jump to navigation

Streaming Kencang, Aktivitas Semakin Lancar 28 Desember, 2008

Posted by jundul in Teknologi Informasi.
add a comment

Dari sekian banyak hal yang bisa dilakukan di internet salahsatunya adalah kegiatan streaming konten dari berbagai sumber di internet. Kegiatan streaming ini semakin populer karena dibantu oleh tersedianya akses internet broadband. Dulu mungkin sahabat cukup puas hanya dengan membaca berita dari situs berita online. Tapi sekarang, sahabat mungkin akan penasaran ingin menonton berita di internet melalui streaming.

Streaming sangat populer karena adanya akses internet kecepatan tinggi atau broadband connection. Masih ingatkah sahabat pengguna internet zaman dulu yang menggunakan modem dial-up? Pada saat itu kita harus puas dengan kecepatan sekitar 14.4 kbp, 28.8 kbps, atau 56 kbps. Bisa dibayangkan betapa lambatnya akses internet tersebut dan pada akhirnya mempengaruhi aktivitas di internet. Paling-paling hanya sekedar online untukcheck e-mail, browsing news, chatting dan sebagainya.

Dengan semakin tingginya penetrasi internet di Indonesia, khususnya dari sisi infrastrukturnya, maka beragam pilihan akses internet tersedia saat ini, seperti akses internet via Wi-Fi connection, via kabel modem, via ADSL dan via jaringan 3.5G. Dulu mungkin sahabat harus ke warnet untuk bisa menikmati akses internet dengan sedikit lebih kencang. Maka saat ini sahabat bisa memilih akses internet dari mana saja dengan biaya yang bisa disesuaikan dengan kemampuan sahabat. Banyak lokasi publik yang sudah tersedia akses internet melalui Wi-Fi dan itupun mulai banyak yang memberikan secara gratis. Untuk kebutuhan akses internet dari rumahpun sahabat sekarang semakin mudah.

Kesimpulannya bahwa internet sudah menjadi bagian dari hidup karena mungkin ada aktivitas yang sangat tergantungdengan internet, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Akses broadband sekarang memang mengubah pola aktivitas di internet secara drastis. Dari sisi penyedia konten, hal ini membuat mereka lebih kreatif dan lebih bebas dalam menyediakan konten bagi orang banyak. Konten yang tadinya hanya berupa teks, maka dengan adanya broadband bisa menjadi audio streaming atau video streaming. Interaksi antar pengguna internet juga sangat berbeda dengan zaman dahulu dengan adanya akses broadband ini. Kalau dulu interaksi mungkin hanya melalui e-mail atau chatting, maka di era broadband interaksi bisa melaluivoice call via internet, video call menggunakan webcam, sharing file menggunakan file sharing tool/media, upload konten video untuk bisa dilihat user lainnya.

YouTube merupakan salah satu simbol sukses dari maraknya aktivitas streaming di internet. Menurut data sampai dengan medio Maret 2008, di database mereka ada sekitar 78,3 juta konten video dengan rata-rata saat ini sekitar 150.000 – 200.000 konten video yang diupload  setiap harinya ke YouTube. Ini merupakan angka yang fantastis jika dihubungkan dengan banyaknya bandwidth yang telah berpartisipasi dalamproses upload maupun proses watching konten video dari user.

YouTube mungkin salahsatu contoh fantastis dari kegiatan streaming di internet. Masih banyak sekali situs streaming video lainnya dengan jumlah konten yang tidak sedikit. Sebut saja Viddler, Vimeo, Yahoo! Streaming Video Service, OnWorld TV, dsb.

Broadband juga embuat beragam aplikasi berbasis internet yang butuh kecepatan tinggi semakin nyaman digunakan. Sebut saja Google Earth, Google Map, SearchMe,LimeWire, dsb.

Jika contoh diatas adalah contoh streaming video, maka pada masa sebelumnya streaming audio telah lebih dahulu populer. Ada ribuan channel radio online di internet dengan berbagai macam kategori. Dengan teknologi internet sekencang saat ini, maka streaming audio menjadi sangat nyaman seperti halnya kita mendengarkan radio FM lokal.

Selain infrastruktur internet yang semakin baik, disisi teknologi streaming saat ini dikenal ada banyak streaming media sistem yang berfungsi baik untuk audio ataupun video, beberapa diantaranya menggunakan sistem operasi windows, Mac OS, Linux, BSD Unix, Solaris, dan varian unix lainnya.

Fenomena streaming sebenarnya secara tidak langsung juga mengubah cara kita dalam berinternet. Mengapa demikian? Dahulu jika sahabat ingin melihat suatu konten multimedia maka tentunya sahabat harus wajib mengunduh konten atau file tersebut dan kemudian baru menjalankannnya dengan suatu media player tertentu yang sesuai dengan format konten tersebut. Dengan adanya streaming maka sahabat bisa melihat atau mendengarkan konten multimedia tanpa harus mendownload media filenya. Jadi streaming sebenarnya merujuk kepada metode distribusi suatu konten kepada end-user.

Streaming video pada komputer sebenarnya sudah mulai muncul sebagai suatu konsep sejak tahun 1970-an. Namun dikarenakan terbatasnya kemampuan teknis saat itu dan tingginya biaya yang dibutuhkan mengakibatkan teknologi tersebut menjadi mandeg. Saat ini dengan beragam pilihan streaming media seperti yang telah disebutkan tadi membuat aktivitas streaming bisa berjalan normal. 

Pierre Omidyar : eBay, Founder and Chairman 27 Desember, 2008

Posted by jundul in Kisah Sukses.
add a comment

Bisnis didunia maya kini tidak lagi menjadi hal baru. Perdagangan dengan sistem online ini kian populer sejak dimasyarakatkan oleh Pierre Omidyar yang kemudian mendirikan situs perdagangan online terbesar, eBay. Pria kelahiran Paris, perancis, 21 Juni 1967 ini sejak kecil sudah menampakkan minat dan bakatnya dalam pemrograman komputer.

Omidyar yang berdarah Iran kemudian mengasah kemampuannya dalam programming komputer disekolah dan diluar sekolah. Kemudian, berawal dari keinginannya untuk membantu perpustakaan disekolah menengah tempatnya belajar, Omidyar menyusun katalog online, ia pun menuai keberuntungan. Rupanya, dari proyek sukarela inilah karir cemerlang Omidyar berawal. Katalog online ini kemudian memuluskan jalannya menuju profesi ahli pemrograman komputer.

Omidyar lulus kuliah dari Universitas Tufts pada tahun 1988 dengan gelar B.S (Bachelor of Science) di bidang ilmu komputer. Awal karirnya mulai terlihat ketika tahun 1991 bergabung dengan perusahaan Claris, sebuah anak perusahaan Apple Computer. Di sana ia menjabat sebagai consumer software engineer. Pada tahun 1994, ia mendirikan Inc. Development Corporation yang kemudian mengalami dan diberi nama eShop. Pada saat itu eShop adalah pimpinan teknologi perangkat lunak perdagangan berbasis internet. Pada tahun 1996, perusahaan ini diakuisisi oleh Microsoft.

Tahun 1995, Omidyar mendirikan perusahaan domain EchoBay.com yang kemudian dipatenkan dengan nama eBay.com. Seperti halnya karir Omidyar dalam dunia programming, ebay pun didirikannya dengan niat untuk membantu teman dekat untuk mendapatkan pembeli untuk produk yang dijualnya. Sekali lagi, niat isengnya untuk membantu teman, kemudian berubah menjadi ladang bisnis prospektif. Walaupun awalnya peluncuruan bisnis eBay merupakan uji coba terhadap bisnis yang berbasis internet, hal ini justru menjadi awal keberuntungan bagi Omidyar sehingga situs lelang internet itu kini makin populer.

Sementara itu, dalam mengelola eBay, Omidyar tak pernah lepas dari nilai-nilai baik. Ia percaya bahwa pada dasarnya manusia itu baik. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu dalam menjalankan bisnis eBay, Omidyar memperlakukan setiap pribadi yang terlibat dengan sebaik mungkin.

Omidyar memiliki cita-cita agar para penjual dan pembeli yang ada bersama-sama membentuk sebuah dunia perdagangan online yang berkesinambungan, seperti perkembangan eBay sekarang ini.

DPR Akan Desak Pembatalan Pembayaran Utang Pembelian Kapal Jerman 4 Desember, 2008

Posted by jundul in Politik.
add a comment

DPR berencana mendesak pemerintah menarik kembali pembayaran utang pembelian 39 kapal perang bekas dari pemerintah Jerman tahun 1992. Jika berhasil, pemerintah dapat mengambil kembali uang US$ 560 juta yang sudah dibayarkan pada Jerman.

Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo mengatakan, pengajuan usulan pembatalan itu sudah ditandatangani 15 anggota komisi. Di antaranya Slamet Effendy Yusuf (Fraksi Partai Golkar), Permadi (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Arya Wijanarko (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa), dan Al Muzzamil Yusuf (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).

Sesuai hukum Jerman, Indonesia, dan Uni Eropa, uang tersebut dapat dikembalikan, karena utang hasil transaksi pembelian kapal perang bekas itu ilegal. Salah satu persyaratan yang dilanggar adalah perjanjian yang ditandatangani pada era Presiden Soeharto itu tidak berdasarkan persetujuan parlemen. “Baik Indonesia dan Jerman tidak meminta persetujuan parlemen,” ujar Djoko.

Lagi pula hanya 10 dari 39 kapal yang dapat dioperasikan. Dalam kunjungan Djoko Susilo di Surabaya tahun 2003, sejumlah kapal hanya digunakan untuk asrama prajurit. Di Aceh, kapal bekas Jerman yang dinamai KRI Teuku Umar tidak melaut bila ada angin kencang atau ombak besar. “Ada angin kencang, dia tidak berani jalan,” ujarnya.

Menurut Djoko, pengembalian uang itu dimungkinkan oleh undang-undang Jerman, Indonesia, dan Uni Eropa. Namun, perlu ada kemauan pemerintah untuk mengupayakan hal itu. Sebab, pemerintah Jerman hanya akan merespons, jika ada permintaan dari pemerintah Indonesia.

Direktur Internasional NGO Forum on Indonesian Development Donatus K Marut mengatakan, pandangan hukum seperti yang disampaikan Djoko Susilo itu muncul dari penelitian August Reinisch, ahli hukum Universitas Wina Austria, tahun 2008. Reinisch menemukan bukti, sesuai doktrin Odious Debts, Jerman tidak berhak menerima pembayaran utang dari Indonesia, karena perjanjian jual beli dilakukan tanpa mekanisme demokratis yang mengabaikan persetujuan rakyat melalui parlemen. “Indonesia tidak wajib membayar utang itu,” kata Donatus K Marut.

Ketentuan lain yang memungkinkan Indonesia tidak perlu membayar utang itu adalah karena kapal perang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya. Semula kapal itu dibeli untuk memberantas penangkapan ikan ilegal. Namun, Soeharto mengirimnya untuk perang ke Aceh, Papua, dan Timor Timur (sekarang Timor Leste). Perang tersebut kemudian mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia. “Dia melanggar HAM dalam implementasianya,” ujar Donatus.

Komisi I DPR berencana membentuk panitia kerja yang akan membahas penarikan pembayaran utang tersebut. Jika panitia kerja tidak berhasil dibentuk atau gagal mendesak pemerintah, akan diusulkan hak interpelasi dan hak angket. Ketua Komisi I Djoko Susilo mengatakan, DPR juga dapat memanggil pejabat terkait, seperti mantan Presiden BJ Habibie dan mantan Panglima ABRI Feisal Tanjung, untuk menjelaskan masalah ini. “DPR harus panggil Pak Habibie,” katanya.

Kapolri Bantah Perwira Tinggi Jadi Beking Judi 4 Desember, 2008

Posted by jundul in Politik.
add a comment

Berita terbaru dari negeriku Riau Tamaddun, yang seperti biasa berita yang tetap mengurut dadaku dan menahan nafasku

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bambang Hendarso Danuri membantah keterlibatan perwira tinggi polisi dalam kasus beking perjudian di Provinsi Riau.

Kapolri menyatakan saat ini melakukan pembenahan eksternal dan internal untuk memberantas perjudian. Polri akan menindak personel yang terbukti terlibat dalam pembiaran kasus perjudian. “Kita sudah lakukan itu. Ada beberapa kapoltabes yang langsung ditindak, karena melihat ada judi tapi tidak ditindak,” kata Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri.

Menurut Bambang Hendarso, kepala kepolisian kota besar yang dicopot di antaranya Kapoltabes Riau, Pontianak, dan Samarinda. Dia mengaku saat ini pihaknya juga menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan Kapoltabes Padang.

Terkait pengumuman yang disampikan Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Jusuf Manggabarani soal dugaan keterlibatan 6 perwira tinggi Polri dalam kasus perjudian, Bambang Hendarso menilai hal itu adalah tanggung jawab manajerial. Dia meminta semua pihak tidak langsung menuding perwira polisi tersebut sebagai beking perjudian.

“Tolong, saya minta perhatian kepada wartawan, jangan digulirkan terus. Seolah ada perwira tinggi saya yang terlibat, dalam artian membekingi. Saya tegaskan, tidak ada perwira tinggi saya yang membekingi. Ini pernyataan Kapolri. Tidak ada. Tanggung jawab ada pada saya,” kata Bambang Hendarso.

Dalam pengumuman daftar polisi “nakal” pada 1 Desember lalu Inspektur Pengawasan Umum Komjen Pol Jusuf Manggabarani mengatakan terjadi praktik perjudian beromzet miliaran rupiah di Propinsi Riau. Menurut dia, 3 mantan kapolda dan 3 mantan wakapolda Riau diduga terlibat dalam kasus itu. “Saat ini Propam (Profesi dan Pengamanan) sedang intensif melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira.

Begitulah, akhirnya keheranankupun terjawab, bagaimana bisa prosesi haram seperti judi di negeri yang ajaran Islam adalah budayanya seperti Riau Tamaddun ini, tumbuh berkembang bahkan sampai menyewa ruko termegah dan bukanya disiang hari.

Atau tidak hanya institusi kepolisian saja yang terlibat, apakah perlu diusut sampai pada pilar pemerintahnya ? Wallahuallam bissawab :( (

Hari Guru Jadi Ajang Kampanye SBY 4 Desember, 2008

Posted by jundul in Politik.
add a comment

Puncak peringatan hari guru nasional yang berlangsung di Jakarta, Selasa (2/12), dinilai jadi ajang kampanye politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo dalam sambutannya pun memuji-muji Presiden Yudhoyono atas yang menurutnya berpihak kepada guru dan berkomitmen memajukan dunia pendidikan.

Di ujung sambutannya Presiden melantunkan pantun. “Pergi ke hutan untuk berburu, naik kuda kencang larinya. Pemimpin yang menyejahterakan guru, pasti sehat banyak rezekinya. Pergi ke pesta berbatik biru, batik Semarang indah warnanya. Siapa suka membela guru, pasti menang banyak pendukungnya,” kata Presiden.

Menanggapi hal itu, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia, Suparman kepada SP, di Jakarta, Rabu (3/12) pagi menyatakan, seharusnya dunia pendidikan dan organisasi guru tidak menjadi ajang kampanye politik. Kalau para pemimpin atau calon pemimpin mau menyejahterakan guru dan memajukan pendidikan, tak perlu banyak janji, perbuatlah komitmen itu.

“Kalau banyak janji, tetapi ternyata tidak diwujudkan, akan jadi nilai negatif. Apalagi, pemerintahan sekarang ini belum memberi kesejahteraan bagi guru, khususnya guru swasta. Terlihat jelas masih ada diskriminasi,” ujarnya.

Suparman berharap, kalau ada niat berpihak ke guru swasta, sebaiknya pemerintah menyiapkan tunjangan sebesar upah minimum provinsi (UMP) dan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Jumlah guru swasta sekitar 1,3 juta dan dana yang dibutuhkan untuk tunjangan dan Jamsostek, sekitar Rp 15 triliun per tahun.

Bahan Bakar Nabati: Jangan Gegabah Introduksi Nyamplung 4 Desember, 2008

Posted by jundul in Teknologi.
3 comments

Introduksi budidaya nyamplung (Calophyllum inophyllum) kepada petani dengan iming-iming harga jual yang menguntungkan merupakan langkah yang menyesatkan bagi petani saat ini. Hal ini pernah terjadi pada introduksi jarak pagar (Jatropha curcas) yang kemudian mengalami kegagalan di sejumlah daerah.

Dikemukakan Wisnu Martono, peneliti bidang energi yang tergabung dalam Masli (Masyarakat Akuntansi Sumberdaya Alam dan Lingkungan), diperlukan penelitian yang lebih mendalam termasuk aspek skala keekonomian baik di tingkat petani maupun industri, sebelum memperkenalkannya kepada petani.

Dalam hal ini, menurutnya, harus dibedakan keekonomian pada skala industri dan skala petani. ”Industri punya kemampuan untuk mengolah semua bagian biji nyamplung menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sedangkan petani hanya tahu menjual bijinya saja. Inilah yang harus dipertimbangkan,” kata Wisnu.

Lebih ekonomis

Belakangan ini disebut-sebut biji nyamplung secara finansial menguntungkan dalam penjualannya dan menghasilkan bahan bakar nabati (BBN) yang murah. Biji nyamplung yang diperkirakan kadar minyaknya 40 persen dinilai lebih ekonomis daripada jarak pagar.

Sebagai perbandingan, untuk menghasilkan seliter minyak jarak dibutuhkan sekitar 4 kilogram biji jarak. Adapun untuk menghasilkan seliter minyak nyamplung hanya dibutuhkan sekitar 2,5 kilogram biji nyamplung.

”Namun, dalam hitungan yang lebih mendetail, hasilnya jauh di atas harga solar tanpa subsidi. Jadi, secara ekonomis belum dapat bersaing dengan solar,” ujar Wisnu.

Tatang Hernas Soerawidjaja dari Institut Teknologi Bandung mengatakan, nyamplung berpotensi menjadi komoditas unggulan Indonesia. ”Indonesia adalah negeri tropis bergaris pantai terpanjang di dunia. Karena itu, tidak ada negara yang bisa menandingi potensinya dalam membudidayakan nyamplung sebagai pohon pantai dan tahan air asin,” ujarnya.

Biji nyamplung diketahui berpotensi menghasilkan minyak yang setara dengan minyak tanah atau kerosen. Selain itu, pohon nyamplung dapat berfungsi melindungi dan meneduhkan pantai serta berpotensi produktif menghasilkan minyak-lemak dan obat HIV atau kanker.

Menurut Tatang, sebagai negeri yang dikenal sebagai salah satu negeri berbiodiversitas terbesar di dunia, Indonesia hendaknya memanfaatkan bersama peluang tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.

”Saat ini Malaysia sudah mengklaim nyamplung sebagai ”Malaysian tree”. Karena itu, kita harus menggalakkan upaya riset dan pengembangannya supaya realisasi komersialnya tak harus didahului bangsa lain,” ujar Tatang.

Warga Surabaya Usul Perda Penanggulangan AIDS 4 Desember, 2008

Posted by jundul in HIV/AIDS.
add a comment

Tingginya jumlah penderita AIDS di Surabaya mendorong sejumlah pihak mengusulkan pemberlakuan peraturan daerah tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Perda itu akan berisi regulasi dan tugas serta tanggung jawab Pemerintah Kota dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran HIV.

Direktur Yayasan Media Ian Sujianto mengatakan, perda itu akan berfungsi sebagai payung hukum bagi Pemkot Surabaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan AIDS. Dengan adanya perda ini Pemkot wajib menyediakan layanan kesehatan bagi penderita AIDS ataupun kelompok yang memiliki risiko tinggi terjangkit virus mematikan tersebut.

Menurut Ian Sujianto, Yayasan Media sebagai organisasi pendamping penderita AIDS Surabaya bersama Komisi Perlindungan AIDS Kota Surabaya akan melakukan pembahasan internal penyusunan draft perda yang akan diajukan ke DPRD.

Berdasarkan catatan Yayasan Media, jumlah penderita AIDS di Surabaya tahun 2008 meningkat 45%. Dari 1.400 penderita AIDS di Jawa Timur, 700 di antaranya berada di Surabaya. Jumlah pengidap HIV di Surabaya mayoritas warga usia produktif, 17 – 30 tahun. Sekitar 60% kasus penularan disebabkan penggunaan jarum suntik narkotika, selebihnya melalui hubungan seks bebas dan penularan ibu penderita AIDS kepada anaknya.

“Dengan kondisi seperti ini saya meminta Pemkot dan DPRD Surabaya segera membuat perda tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Saya khawatir, jika tidak ada payung hukum yang jelas, jumlah penderita AIDS di Surabaya akan terus meningkat,” ujar Ian Sujianto.

Komisi D DPRD Surabaya mendukung rencana pengajuan perda pencegahan dan penanggulangan AIDS. Wakil Ketua Komisi D Baktiono mengaku siap membantu dan menfasilitasi penyusunan dan penetapan perda itu. “Pokoknya kami akan mendukung keinginan masyarakat soal pemberlakuan perda tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS. Kami akan mengimbau Pemkot Surabaya segera mengambil kebijakan untuk mengatasi berkembangnya penyakit mematikan ini,” katanya.

Baktiono berjanji akan mengusulkan kepada Panitia Anggaran DPRD agar membuat anggaran khusus terkait penanggulangan AIDS. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu lembaga atau yayasan yang mendampingi penderita AIDS dan membangun klinik khusus.

Tidak Etis, Anggaran DPR Dinaikkan 28 Nopember, 2008

Posted by jundul in Politik.
add a comment

Dewan Perwakilan Rakyat dinilai tidak pantas menaikkan anggarannya dari Rp 1,653 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 1,948 triliun pada tahun 2009 atau naik Rp 295 miliar (17,8 persen).

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Arif Nur Alam menyampaikan pernyataan tersebut.

”Tak pantas, tak elok, dan tak rasional kenaikan fantastis seperti itu tanpa evaluasi mendasar terhadap penggunaan anggaran, kegiatan, akuntabilitas kinerja tahun lalu, dan disampaikan ke publik. Apalagi, mengingat DPR disibukkan dengan agenda pemilu yang semakin dekat,” papar Arif.

Fitra juga mendesak Ketua DPR Agung Laksono sebagai penanggung jawab keuangan agar konsisten dengan janjinya untuk menghemat anggaran.

Konsistensi itu diwujudkan dengan merevitalisasi anggaran DPR dan menghentikan kunjungan kerja yang berpotensi pemborosan dan tidak subtantif dalam memperkuat fungsi DPR.

Juga, menghentikan aneka kegiatan yang tidak berdampak langsung bagi rakyat, sebagai wujud menjaga kehormatan dan martabat parlemen.

Golput

Arif juga mengingatkan pimpinan DPR bahwa memori publik terhadap audit anggaran DPR oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang selalu bermasalah masih terekam kuat. Apabila hal ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan akan meningkatkan suara golongan putih.

Bukan hanya itu, anggota DPR periode 2004-2009 pun tidak akan banyak dipilih lagi dalam Pemilu 2009 mendatang. ”Apalagi anggota DPR yang selalu pelesiran,” tambahnya.

Fitra juga mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi terus membidik penggunaan anggaran DPR.

Anggaran MPR dan DPD

Berdasarkan data yang diperoleh, kenaikan anggaran ini ternyata tidak hanya di DPR, tetapi juga di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

MPR yang setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 kewenangannya sangat terbatas, kenaikan anggarannya pun tidak kecil. Apabila anggaran DPR naik 17,8 persen dari tahun sebelumnya, anggaran MPR pada tahun 2009 naik 72 persen. Anggaran MPR tahun 2007 Rp 176,5 miliar, tahun 2008 Rp 195,4, dan tahun 2009 menjadi Rp 337,69 miliar atau naik Rp 142,2 miliar.

Kenaikan anggaran juga terjadi di Dewan Perwakilan Daerah. Anggaran DPD tahun 2007 Rp 254,3 miliar, tahun 2008 Rp 281,2 miliar, dan tahun 2009 menjadi Rp 462.235.701 miliar atau naik Rp 181 miliar (64,3 persen).

Anggaran MPR dan DPD ini bila dibandingkan dengan anggaran DPR jauh lebih kecil. Anggaran DPR 2009 Rp 1,948 triliun setara dengan 5,7 kali anggaran MPR atau 4,2 kali anggaran DPD.

Terminologi “Budaya Korupsi” Persulit Berantas Korupsi 28 Nopember, 2008

Posted by jundul in Korupsi.
add a comment

Terminologi ”Budaya Korupsi” dan ”Korupsi yang Membudaya” dinilai menyesatkan sekaligus merugikan bagi upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Hal itu karena terminologi tadi malah menempatkan fenomena korupsi menjadi suatu hal yang mustahil dihilangkan karena dianggap sudah menjadi bagian dari budaya.

Kesimpulan itu dipaparkan dalam peluncuran buku Membedah Fenomena Korupsi dan diskusi hasil survei Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2008 yang diadakan Transparency International Indonesia (TII)

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi, antara lain, Manajer Kebijakan dan Riset TII Frenky Simanjuntak, Doni Muhardiansyah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta sosiolog Kastorius Sinaga.

”Dari hasil survei kami lihat nilai-nilai budaya ditambah perangkat pranata sosial yang lengkap sebetulnya berpotensi menjadi aset untuk dimanfaatkan memberantas korupsi. Namun, hal itu juga harus didukung komitmen pemimpin daerah yang bersangkutan,” ujar Frenky.

”Perlu diingat, pada sisi lain faktor budaya juga bisa disalahgunakan, misalnya dimanfaatkan menjadi alat legitimasi kekuasaan yang berujung pada tindakan-tindakan korup. Contohnya isu-isu seperti ’putra daerah’ dan upaya revitalisasi peran pemimpin tradisional. Keduanya sangat rentan diselewengkan,” tambah Frenky.

Menurut Doni Muhardiansyah dari KPK, dari sejarahnya upaya pemberantasan korupsi sebenarnya sudah diupayakan oleh pemerintah, bahkan sejak awal Indonesia berdiri.

Mulai dari tahun 1957 pada masa pemerintahan darurat perang, Operasi Ketertiban pada masa Orde Baru, Tim Gabungan Pemberantas Korupsi, hingga KPK sekarang. Namun begitu, korupsi masih tetap terjadi. Soal kenapa bisa begitu, Doni menyatakan KPK melihat penyebabnya adalah pemerintah masih sebatas pada upaya pencegahan.

”Kami di KPK melihat sampai sekarang masih belum ada cukup upaya pencegahan yang dilakukan,” ujar Doni.

Peraturan Bersama Empat Menteri Kontraproduktif 28 Nopember, 2008

Posted by jundul in Dunia Kerja, Politik.
add a comment

Terbitnya peraturan bersama empat menteri terkait pengupahan dinilai sebagai sikap reaksioner pemerintah. Peraturan itu kontraproduktif karena di satu sisi pemerintah ingin meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi di sisi lain kenaikan upah buruh yang sesuai kebutuhan hidup layak terganjal peraturan ini.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Mohamad Ikhsan Modjo mengungkapkan hal itu dalam diskusi ”Proyeksi Ekonomi: Krisis Finansial, Kontestasi Politik dan Prospek Ekonomi 2009” di Jakarta

.

Ikhsan menjelaskan, kebijakan pengupahan itu tidak relevan. Saat pemerintah berkomitmen menjaga konsumsi rumah tangga, upah buruh justru ditekan.

Menurut Indef, komponen upah pada total ongkos produksi hanya 2-30 persen, bergantung pada jenis industrinya. Kenaikan upah minimum tidak akan berdampak signifikan terhadap keuntungan perusahaan.

Menurut Ikhsan, upah minimum tahun 2009 harusnya bisa lebih tinggi jika pemerintah berorientasi pada rasa keadilan sosial. Peningkatan upah mestinya dilihat sebagai hal yang melengkapi produksi, yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas.

”Kenaikan upah dapat meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga dapat menaikkan konsumsi. Ini dibutuhkan untuk mengompensasi kejatuhan ekspor dan investasi,” ujar Ikhsan.

Pada kesempatan terpisah, terkait peraturan bersama empat menteri, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) mengancam berunjuk rasa besar-besaran awal Desember jika peraturan itu tidak dicabut.

Wakil Ketua Umum K-SPSI Mathias Tambing mengatakan, Ketua Umum K-SPSI Jacob Nuwawea telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera mencabut peraturan bersama tersebut.

Anggota Komisi Teknis Sosial Kemanusiaan Dewan Riset Nasional Ninasapti Triaswati berpendapat, Indonesia dan negara berkembang lainnya tidak hanya membutuhkan perbaikan institusi keuangan dalam jangka menengah.

Dalam konteks makroekonomi, menurut Ninasapti, juga diperlukan solusi segera untuk mengatasi masalah likuiditas keuangan, keseimbangan pasar, serta masalah ketenagakerjaan.

Pemerintah Lengah Atasi Dampak Krisis 28 Nopember, 2008

Posted by jundul in Politik.
add a comment

Tim Ekonomi dalam kabinet dinilai lengah mengatasi dampak krisis finansial global yang sudah berdampak pada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Pasalnya, saat ini banyak industri telah melakukan PHK sehingga menimbulkan permasalahan ekonomi.
“Pemerintah kurang cepat bereaksi meskipun telah diperingatkan jauh-jauh hari sebelumnya bahwa krisis keuangan global akan berdampak buruk bagi Indonesia,” kata Ekonom UI Ninasapti Triaswati.

Pemerintah terlalu sibuk mengangani likuiditas dengan mencari utang luar negeri, tanpa memperhatikan sektor-sektor yang sudah terkena imbas dari badai krisis di AS. “Saat ini pemerintah sibuk mencari utang, di sisi lain masyarakat sudah mengalami kesulitan hidup karena PHK,” tandasnya.

Nina menyatakan pelambatan ekonomi dunia telah memicu negara berkembang termasuk Indonesia untuk memperbaiki institusi keuangan. Namun, pemerintah harus melihat kebutuhan sektor riil sehingga tidak hanya fokus memecahkan likuiditas keuangan.

Ia menyatakan saat ini pemerintah ingin mendapatkan utang luar negeri, baik bilateral (Australia, Jepang) maupun multilateral (World Bank, ADB) untuk mengatasi masalah likuiditas keuangan. Pemerintah harus seimbang dalam menyelesaikan permasalahan likuiditas dan menangani PHK.

Sementara itu, ekonom Indef Ikhsan Modjo menyatakan pemerintah sebaiknya lebih memanfaatkan dana dari negara regional (Asia) seperti Jepang untuk menambah cadangan devisa negara. “Pemerintah harus menghindari hubungan dengan IMF,” tandasnya.

Ikhsan menjelaskan, pemerintah boleh mencari dana utang dari luar negeri, sepanjang tidak ada conditionality (persyaratan) yang bisa mengubah kedaulatan negara. Jika meminjam IMF dikhawatirkan hal buruk akan terjadi lagi.

Meski demikian, ia mengaku pesimistis ada lembaga internasional yang mau meminjamkan uangnya kepada Indonesia. Alasannya, kalaupun harus meminjam, Indonesia harus mampu berkompetisi dengan negara lain.

AIDS Sembuh Berkat Transplantasi Sel 27 Nopember, 2008

Posted by jundul in HIV/AIDS.
add a comment

Seorang pria pengidap AIDS dilaporkan sembuh setelah selama 20 bulan menjalani transplantasi sel induk dari sumsum tulang (bone marrow transplantation) yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit leukemia.

Dr. Gero Huetter dokter dari RS Charite di Berlin Jerman mengabarkan bahwa salah satu pasiennya asal Amerika Serikat menunjukkan kesembuhan setelah mengidap penyakit mematikan itu selama lebih dari delapan tahun.

Dalam kurun waktu 20 bulan setelah menjalani transplantasi sel induk dari sumsum tulang yang diseleksi secara genetika, pasien berusia 42 tahun itu kini tak lagi menunjukkan tanda-tanda mengidap virus  yang melemahkan kekebalan tubuh tersebut.

“Kami menunggu setiap hari bila ada tanda-tanda yang buruk ,” ungkap Huetter seperti dikutip AP, Kamis (13/11).

Namun tanda-tanda tersebut tidak juga muncul. Kesembuhan itu didukung pula oleh pemeriksaan para ahli di rumah sakit dan fakultas kedokteran tersebut. Hasil uji lab menunjukkan sumsum tulang, darah, jaringan organ lain pasien semuanya telah bersih dari virus.

Peneliti lain — dan bahkan Huetter sendiri  —  menilai kasus kesembuhan ini mungkin hanyalah suatu keberuntungan. Walau demikian, kasus in memberi inspirasi lebih besar terhadap potensi terapi gen untuk mengatasi penyakit yang membunuh sekitar 2 juta orang per tahun ini.

Dr. Andrew Badley, direktur riset  HIV dan immunologi di Mayo Clinic Rochester, Minnesotta, menilai pemeriksaan yang dilakukan tim Huetter mungkin saja tidak terlalu lengkap dan menyeluruh.

“Sangat banyak bentuk pemeriksaaan dari begitu beragam sampel biologis yang dibutuhkan untuk menyatakan bahwa virus itu tidak lagi hadir dalam tubuh,” tegas Badley.

Teknik transplantasi yang dilakukan Huetter bukanlah yang pertama untuk menyembuhkan AIDS atau infeksi HIV. Pada 1999, sebuah artikel dalam the jurnal Medical Hypotheses melakukan tinjauan terhadap hasil  32 kali uji coba  yang dilakukan antara 1982  hingga 1996. Pada dua kasus, HIV tampaknya berhasil diatasi.

Pasien Huetter sebenarnya tengah menjalani pengobatan di Charite untuk menyembuhkan dua penyakit sekaligus yakni AIDS dan leukemia. Ketika tengah menyiapkan pengobatan untuk mengatasi leukemia dengan transplantasi sumsum tulang, Huetter – yang juga ahli penyakit hati – teringa bahwa mutasi genetika tampaknya bisa membuat pasien menjadi resisten terhadap infeksi HIV.

Apabila mutasi, yang disebut Delta 32, menurun dari kedua orang tuanya, hal itu dapat mencegah  HIV untuk menempel pada sel-sel dengan cara menghambat CCR5, sejenis reseptor yang berperan seperti pintu  gerbang.

Serba-Serbi Hemofilia 27 Nopember, 2008

Posted by jundul in Hemofilia.
add a comment

Tak ada yang perlu dibatasi dari aktivitas anak dengan hemofilia. Bedanya ia harus menjalani terapi obat dan transfusi darah.

Hemofilia adalah gangguan atau kelainan turunan akibat terjadinya mutasi atau cacat genetik pada kromosom X. Kerusakan kromosom ini menyebabkan penderita kekurangan faktor pembeku darah sehingga mengalami gangguan pembekuan darah. Dengan kata lain, darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darahnya pun tak secepat rekannya yang normal.

Hemofilia tak mengenal ras, perbedaan warna kulit ataupun suku bangsa. Namun mayoritas penderita hemofilia adalah pria karena mereka hanya memiliki satu kromosom X. Sementara kaum hawa umumnya hanya menjadi pembawa sifat (carrier). Seorang wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya seorang hemofilia dan ibunya pun pembawa sifat. Akan tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Meskipun penyakit ini diturunkan, namun ternyata sebanyak 30 persen tak diketahui penyebabnya.

Penderita hemofilia berat dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas. Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibanding penderita hemofilia berat. Perdarahan itu sendiri terjadi akibat aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Penderita hemofilia ringan lebih jarang lagi mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka serius.

Cermati Gejalanya

Seseorang diduga menderita hemofilia bila terjadi benturan pada tubuhnya akan selalu mengakibatkan kebiru-biruan (perdarahan di bawah kulit) sebagai gejalanya. Bahkan luka memar juga bisa terjadi dengan sendirinya alias spontan jika penderita melakukan aktivitas fisik yang tergolong berat. Perdarahan di bawah kulit ini sering terjadi pada persendian atau otot seperti siku tangan maupun pergelangan kaki atau lutut kaki. Akibatnya, muncul rasa nyeri yang hebat, bahkan kelumpuhan. Bila perdarahan tak segera berhenti atau perdarahan terjadi pada otak, akibatnya bisa fatal karena bisa berakhir dengan kematian.

Menjalani Terapi

Pengobatan terhadap penderita hemofilia berupa pemberian rekombinan faktor 8 atau 9 yang diberikan dalam bentuk suntikan maupun transfusi. Pemberian transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF untuk penderita hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Terapi lainnya adalah pemberian obat melalui injeksi. Baik obat maupun transfusi harus diberikan pada penderita secara rutin setiap 7-10 hari. Tanpa pengobatan yang baik, hanya sedikit penderita yang mampu bertahan hingga usia dewasa.

Namun perlu diketahui ada obat-obatan tertentu yang tak boleh diminum penderita hemofilia, yakni golongan obat yang memengaruhi kerja trombosit yang berfungsi membentuk sumbatan pada pembuluh darah. Pasalnya, hemofilia merupakan masalah perdarahan. Minum obat ini hanya akan memperburuk perdarahannya. Detailnya, penderita hemofilia tidak boleh mengonsumsi obat yang mengandung aspirin, obat antiradang jenis nonsteroid, ataupun pengencer darah seperti heparin. Sementara, obat yang mengandung acetaminophen dapat dipakai untuk mengatasi demam, sakit kepala dan nyeri.

Ada pula hal lain yang harus diperhatikan. Setiap penderita hemofilia harus mengenakan gelang atau kalung penanda hemofilia demi kewaspadaan medis. Kenapa begitu? Karena hemofilia memang tidak populer dan tidak mudah didiagnosis. Jadi, ketika yang bersangkutan mengalami kecelakaan atau keadaan darurat lainnya, gelang/kalung tersebut akan sangat membantu personel medis untuk segera menanganinya. Yang tak kalah penting, setiap penderita hemofilia harus mengetahui kondisi hemofilianya, selain mengetahui obat apa yang harus diterimanya dalam keadaan darurat dengan selalu membawa keterangan tentang dirinya. Ia harus tahu bahwa ia tidak boleh mendapat suntikan ke dalam otot karena bisa saja menimbulkan luka atau perdarahan.

Yang Patut Diperhatikan

Lalu hal apa saja yang patut diperhatikan para penderita hemofilia?
Berikut beberapa di antaranya:

  1. Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan. Pasalnya, berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki (terutama pada kasus hemofilia berat).
  2. Penderita hemofilia sangat perlu melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuhnya. Kondisi fisik yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan. Namun penderita hemofilia harus menemukan sendiri aktivitas fisik apa yang dapat dan yang tidak dapat dilakukannya. Banyak orang dengan hemofilia ringan ikut dalam semua jenis olah raga, termasuk olah raga aktif seperti sepakbola dan olahraga berisiko tinggi. Sementara bagi penderita hemofilia berat, aktivitas serupa dapat menimbulkan perdarahan yang parah. Yang jelas, olah raga yang sangat dianjurkan adalah berenang.
  3. Penderita mesti rajin merawat gigi dan gusi serta rajin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi secara rutin, paling tidak setengah tahun sekali. Kenapa? Karena kalau giginya bermasalah semisalnya harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan.
  4. Mengikuti program imunisasi. Catatan bagi petugas medis adalah suntikan imunisasi harus dilakukan di bawah kulit dan tidak ke dalam otot, diikuti penekanan pada lubang bekas suntikan paling tidak selama 5 menit.
  5. Hindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan. Penderita hemofilia dianjurkan jangan sembarang mengonsumsi obat-obatan. Langkah terbaik adalah berkonsultasi lebih dulu pada dokter.

Ragam Hemofilia

Sebenarnya ada 13 faktor pembekuan darah. Penderita hemofilia biasanya tak memiliki atau kekurangan faktor 8 atau 9. Secara garis besar hemofilia dibedakan menjadi dua, yakni:

  • Hemofilia A yang terjadi karena defisiensi atau kekurangan faktor 8
  • Hemofilia B yang terjadi karena defisiensi atau kekurangan faktor 9.

Selanjutnya, defisiensi faktor pembeku darah itu sendiri dibagi dalam 3 kriteria, yaitu:

  • Hemofilia berat, jika faktor pembeku darah kurang dari 1%.
  • Hemofilia sedang, jika faktor pembeku darah antara 1-5%.
  • Hemofilia ringan, jika faktor pembeku darah antara 6-30%.

Jadi, gangguan pembekuan darah terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Sementara tingkat normal faktor 8 dan 9 adalah 50-200%. Pada orang normal, nilai rata-rata kedua faktor pembeku darah adalah 100%.

Sebenarnya hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi setidaknya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang. Sayangnya, sepanjang hidupnya penderita hemofilia terus memerlukan faktor pembeku darah.

Bukan Tanpa Masa Depan

Hemofilia sebetulnya bukanlah suatu penyakit yang menakutkan. Seorang penderita hemofilia tetap bisa menjalani hidup dan beraktivitas sebagaimana layaknya manusia normal hingga dapat menjadi individu produktif. Mereka dapat memberikan kontribusinya kepada masyarakat luas sesuai dengan bakat dan keahlian masing-masing hingga tak harus menjadi beban masyarakat. Penderita hemofilia yang memperoleh pengobatan memadai dan mendapat perawatan yang baik tentunya akan menjadi individu dewasa yang produktif dan mampu berprestasi lazimnya individu normal.

[Narasumber: Prof. Dr. S. Moeslichan Mz. Sp.A(K)

Seluk-Beluk Hemofilia 25 Nopember, 2008

Posted by jundul in Hemofilia.
add a comment

Hemofilia adalah penyakit gangguan pembekuan darah yang diturunkan melalui kromosom X. Karena itu, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria karena mereka hanya mempunyai kromosom X, sedangkan wanita umumnya menjadi pembawa sifat saja (carrier). Namun, wanita juga bisa menderita hemofilia jika mendapatkan kromosom X dari ayah hemofilia dan ibu pembawa carrier.

Penyakit hemofilia ditandai oleh perdarahan spontan maupun perdarahan yang sukar berhenti. Selain perdarahan yang tidak berhenti karena luka, penderita hemofilia?juga bisa mengalami perdarahan spontan di bagian otot maupun sendi siku.

Pada orang normal, ketika perdarahan terjadi maka pembuluh darah akan mengecil dan keping-keping darah (trombosit) akan menutupi luka pada pembuluh. Pada saat yang sama, trombosit tersebut bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) untuk menutup luka agar darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh. Pada penderita hemofilia, proses tersebut tidak berlangsung dengan sempurna. Kurangnya jumlah faktor pembeku darah menyebabkan anyaman penutup luka tidak terbentuk sempurna sehingga darah terus mengalir keluar dari pembuluh yang dapat berakibat berbahaya. Perdarahan di bagian dalam dapat mengganggu fungsi sendi yakni mengakibatkan otot sendi menjadi kaku dan lumpuh, bahkan kalau perdarahan berlanjut dapat mengakibatkan kematian pada usia dini.

Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A disebabkan oleh kekurangan Faktor VIII dalam darah, sedangkan hemofilia B disebabkan oleh kekurangan Faktor IX. Tingkat normal Faktor VIII dan Faktor IX adalah 50-200%. Sedangkan pada orang sehat, nilai rata-rata kedua faktor pembeku darah itu adalah 100%. Pada penderita hemofilia berat, kadar Faktor VIII atau Faktor IX di dalam darah kurang dari 1%. Untuk hemofilia sedang, hanya terdapat 1-5%. Pada hemofilia ringan terdapat sekitar 6-30%.

Pengobatan hemofilia adalah dengan pemberian Faktor VIII terhadap penderita hemofilia A dan Faktor IX pada hemofilia B. Selain obat suntik, alternatif lain untuk menanggulangi hemofilia adalah pemberian transfusi?secara rutin untuk penderita hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Obat maupun transfusi harus diberikan secara rutin setiap 7-10 hari sekali dan ini dilakukan seumur hidup.

Waspadai Hemofilia pada Anak 25 Nopember, 2008

Posted by jundul in Hemofilia.
add a comment

Hemofilia atau penyakit gangguan pembekuan darah bawaan bisa menimbulkan kecacatan, bahkan kematian, pada penderitanya jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, gejala-gejala penyakit tersebut harus dikenali sejak dini agar penderita bisa segera mendapat pengobatan sehingga kualitas hidupnya bisa terjaga meski penyakitnya tidak bisa disembuhkan.

Hal itu disampaikan Endang Windiastuti, dokter spesialis anak dari Divisi Hematologi-Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, dalam diskusi yang diprakarsai Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI), di Jakarta.

Diskusi itu dihadiri sejumlah pakar hematologi-onkologi sebagai pembicara di antaranya dr Aru W Sudoyo, dr Iswari Setianingsih, Prof Karmel L Tambunan, dan Prof Arry Haryanto Resodiputro. “Penyakit gangguan pembekuan darah ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang kurang mendapat perhatian serius,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat PHTDI Djumhana Atmakusuma.

Ada dua tipe hemofilia yaitu hemofilia A (kekurangan faktor antihemofilia atau faktor delapan) dan hemofilia B (kekurangan faktor christimas atau faktor sembilan). Secara epidemiologis, angka kejadian hemofilia A yaitu satu per 10.000 kelahiran bayi lelaki, jauh lebih tinggi dibanding hemofilia B. Jadi, dari 10 juta jiwa penduduk Jakarta diperkirakan ada seribu penderita hemofilia.

“Kurang lebih 80 persen dari penderita hemofilia mempunyai riwayat keluarga mengalami penyakit serupa. Perempuan merupakan pembawa sifat hemofilia,” ujar Endang. Penyakit ini ditandai dengan perdarahan spontan dan sukar berhenti yang dapat terjadi di dalam sendi, otot maupun rongga tubuh lain. Hal ini bisa berakibat rasa nyeri dan terganggunya fungsi sendi.

Pada anak-anak, bisa berakibat perdarahan berlanjut, bahkan kematian usia dini. Peristiwa itu dapat diketahui ketika bayi mulai belajar merangkak. Perdarahan bisa terjadi terus-menerus setelah tindakan operasi ringan seperti cabut gigi, sirkumsisi atau sunat. “Lokasi paling sering terkena adalah, lutut, siku pergelangan kaki, bahu dan pergelangan tangan,” ujarnya.

“Langkah awal penanganan jika terjadi perdarahan adalah, penderita harus segera beristirahat. Lokasi perdarahan dikompres es, ditekan atau dibebat, dan ditinggikan lokasinya,” kata Endang. Kemudian, perdarahan harus diobati dengan faktor pembekuan dalam waktu 2 jam setelah kejadian, vena dijaga dengan baik dan hindari pemakaian obat anti agregasi.