utang Pembelian Kapal Jerman

Diarsipkan di bawah: Politik — jundul @ 07:12:13

DPR berencana mendesak pemerintah menarik kembali pembayaran utang pembelian 39 kapal perang bekas dari pemerintah Jerman tahun 1992. Jika berhasil, pemerintah dapat mengambil kembali uang US$ 560 juta yang sudah dibayarkan pada Jerman.

Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo mengatakan, pengajuan usulan pembatalan itu sudah ditandatangani 15 anggota komisi. Di antaranya Slamet Effendy Yusuf (Fraksi Partai Golkar), Permadi (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Arya Wijanarko (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa), dan Al Muzzamil Yusuf (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).

Sesuai hukum Jerman, Indonesia, dan Uni Eropa, uang tersebut dapat dikembalikan, karena utang hasil transaksi pembelian kapal perang bekas itu ilegal. Salah satu persyaratan yang dilanggar adalah perjanjian yang ditandatangani pada era Presiden Soeharto itu tidak berdasarkan persetujuan parlemen. “Baik Indonesia dan Jerman tidak meminta persetujuan parlemen,” ujar Djoko.

Lagi pula hanya 10 dari 39 kapal yang dapat dioperasikan. Dalam kunjungan Djoko Susilo di Surabaya tahun 2003, sejumlah kapal hanya digunakan untuk asrama prajurit. Di Aceh, kapal bekas Jerman yang dinamai KRI Teuku Umar tidak melaut bila ada angin kencang atau ombak besar. “Ada angin kencang, dia tidak berani jalan,” ujarnya.

Menurut Djoko, pengembalian uang itu dimungkinkan oleh undang-undang Jerman, Indonesia, dan Uni Eropa. Namun, perlu ada kemauan pemerintah untuk mengupayakan hal itu. Sebab, pemerintah Jerman hanya akan merespons, jika ada permintaan dari pemerintah Indonesia.

Direktur Internasional NGO Forum on Indonesian Development Donatus K Marut mengatakan, pandangan hukum seperti yang disampaikan Djoko Susilo itu muncul dari penelitian August Reinisch, ahli hukum Universitas Wina Austria, tahun 2008. Reinisch menemukan bukti, sesuai doktrin Odious Debts, Jerman tidak berhak menerima pembayaran utang dari Indonesia, karena perjanjian jual beli dilakukan tanpa mekanisme demokratis yang mengabaikan persetujuan rakyat melalui parlemen. “Indonesia tidak wajib membayar utang itu,” kata Donatus K Marut.

Ketentuan lain yang memungkinkan Indonesia tidak perlu membayar utang itu adalah karena kapal perang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Semula kapal itu dibeli untuk memberantas penangkapan ikan ilegal. Namun, Soeharto mengirimnya untuk perang ke Aceh, Papua, dan Timor Timur (sekarang Timor Leste). Perang tersebut kemudian mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia. “Dia melanggar HAM dalam implementasianya,” ujar Donatus.

Komisi I DPR berencana membentuk panitia kerja yang akan membahas penarikan pembayaran utang tersebut. Jika panitia kerja tidak berhasil dibentuk atau gagal mendesak pemerintah, akan diusulkan hak interpelasi dan hak angket. Ketua Komisi I Djoko Susilo mengatakan, DPR juga dapat memanggil pejabat terkait, seperti mantan Presiden BJ Habibie dan mantan Panglima ABRI Feisal Tanjung, untuk menjelaskan masalah ini. “DPR harus panggil Pak Habibie,” katanya.

Kapolri Bantah Perwira Tinggi Jadi Beking Judi

Diarsipkan di bawah: Politik — jundul @ 07:12:16

Berita terbaru dari negeriku Riau Tamaddun, yang seperti biasa berita yang tetap mengurut dadaku dan menahan nafasku

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bambang Hendarso Danuri membantah keterlibatan perwira tinggi polisi dalam kasus beking perjudian di Provinsi Riau.

Kapolri menyatakan saat ini melakukan pembenahan eksternal dan internal untuk memberantas perjudian. Polri akan menindak personel yang terbukti terlibat dalam pembiaran kasus perjudian. “Kita sudah lakukan itu. Ada beberapa kapoltabes yang langsung ditindak, karena melihat ada judi tapi tidak ditindak,” kata Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri.

Menurut Bambang Hendarso, kepala kepolisian kota besar yang dicopot di antaranya Kapoltabes Riau, Pontianak, dan Samarinda. Dia mengaku saat ini pihaknya juga menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan Kapoltabes Padang.

Terkait pengumuman yang disampikan Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Jusuf Manggabarani soal dugaan keterlibatan 6 perwira tinggi Polri dalam kasus perjudian, Bambang Hendarso menilai hal itu adalah tanggung jawab manajerial. Dia meminta semua pihak tidak langsung menuding perwira polisi tersebut sebagai beking perjudian.

“Tolong, saya minta perhatian kepada wartawan, jangan digulirkan terus. Seolah ada perwira tinggi saya yang terlibat, dalam artian membekingi. Saya tegaskan, tidak ada perwira tinggi saya yang membekingi. Ini pernyataan Kapolri. Tidak ada. Tanggung jawab ada pada saya,” kata Bambang Hendarso.

Dalam pengumuman daftar polisi “nakal” pada 1 Desember lalu Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Jusuf Manggabarani mengatakan terjadi praktik perjudian beromzet miliaran rupiah di Propinsi Riau. Menurut dia, 3 mantan kapolda dan 3 mantan wakapolda Riau diduga terlibat dalam kasus itu. “Saat ini Propam (Profesi dan Pengamanan) sedang intensif melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira.

Begitulah, akhirnya keheranankupun terjawab, bagaimana bisa prosesi haram seperti judi di negeri yang ajaran Islam adalah budayanya seperti Riau Tamaddun ini, tumbuh berkembang bahkan sampai menyewa ruko termegah dan bukanya disiang hari.

Atau tidak hanya institusi kepolisian saja yang terlibat, apakah perlu diusut sampai pada pilar pemerintahnya ? Wallahuallam bissawab :( (

Hari Guru Jadi Ajang Kampanye SBY

Diarsipkan di bawah: Politik — jundul @ 07:12:16

Puncak peringatan hari guru nasional yang berlangsung di Jakarta, Selasa (2/12), dinilai jadi ajang kampanye politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo dalam sambutannya pun memuji-muji Presiden Yudhoyono atas yang menurutnya berpihak kepada guru dan berkomitmen memajukan dunia pendidikan.

Di ujung sambutannya Presiden melantunkan pantun. “Pergi ke hutan untuk berburu, naik kuda kencang larinya. Pemimpin yang menyejahterakan guru, pasti sehat banyak rezekinya. Pergi ke pesta berbatik biru, batik Semarang indah warnanya. Siapa suka membela guru, pasti menang banyak pendukungnya,” kata Presiden.

Menanggapi hal itu, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia, Suparman kepada SP, di Jakarta, Rabu (3/12) pagi menyatakan, seharusnya dunia pendidikan dan organisasi guru tidak menjadi ajang kampanye politik. Kalau para pemimpin atau calon pemimpin mau menyejahterakan guru dan memajukan pendidikan, tak perlu banyak janji, perbuatlah komitmen itu.

“Kalau banyak janji, tetapi ternyata tidak diwujudkan, akan jadi nilai negatif. Apalagi, pemerintahan sekarang ini belum memberi kesejahteraan bagi guru, khususnya guru swasta. Terlihat jelas masih ada diskriminasi,” ujarnya.

Suparman berharap, kalau ada niat berpihak ke guru swasta, sebaiknya pemerintah menyiapkan tunjangan sebesar upah minimum provinsi (UMP) dan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Jumlah guru swasta sekitar 1,3 juta dan dana yang dibutuhkan untuk tunjangan dan Jamsostek, sekitar Rp 15 triliun per tahun.

Bahan Bakar Nabati: Jangan Gegabah Introduksi Nyamplung

Diarsipkan di bawah: Teknologi — jundul @ 07:12:11

Introduksi budidaya nyamplung (Calophyllum inophyllum) kepada petani dengan iming-iming harga jual yang menguntungkan merupakan langkah yang menyesatkan bagi petani saat ini. Hal ini pernah terjadi pada introduksi jarak pagar (Jatropha curcas) yang kemudian mengalami kegagalan di sejumlah daerah.

Dikemukakan Wisnu Martono, peneliti bidang energi yang tergabung dalam Masli (Masyarakat Akuntansi Sumberdaya Alam dan Lingkungan), diperlukan penelitian yang lebih mendalam termasuk aspek skala keekonomian baik di tingkat petani maupun industri, sebelum memperkenalkannya kepada petani.

Dalam hal ini, menurutnya, harus dibedakan keekonomian pada skala industri dan skala petani. ”Industri punya kemampuan untuk mengolah semua bagian biji nyamplung menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sedangkan petani hanya tahu menjual bijinya saja. Inilah yang harus dipertimbangkan,” kata Wisnu.

Lebih ekonomis

Belakangan ini disebut-sebut biji nyamplung secara finansial menguntungkan dalam penjualannya dan menghasilkan bahan bakar nabati (BBN) yang murah. Biji nyamplung yang diperkirakan kadar minyaknya 40 persen dinilai lebih ekonomis daripada jarak pagar.

Sebagai perbandingan, untuk menghasilkan seliter minyak jarak dibutuhkan sekitar 4 kilogram biji jarak. Adapun untuk menghasilkan seliter minyak nyamplung hanya dibutuhkan sekitar 2,5 kilogram biji nyamplung.

”Namun, dalam hitungan yang lebih mendetail, hasilnya jauh di atas harga solar tanpa subsidi. Jadi, secara ekonomis belum dapat bersaing dengan solar,” ujar Wisnu.

Tatang Hernas Soerawidjaja dari Institut Teknologi Bandung mengatakan, nyamplung berpotensi menjadi komoditas unggulan Indonesia. ”Indonesia adalah negeri tropis bergaris pantai terpanjang di dunia. Karena itu, tidak ada negara yang bisa menandingi potensinya dalam membudidayakan nyamplung sebagai pohon pantai dan tahan air asin,” ujarnya.

Biji nyamplung diketahui berpotensi menghasilkan minyak yang setara dengan minyak tanah atau kerosen. Selain itu, pohon nyamplung dapat berfungsi melindungi dan meneduhkan pantai serta berpotensi produktif menghasilkan minyak-lemak dan obat HIV atau kanker.

Menurut Tatang, sebagai negeri yang dikenal sebagai salah satu negeri berbiodiversitas terbesar di dunia, Indonesia hendaknya memanfaatkan bersama peluang tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.

”Saat ini Malaysia sudah mengklaim nyamplung sebagai ”Malaysian tree”. Karena itu, kita harus menggalakkan upaya riset dan pengembangannya supaya realisasi komersialnya tak harus didahului bangsa lain,” ujar Tatang.

Warga Surabaya Usul Perda Penanggulangan AIDS

Diarsipkan di bawah: HIV/AIDS — jundul @ 07:12:48

Tingginya jumlah penderita AIDS di Surabaya mendorong sejumlah pihak mengusulkan pemberlakuan peraturan daerah tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Perda itu akan berisi regulasi dan tugas serta tanggung jawab Pemerintah Kota dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV.

Direktur Yayasan Media Ian Sujianto mengatakan, perda itu akan berfungsi sebagai payung hukum bagi Pemkot Surabaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan AIDS. Dengan adanya perda ini Pemkot wajib menyediakan layanan kesehatan bagi penderita AIDS ataupun kelompok yang memiliki risiko tinggi terjangkit virus mematikan tersebut.

Menurut Ian Sujianto, Yayasan Media sebagai organisasi pendamping penderita AIDS Surabaya bersama Komisi Perlindungan AIDS Kota Surabaya akan melakukan pembahasan internal penyusunan draft perda yang akan diajukan ke DPRD.

Berdasarkan catatan Yayasan Media, jumlah penderita AIDS di Surabaya tahun 2008 meningkat 45%. Dari 1.400 penderita AIDS di Jawa Timur, 700 di antaranya berada di Surabaya. Jumlah pengidap HIV di Surabaya mayoritas warga usia produktif, 17 – 30 tahun. Sekitar 60% kasus penularan disebabkan penggunaan jarum suntik narkotika, selebihnya melalui hubungan seks bebas dan penularan ibu penderita AIDS kepada anaknya.

“Dengan kondisi seperti ini saya meminta Pemkot dan DPRD Surabaya segera membuat perda tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Saya khawatir, jika tidak ada payung hukum yang jelas, jumlah penderita AIDS di Surabaya akan terus meningkat,” ujar Ian Sujianto.

Komisi D DPRD Surabaya mendukung rencana pengajuan perda pencegahan dan penanggulangan AIDS. Wakil Ketua Komisi D Baktiono mengaku siap membantu dan menfasilitasi penyusunan dan penetapan perda itu. “Pokoknya kami akan mendukung keinginan masyarakat soal pemberlakuan perda tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Kami akan mengimbau Pemkot Surabaya segera mengambil kebijakan untuk mengatasi berkembangnya penyakit mematikan ini,” katanya.

Baktiono berjanji akan mengusulkan kepada Panitia Anggaran DPRD agar membuat anggaran khusus terkait penanggulangan AIDS. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu lembaga atau yayasan yang mendampingi penderita AIDS dan membangun klinik khusus.

28 November, 2008

Tidak Etis, Anggaran DPR Dinaikkan

Diarsipkan di bawah: Politik — jundul @ 09:11:50

Dewan Perwakilan Rakyat dinilai tidak pantas menaikkan anggarannya dari Rp 1,653 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 1,948 triliun pada tahun 2009 atau naik Rp 295 miliar (17,8 persen).

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Arif Nur Alam menyampaikan pernyataan tersebut.

”Tak pantas, tak elok, dan tak rasional kenaikan fantastis seperti itu tanpa evaluasi mendasar terhadap penggunaan anggaran, kegiatan, akuntabilitas kinerja tahun lalu, dan disampaikan ke publik. Apalagi, mengingat DPR disibukkan dengan agenda pemilu yang semakin dekat,” papar Arif.

Fitra juga mendesak Ketua DPR Agung Laksono sebagai penanggung jawab keuangan agar konsisten dengan janjinya untuk menghemat anggaran.

Konsistensi itu diwujudkan dengan merevitalisasi anggaran DPR dan menghentikan kunjungan kerja yang berpotensi pemborosan dan tidak subtantif dalam memperkuat fungsi DPR.

Juga, menghentikan aneka kegiatan yang tidak berdampak langsung bagi rakyat, sebagai wujud menjaga kehormatan dan martabat parlemen.

Golput

Arif juga mengingatkan pimpinan DPR bahwa memori publik terhadap audit anggaran DPR oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang selalu bermasalah masih terekam kuat. Apabila hal ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan akan meningkatkan suara golongan putih.

Bukan hanya itu, anggota DPR periode 2004-2009 pun tidak akan banyak dipilih lagi dalam Pemilu 2009 mendatang. ”Apalagi anggota DPR yang selalu pelesiran,” tambahnya.

Fitra juga mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi terus membidik penggunaan anggaran DPR.

Anggaran MPR dan DPD

Berdasarkan data yang diperoleh, kenaikan anggaran ini ternyata tidak hanya di DPR, tetapi juga di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

MPR yang setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 kewenangannya sangat terbatas, kenaikan anggarannya pun tidak kecil. Apabila anggaran DPR naik 17,8 persen dari tahun sebelumnya, anggaran MPR pada tahun 2009 naik 72 persen. Anggaran MPR tahun 2007 Rp 176,5 miliar, tahun 2008 Rp 195,4, dan tahun 2009 menjadi Rp 337,69 miliar atau naik Rp 142,2 miliar.

Kenaikan anggaran juga terjadi di Dewan Perwakilan Daerah. Anggaran DPD tahun 2007 Rp 254,3 miliar, tahun 2008 Rp 281,2 miliar, dan tahun 2009 menjadi Rp 462.235.701 miliar atau naik Rp 181 miliar (64,3 persen).

Anggaran MPR dan DPD ini bila dibandingkan dengan anggaran DPR jauh lebih kecil. Anggaran DPR 2009 Rp 1,948 triliun setara dengan 5,7 kali anggaran MPR atau 4,2 kali anggaran DPD.

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com.