Putra Jati Melayu

31 Juli, 2008

Pria dan Kanker

Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 04:07:36

Meski tak pandang bulu, beberapa jenis kanker cenderung lebih ‘akrab’ menghinggapi pria. Kanker merupakan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang memiliki karakteristik yang khas. Kanker yang susdah menyebar dan tidak dapat terkontrol lagi, biasanya akan mengundang sang maut. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat bukan mustahil kanker dapat disembuhkan.

Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup; mengontrol berat badan, olahraga, konsumsi makanan sehat, dan menjauhi rokok. Menurut American Institute for Cancer Research, 60-70% kanker dapat dicegah. Data ini mungkin bisa membangunkan kita untuk memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat. Kanker bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Ada beberapa jenis yang sifatnya lebih spesifik, misalnya kanker prostat pada pria, kanker ovarium pada wanita. Namun ada juga jenis kanker yang karakteristik ‘penyerangannya’ berbeda, Contohnya; kanker paru lebih sering menyerang pria dan kanker tiroid lebih sering menyerang wanita. Data statistic menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki angka tinggi untuk kanker paru, hati dan prostat pada pria. Meski kanker testis lebih jarang terjadi, tetapi bukan berarti dapat diabaikan.

Kanker Paru
Kanker paru lebih sering menyebabkan pria meninggal disbanding kanker lain. Rokok menjadi penyebab nomor satu kanker paru yaitu 75-90% kasus. Kanker ini biasanya menyerang orang yang telah merokok selama 20 tahun atau lebih, atau yang merokok sejak remaja. Penyebab lainnya adalah kontak dalam jangka waktulama dengan racun arsenik, asbes, uap chlorine, abu batubara, radiasi, dan perokok pasif. Resiko kanker paru akan bertambah besar bagi perokok yang terkontaminasi karsinogen (bahan penyebab kanker).

Mengenal Gejala Kanker Paru
Biasanya sukar diketahui sampai penyakit berkembang lebih lanjut, yang akhirnya mempersulit diagnosa kanker paru. Gejala yang paling sering timbul adalah batuk terus menerus. Sputum (dahak) disertai darah, sesak sakit dada, perasaan lelah, atau penyebab lainnnya seperti pneumonia atau bronchitis yang sering kambuh.

Pengobatan tergantung pada; jenis kanker, stadium, lokasi, dan stamina pasien. Pilihan pengobatan terdiri dari pembedahan, kemoterapi (dengan obat-obat anti kanker untuk menghancurkan sel-sel kanker), dan terapi radiasi (menggunakan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker).

Dengan tidak merokok berarti Anda mencegah kanker paru. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok Jika anda melakukannya, paru-paru mulai beranjak pulih dalam beberapa jam, fungsinya semakin baik dalam beberapa minggu, dan lebih bersih dalam bebrapa bulan. Dalam waktu lima tahun risiko kanker paru menjadi separuhnya dari si perokok.

Kanker Hati
Kanker hati tiga kali lebih sering dialami pria dibanding wanita. Biasanya menyerang pria usia paruh baya dan orang uta, tetapi buka berarti orang muda luput dari penyakit ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara hepatitis B dan kanker hati. Kanker hati lebih sering terjadi di daerah yang tingkat kejadian hepatitisnya tergolong rendah. Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kanker hati adalah sirosis hati (matinya sel-sel hati) akibat minum alkohol dan mengkonsumsi mikotoksin (racun yang diproduksi oleh jamur pada kacang dan jagung yang membusuk), biasanya ditemukan pada daerah tropis.

Mengenal Gejala Kanker Hati
Perut bagian atas terasa nyeri dan kelihatan bengkak. Hilangnya nafsu makan, berat badan turun, mual, anemia, dan tes kandungan kimia darah tidak normal. Jaundice (suatu keadaan di mana kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kuning), dan ascites timbunan cairan pada perut), juga bisa merupakan salah satu gejala. Kadang, pada tahap pertama penyakit ini, tidak ada gejala sama sekali.

Terapi kanker hati yang biasa dilakukan dokter adalah melalu pembedahan dan/atau kemoterapi. Terapi radiasi biasanya tidak dilakukan karena hati mudah rusak dan tidak memberikan reaksi kecuali radiasi diberikan dalam dosis sangat tinggi. Pencegahan kanker hati yang terbaik adalah menurunkan prevalensi hepatitis B dengan memberikan vaksinasi pada bayi, dan menggalakkan kebersihan.

Kanker Prostat
Ukuran kelenjar prostat hanya sebesar biji kenari yang mengelilingi bagian atas dari uretra (saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke penis). Kerja kelenjar prostate bersamaan dengan otot-otot kandung kemih, mengontrol aliran urine melewati uretra. Kelenjar prostat juga memproduksi semen, yaitu cairan lubrikasi yang memindahkan sel-sel sperma dari testis.

Faktor usia memegang peran penting sebagai risiko terbesar kanker prostat. Delapan puluh persen kasus pria penderita kanker prostate berusia 65 tahun keatas. Diet dengan kandungan tinggi lemak juga berkaitan dengan kanker prostat.

Mengenal Gejala Kanker Prostat
Urin yang bercampur dengan darah, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, aliran urin tidak lancar, sulit atau jarang buang air kecil, punggung dankaki terasa nyeri seperti radang sendi (arthritis), dan tulang terasa ngilu. Beberapa gejala ini bisa disebabkan oleh perubahan yang non kanker seperti infeksi atau pembesaran prostat.

Pada tahap awal, kanker prostat biasanya menimbulkan beberapa gejala, oleh karenanya dianjurkan bagi pria usia 40 tahun ke atas melakukan pemeriksaan prostat secara teratur setiap tahun. Salah satu metode pemeriksaan prostat adalah Digital Rectal Exam, yaitu pemeriksaan pada dinding rectum. Alat ini dapat mendeteksi jika ada pertumbuhan abnormal pada jaringan lunak prostat, yang kemungkinan adalah kanker.

Metode lain adalah dengan Prostate Specific Antigen Test (PSA Test), yaitu tes pemeriksaan darah dengan mengukur kadar PSA (sejenis protein) yang kadarnya akan meningkat bila terjadi kanker prostat, bahkan pada gejala awal penyakit sekalipun. Jika kanker masih terbatas pada prostat, operasi pembedahan adalah pilihan terbaik. Tindakan lain yang yang dapat ditempuh adalah terapi radiasi sinar-X atau dengan menanamkan suatu bahan radiasi ke bagian yang terserang kanker. Terapi hormon, dapat menurunkan kadar hormon pria sehingga dapat mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker, dan terapi ini cocok bagi pria yang tidak memberikan reaksi dengan terapi lainnya.

Kanker Testis
Testis adalah dua organ kecil berbentuk oval yang terdapat dalam skrotum (kantong kulit yang menggantung di penis). Secara normal, testis akan turun ke dalam skrotum saat bayi lahir atau berusia satu tahun. Ketika penyebabnya belum diketahui secara pasti, kanker testis biasanya lebih sering terjadi pada pria yang terlambat mengalami penurunan testis. Kanker testis lebih sering dialami pria usia 15-34 tahun, tetapi juga bisa dialami oleh pria segala usia.

Gejala kanker testis
Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri pada skrotum atau perut bagian bawah, atau hanya terasa adanya perubahan pada testis. Gejala umum kanker testis adalah adanya sedikit pembesaran pada testis, atau adanya benjolan kecil yang tidak terasa sakit pada testis. Terapi kanker ini adalah dengan operasi pengankatan testis yang terkena, dan mungkin memerlukan kemoterapi atau terapi radiasi. Memeriksa testis sendiri merupakan salah satu cara untuk mendeteksi kemungkinan testis mengalami perubahan yang mengarah pada kanker.

Jika Anda merasa curiga dengan kelainan pada testis, konsultasikan dengan dokter secepat mungkin. Dengan diagnosa pengobatan, dan perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan sedini mungkin dan merupakan cara terbaik mengontrol serta menyembuhkan penyakit ini. Informasi tentang tingkat kejadian, pencegahan, tanda-tanda peringatan dan pengobatannya, mungkin sangat diperlukan.Anda harus mencari informasi sebanyak- banyaknya, yang dapat menyelamatkan hidup Anda!..

Kenaikan Berat Badan Prediksi Kanker Payudara

Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 04:07:36

Bagi wanita jagalah kestabilan berat badan anda. Pasalnya sebuah studi yang dilakukan oleh The American Cancer Society menyebut, kenaikan berat badan merupakan pertanda awal seorang wanita berisiko atas kanker payudara. Dalam studinya, kenaikan 70 pounds berisiko dua kali terkena kanker payudara.

The American Cancer Society mencatat bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan antara 21 hingga 30 pounds setelah berusia 18 tahun akan berisiko 40 persen terkena kanker payudara ketimbang wanita yang hanya mengalami kenaikan lima pounds atau kurang.

Pada usia 18 tahun, wanita yang memiliki kenaikan berat badan 70 pounds akan memiliki resiko dua kali lebih besar ketimbang mereka yang tetap atau mengalami kenaikan hanya lima pounds.

“Hasil penelitian ini merupakan gambaran yang lebih jauh dan penting untuk tetap memelihara kesehatan dan berat badan disepanjang kehidupan,’ ujar Heather Spencer Feigelson seorang senior epidemiologist dari the American Cancer Society yang menjadi pemimpin studi kali ini.

“Setiap kejadian kenaikan berat badan sejak berusia 18 tahun akan sangat berhubungand enagn resiko terkena kanker payudara seiring post-menopause.” Riset yang dilakukan oleh The American Cancer Society berdasarkan hasil survey yang dilakukan mulai tahun 1992 atas wanita yang berusia 50 tahun hingga 74 tahun. Kepada mereka ditanyakan selisih berat badan sekarang dan saat mereka berusia 18 tahun. Setelah itu berat badan mereka dipantau selama beberapa tahun.

Heather Spencer Feigelson juga mencatat bahwa wanita yang menggunakan terapi hormon tidak menunjukkan efek yang sama. Karena biasanya wanita yang menggunakan terapi hormon dipastikan akan mengalami kenaikan resiko terkena kanker payudara karena naiknya tingkat hormon estrogen. “Wanita kurus dan tidak berlemak yang tidak melakukan terapi hormon memiliki tingkat estrogen yang rendah,’ demikian pernyataan dari para peneliti. ‘Sehingga wanita jenis ini akan memiliki resiko paling rendah terkena kanker payudara.’ “Penggunaan terapi hormon pada wanita yang kurus dan gemuk dipastikan akan membuat tambahan estrogenic.” Meski demikian, para penelitia tidak bisa menjelaskan secara detail mengapa dan bagaiaman kenaikan berat badan itu bisa memicu resiko kanker payudara. “Mengurangi berat abdan merupakan salah satu jalan yang kami ketahui untuk mengurangi resiko terkena kanker payudara,’ ujar Feigelson. Hasil studi Feigolson ini akan dipublikasikan pada `The Issue of Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention`. The American Cancer Society memperkirakan kenaikan berat badan merupakan kontributor data dari tiga wanita manula yang meninggal karena kanker payudara. Menurut catatan tim yang berbasis di Atlanta itu, kenaikan berat badan tercatat merupakan penyebab kanker nomor dua dalam semua jenis kanker. Biasanya seorang wanita penderita kanker payudara harus menjalani operasi pengangkatan payudara mereka untuk bisa memperpanjang hidup mereka agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pneumonia

Diarsipkan di bawah: Pneumonia — jundul @ 03:07:37

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan. Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol. Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.

  • Terjadinya Penyakit Pneumonia
    Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :
    1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.

    2. Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.

    3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.

    4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.

    5. Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Pneumonia
    Gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas. Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.
  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Pneumonia
    Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri.
    1. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.

    2. Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.

    3. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.

    Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) diparu-paru.

  • Penyakit Jantung

    Diarsipkan di bawah: Jantung — jundul @ 03:07:10

    Serangan jantung adalah suatu kondisi kesehatan yang sangat emergency untuk di tangani, Jika terlambat maka sangat mungkin penderita segera menemui ajalnya (kematian). Di Negara maju terutama di Amerika, Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomer satu dimana serangan jantung dialami lebih dari 1,5 juta penduduk disana. Begitu pula di Indonesia, Departemen Kesehatan RI dan Yayasan Penyakit Jantung mengemukakan bahwa sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

    Penyakit serangan jantung (Heart Attack) yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Myocardial Infarction (MI), adalah kerusakan bahkan kematian otot jantung (myocardium) yang disebabkan terhentinya secara mendadak suplay darah (sebagai pembawa Oxygen) kedaerah tersebut sebagai akibat dari beberapa faktor. Misalnya ; Terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme (mengencangnya nadi koroner), akibat thrombus (penggumpalan darah) atau akibat adanya penyempitan dan penyumbatan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

    Serangan jantung yang diakibatkan oleh adanya spasme yang menimbulkan ter blokade nadi koroner ini akan hilang secara menyeluruh, baik nyeri atau keluhan lainnya disaat nadi koroner kembali rileks dan berfungsi seperti normalnya. Kondisi seperti ini disebut dengan crescendo angina atau coronary insufficiency. Apabila hal ini terjadi berkisar 20 sampai 40 menit, maka dapat menyebabkan otot jantung mengalami kematian (infark) sabagai dampak oxygen yang tidak dimilikinya karena suplay darah terhenti.
     

  • Gejala Penyakit Serangan Jantung
    Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda, Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :

    1. Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin).

    Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.

    2. Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).

    3. Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.

    4. Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)

    5. Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

    6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.

    7. Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.

  • Faktor Penyebab Penyakit Serangan Jantung
    Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain ; Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :

    - Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
    - Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
    - Menderita tekanan darah tinggi
    - Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)

  • Diagnosis Penyakit Serangan Jantung
    Dari keluhan yang dirasakan penderita, Dokter umumnya dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Tentunya untuk memperkuat diagnosa yang ditegakkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung si penderita.

    Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita saat itu masih merasakan nyeri, Pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan itu dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa nyeri yang amat sangat dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung bahkan kematian.

  • Penanganan Penyakit Serangan Jantung
    Setengah dari jumlah kematian akibat serangan jantung adalah terjadi pada 3 sampai 4 jam pertama setelah terjadinya gejala serangan dimulai. Jadi tindakan penanganan pada gejala awal serangan jantung adalah hal yang paling penting bagi tim medis.

    Pemberian obat-obatan seperti aspirin tablet secara kunyah dapat membantu jika terjadi pembekuan darah pada pembuluh arteri koroner, Sedangkan jenis tablet beta-blocker diberikan untuk memperlambat kerja jantung sehingga tidak terlalu bekerja keras dan mengurangi kemungkinan rusaknya otot jantung. Selanjutnya yang utama adalah pemberian Oxygen, yang menolong memperkecil kerusakan jaringan otot.

    Penderita yang mengalami serangan jantung (penyakit jantung) tentunya akan dirawat dirumah sakit khususnya pada ruangan intensif penyakit jantung, karena memerlukan pemantauan dan monitor yang intensif. Selain pemberian obat-obatan dirumah sakit, tindakan yang mungkin dilakukan oleh tim kesehatan (medis) adalah angioplasty atau coronary artery bypass surgery (pembedahan/pemotongan bagian artery yang bermasalah).

  • Pencegahan Penyakit Serangan Jantung
    Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.
  • Kanker Paru-Paru

    Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 03:07:13

    Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.

    Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.

    Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.

     

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru
    Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :

    1. Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
    2. Kesulitan bernafas (nafas pendek)
    3. Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
    4. Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
    5. Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
    6. Suara yang berubah dari biasanya
    7. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
    8. Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.
  • Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru
    Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).
  • Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru
    Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:

    • Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
    • Tindakan Therapy Radiasi
    • Tindakan Therapy Kemotherapy
    • Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}

    Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat.

  • Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru
    Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:

    1. Kanker paru-paru primer
      Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.
    2. Kanker paru sekunder
      Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.
  • [sumber : Lung Cancer Desease]

    Vaksin HPV Perangi Kanker Serviks

    Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 03:07:54

    Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, kanker serviks menempati urutan ke-2 sebagai kanker yang sering menjangkiti kaum hawa di seluruh dunia. Lebih dari 250.000 wanita meninggal akibat kanker serviks pada tahun 2005, dan yang terbanyak terjadi di negara berkembang. Namun, dengan ditemukan dan diperkenalkannya vaksin baru melawan Human Papilloma Virus (HPV), virus yang menyebabkan kanker serviks, setidaknya memberikan harapan baru bagi kesehatan wanita.

    Proses Screening yang baik dan program pengobatan dini terbukti efektif dalam mencegah kanker serviks yang sering terjadi, namun langkah ini membutuhkan biaya cukup besar dan sulit untuk diterapkan pada wilayah dengan sumber daya terbatas. Pada tahun 2006, sebuah vaksin pencegah infeksi dan penyakit terkait HPV ditetapkan hak ciptanya, dan akan disusul oleh vaksin lainnya tidak lama lagi. Vaksin terbaru yang dipatenkan terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang telah menyebabkan 70% seluruh kanker serviks, vaksin ini juga efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90%. Vaksin ini dan vaksin HPV lainnya masih dalam tinjauan di beberapa negara di seluruh dunia dan akan menawarkan kesempatan baru untuk mengurangi kanker serviks, yang merupakan kanker pembunuh wanita nomor 2.

    Langkah yang menjadi prioritas kini adalah melakukan mobilisasi sumber daya untuk memperkuat sistem kesehatan dan membeli vaksin HPV, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Selain itu harus terdapat langkah inovatif dalam hal pembiayaan untuk pengenalan HPV. Pada tingkat internasional, kemitraan akan dibutuhkan untuk mengurangi kendala jarak dan waktu antara registrasi formal dan ketersediaan pada negara maju. Juga harus terdapat kapasitas produksi yang memadai untuk persediaan negara-negara berkembang.

    Selain sebagai perangkat baru pencegahan dari jenis kanker pada umumnya, pengenalan vaksin HPV yang efektif memiliki keuntungan potensial lainnya bagi sistem kesehatan secara umum. Penyediaan vaksin tersebut dapat membantu membangun sinergi antara imunisasi, pengendalian kanker dan kesehatan reproduksi seksual. Upaya ini juga berpotensi untuk memberikan pengalaman berharga bagi pengenalan segala jenis vaksin untuk melawan HIV di masa mendatang.

    [Sumber : Depkes RI]

    Keladi Tikus Untuk Kanker

    Diarsipkan di bawah: Herbal — jundul @ 03:07:28

    Penyakit kanker merupakan penyakit mematikan. Jarang ada pasien yang pulih 100 % dari penyakit ini. Salah satu mantan penderitanya adalah istri saya. Kebetulan saya mendapat artikel ini dari sebuah milis. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

    Kanker semoga tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

    Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.

    Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

    Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.

    “Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

    Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah took obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.

    Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

    Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

    Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.

    Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

    Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
    pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternative.

    Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi.

    Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni.

    Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. “Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini,” lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

    Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lag dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

    Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

    Virus yang Disebarkan Melalui Seks Oral Dikaitkan Dengan Kanker Kerongkongan

    Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 03:07:03

    Sebuah penelitian baru untuk pertama kalinya secara pasti telah menemukan hubungan antara infeksi menular seksual (IMS) human papillomavirus (HPV) dan kanker mulut. “Hal ini sungguh menegaskan bahwa infeksi HPV di mulut adalah faktor risiko,” dikatakan Maura L. Gillison, asisten profesor onkologi dan epidemiologi dan pemimpin penelitian dari Johns Hopkins Medical Institutions.

    Gillison dan rekan meneliti 100 orang dengan kanker orofaringeal, kanker tonsil dan jaringan di sekitarnya, dan 200 orang yang serupa yang tidak mempunyainya. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang terinfeksi dengan HPV adalah 32 kali lebih cenderung mengembangkan satu bentuk kanker mulut dibandingkan mereka yang tanpa HPV.

    Ketika para peneliti memeriksa riwayat seksual peserta, mereka menemukan bahwa jumlah pasangan muncul sebagai faktor risiko kanker. Orang yang mempunyai antara satu dan lima pasangan seks oral adalah 3,8 kali lebih berisiko dibandingkan mereka yang mempunyai pasangan seks yang lebih sedikit, dan mereka yang mempunyai enam atau lebih pasangan seks oral adalah 8,6 kali lebih berisiko. Ini berlaku sama pada pasangan laki-laki atau perempuan.

    Para ahli mengatakan temuan ini membantu menjelaskan mengapa tingkat kanker mulut meningkat beberapa tahun belakangan ini, terutama di antara orang yang lebih muda yang bukan perokok atau peminum berat – yang umumnya dianggap yang kelompok yang paling berisiko. “Sepertinya sudah terjadi perubahan yang sangat besar dalam sepuluh tahun terakhir dalam hal siapa yang kita temukan mempunyai kanker ini,” Gillison mengatakan.

    “Banyak remaja dan juga orang dewasa mengatakan mereka terlibat dalam seks oral sebagai pilihan seks yang kurang berisiko,” Mark A. Schuster dari Universitas California-Los Angeles, AS dan Rand Corp mengatakan. “Apa yang ditunjukkan oleh artikel ini dan yang lainnya adalah kita memang berisiko terhadap IMS berat dengan seks oral.”

    Sejenis kanker orofaringeal dikaitkan dengan HPV mempengaruhi hampir 11.000 orang AS setiap tahun.

    [Sumber: NEJM 2007;356(19):1944-1956)]

     

    Kanker Leher Rahim (Serviks)

    Diarsipkan di bawah: Kanker — jundul @ 02:07:32

    Penyakit kanker leher rahim yang istilah kesehatannya adalah kanker servik (Cervical Cancer) merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

    Penyakit kanker servik ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.

    Di Indonesia, Kanker Serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini.(Pdpersi). “Setiap perempuan selama hidupnya beresiko terkena virus yang menyebabkan kanker serviks“, terutama beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, melahirkan banyak anak, memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama, serta mereka yang terinfeksi HIV Aids.(MedlinePlus)

  • Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi
    Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker.
  • Mendeteksi Kanker Serviks
    Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test”, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Pap smear adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.
  • Tanda dan Gejala Kanker Serviks
    Secara umum tanda dan gejalanya adalah terjadinya perdarahan vagina setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi. Sementara itu tanda lain yang mungkin timbul antara lain adalah :

    1. Hilangnya nafsu makan dan berat badan
    2. Nyeri tulang panggul dan tulang belakang
    3. Nyeri pada anggota gerak (kaki)
    4. Terjadi pembengkakan pada area kaki
    5. Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina
    6. Hingga terjadi patah tulang panggul

    Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui dan mendeteksi adanya kanker serviks pada diri seorang wanita.

  • Pengobatan Penyakit Kanker Serviks
    Bagi Anda yang terdiagnosa mengalami perubahan abnormal sel sejak dini, maka dapat dilakukan beberapa hal seperti ;

    1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
    2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.

    Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, Maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya, antara lain ;

    1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
    2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
  • Bagaimana Pencegahannya?
    Ini merupakan berita yang sangat menarik, bahwa penyakit kanker leher rahim (kanker serviks) dapat dicegah. Yaitu dengan cara vaksinasi yang diberikan pada remaja putri dan perempuan dewasa.Vaksin ini diresmikan hak ciptanya pada tahun 2006, pengembangnya adalah sebuah perusahaan obat terbesar dunia yang berada di Amerika Serikat (Merck & Co., Inc.). Vaksin ini diberi nama “Gardasil“. Vaksin tersebut, menurut WHO, juga efektif mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90% dari semua jenis kanker leher rahim.

    Pengenalan vaksin pencegah kanker serviks dan upaya untuk mendekatkan akses vaksin bagi masyarakat di diseluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat menurunkan prevalensi kanker leher rahim serta meminimalkan fatalitas akibat serangan kanker tersebut.

  •  

    Panel Data : Riset Perilaku Konsumen dan Pemasaran

    Diarsipkan di bawah: Enterpreneurship — jundul @ 02:07:53

    Dalam bidang riset pemasaran, para peneliti sering menggunakan panel data untuk menganalisa perilaku konsumen di pasar. Dengan menganalisa panel data, peneliti dapat memperdalam pemahamannya tentang berbagai karakteristik dan keteraturan perilaku konsumen dalam menentukan apakah harus membeli barang atau tidak, menentukan waktu pembelian, kuantitas yang harus dibeli, pemilihan brand, dan lain-lain. Pemahaman ini berguna bagi para peneliti dalam mengajukan berbagai macam strategi pemasaran untuk menaikkan jumlah penjualan atau keuntungan perusahaan.

    Pesatnya penggunaan panel data telah membawa perubahan besar dalam riset perilaku konsumen dan pemasaran. Sebelum panel data muncul, riset di bidang ini hanya terbatas pada pengujian hipotesa melalui eksperimen dan wawancara. Namun setelah berkembangnya panel data, peneliti dapat menganalisa perilaku riil konsumen di pasar karena panel data memberikan informasi siapa, kapan, dimana, dan apa yang dibeli serta variabel-variabel yang dapat mempengaruhi pembelian seperti harga, potongan harga dan iklan. Munculnya panel data juga telah merangsang perkembangan berbagai metode dan model baru untuk menjelaskan perilaku konsumen yang dapat berguna bagi para praktisi dalam menentukan kebijaksanaan pemasaran.

    1. Pengertian panel data

    Menurut definisi, panel data adalah catatan nilai variabel-variabel yang diambil dalam jangka waktu tertentu dari suatu kelompok target sampel (panel) yang telah ditentukan. Variabel-variabel tersebut bisa berupa keadaan atau aksi yang dilakukan oleh panel yang dapat berubah seiring dengan waktu. Dengan kata lain panel data adalah gabungan dari cross-sectional data dan time series data. Misalnya data yang memuat catatan tahunan pendapatan dan konsumsi suatu produk dari suatu komunitas tertentu. Di sini pendapatan dan konsumsi adalah cross-sectional variable yang nilainya bisa bervariasi tergantung dari panel. Kedua variabel tersebut dapat berubah dalam jangka waktu tertentu.

    Panel data yang dipakai dalam riset perilaku konsumen dan pemasaran biasanya disebut consumer panel data. Data ini merupakan catatan pembelian dari para panel yang diambil secara berkelanjutan selama jangka waktu pengumpulan data. Umumnya data ini memuat, nomor panel, tanggal pembelian, brand atau produk yang dibeli, kuantitas brand yang dibeli, dan harga brand tersebut. Sebagai tambahan, consumer panel data biasanya dilengkapi dengan data demografik dari para panel seperti umur, pendapatan, dan jumlah anggota keluarga. Data ini berguna untuk menjelaskan apakah pengambilan keputusan dalam membeli produk dipengaruhi oleh faktor-faktor demografik tersebut. Pada Tabel 1 disajikan contoh dari potongan consumer panel data dari produk kopi instant di pasar Jepang.

    Tabel 1. Contoh panel data pembelian kopi instant di pasar jepang

    2. Sejarah perkembangan penggunaan consumer panel data

    Pada awalnya potensi dari consumer panel data kurang begitu diperhatikan oleh para peneliti. Pada masa itu perusahaan atau instansi yang mengumpulkan data membuat perjanjian dengan para calon panel untuk dijadikan sampel. Para panel diminta untuk mencatat produk dan harga dari produk yang mereka beli dan melaporkannya pada perusahaan pengumpul data. Namun pengumpulan data seperti ini mempunyai beberapa kelemahan seperti tidak lengkapnya data yang terkumpul dikarenakan panel lupa mencatat atau enggan mencatat produk tertentu yang mereka beli. Ketidaklengkapan ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan dari data tersebut dan mengakibatkan para peneliti kurang meliriknya. Selain itu, karena cara pengumpulan data seperti ini cukup memberikan beban kepada panel, jumlah orang yang bersedia untuk dijadikan panel kurang begitu signifikan.

    Pada pertengahan tahun 80-an, di supermarket dan toko eceran di Amerika berkembang penggunaan Unit Product Code Scanner. Alat ini adalah alat pembaca produk yang telah diberi kode berupa garis-garis yang sama panjang namun berbeda ketebalan sesuai dengan produk tersebut. Di Jepang kode seperti ini dikenal dengan nama bar code. Kode ini biasanya tercantum dalam bungkus setiap produk kalau kita belanja di supermarket. Di kebanyakan supermarket biasanya konsumen yang menjadi anggota diberi kartu pengenal yang juga mencantumkan bar code yang memuat data profil konsumen tersebut. Pada setiap pembelian kartu tersebut akan discan bersama barang-barang yang dia beli sehingga data barang beserta pembelinya bisa dikumpulkan.

    Menyebarnya sistem ini membawa angin segar bagi pengumpulan panel data. Dengan menggunakan sistem ini resiko akan ketidaklengkapan data akibat panel lupa atau enggan mencatat produk yang dia beli dapat dihindari karena produk-produk tersebut akan discan dan direkam dalam data base. Juga karena setiap konsumen yang menjadi anggota di supermarket secara otomatis menjadi panel tanpa harus mencatat produk-produk yang dia beli, sample bisa diambil dalam jumlah yang signifikan. Faktor-faktor diatas telah menaikan tingkat kepercayaan panel data dan menarik perhatian para peneliti untuk menggunakannya dalam menganalisa perilaku konsumen. Sejak saat itu jumlah karya-karya ilmiah dengan menggunakan panel data berkembang dengan pesat.

    3. Pengaruh panel data pada riset perilaku konsumen dan pemasaran

    Sebelum berkembangnya penggunaan panel data, penelitian perilaku konsumen lebih banyak menggunakan pendekatan behavioral science seperti psikologi dan sosiologi. Pada masa itu pusat perhatian para peneliti adalah pengujian berbagai teori dan hipotesa mengenai perilaku konsumen dengan cara mengadakan eksperimen atau wawancara. Misalnya untuk menyelidiki tingkat kemampuan konsumen dalam mengingat harga, diadakan eksperimen terhadap beberapa subyek dengan cara menanyakan harga beberapa barang yang telah diperlihatkan kepada mereka beberapa hari sebelumnya. Contoh lainnya adalah analisa segmentasi pasar berdasarkan stratifikasi sosial atau life cycle.

    Para peneliti yang menggunakan metode seperti ini telah banyak memberikan kontribusi dalam membangun teori-teori perilaku konsumen. Hanya sayang, akibat terlalu memfokuskan pada pengujian teori dan hipotesa, tujuan riset bergeser dari pencarian pemahaman perilaku konsumen untuk menaikan penjualan dan keuntungan perusahaan menjadi pengujian hipotesa. Teori-teori yang baru dibangun untuk menguatkan teori-teori yang sudah ada dan bukan untuk diaplikasikan di pasar yang nyata. Trend riset seperti ini telah memperlebar jurang pemisah antara peneliti dan praktisi pemasaran.

    Munculnya panel data dengan segudang informasi yang dimilikinya meniupkan angin perubahan terhadap arah penelitian perilaku konsumen dan pemasaran. Karena panel data merupakan data kegiatan riil konsumen di pasar, para peneliti dapat memfokuskan penelitiannya pada perilaku nyata konsumen dan menghubungkannya dengan jumlah penjualan dan keuntungan perusahaan. Berbagai metode dan model baru dikembangkan untuk menjelaskan hubungan antara variabel pemasaran dengan proses pengambilan keputusan oleh konsumen. Sekarang telah banyak hasil riset yang sudah diaplikasikan di dunia bisnis seperti brand choice model yang berguna untuk mengetahui efektivitas strategi pemasaran dalam pemilihan brand, memprediksi permintaan produk, dan menyelidiki struktur pasar.

    4. Riset perilaku konsumen dan pemasaran dengan menggunakan panel data

    Sampai sekarang telah ribuan karya ilmiah dibidang pemasaran yang dihasilkan dengan menggunakan panel data. Pada umumnya karya-karya tersebut dipublikasikan di majalah-majalah ilmiah yang beraliran sains seperti Journal of Marketing Research dan Marketing Science. Isu utama yang menjadi pusat perhatian peneliti dalam menganalisa panel data adalah efektivitas strategi pemasaran seperti strategi harga, potongan harga dan iklan terhadap pengambilan keputusan oleh konsumen dalam membeli produk. Apabila efek dari variabel-variabel di atas dapat diketahui, manager pemasaran dapat mengontrol variabel-variabel tersebut untuk memaksimalkan penjualan atau keutungan perusahaan.

    Sebagai contoh dari riset-riset diatas misalnya penggunaan multinomial logit model untuk mengidentifikasi perilaku konsumen dalam memilih brand. Dengan model ini kita bisa tahu bagaimana harga dan diskon mempengaruhi konsumen dalam memilih brand. Kita juga bisa tahu bagaimana apakah loyalitas terhadap brand mempengaruhi perilaku tersebut. Contoh lain adalah penggunaan negative binomial distribution dan hazard model untuk menjelaskan bagaimana jangka waktu antar pembelian dipengaruhi variabel pemasaran. Mengenai efektivitas iklan TV, beberapa peneliti mengaplikasikan tobit model untuk mengetahui hubungan antara panjang waktu melihat iklan dengan pemilihan brand.

    5. Keterbatasan dalam penggunaan panel data

    Walaupun panel data menyimpan banyak potensi yang berguna untuk memahami perilaku konsumen, bukan berarti tidak ada keterbatasan dalam penggunaannya. Memang benar panel data memberikan informasi tentang kegiatan riil konsumen di pasar. Tetapi kita tidak bisa mengetahui apa yang ada dalam benak konsumen ketika mereka menghadapi pengambilan keputusan. Misalnya kita tidak bisa mengetahui persepsi mereka terhadap kualitas, harga, atau fungsi dari produk yang mereka beli. Informasi seperti itu bisa kita peroleh hanya lewat eksperimen atau wawancara yang beberapa sudah dikukuhkan sebagai teori. Akibatnya kita tidak bisa mengtahui bagaimana peranan persepsi konsumen dalam proses pengambilan keputusan apabila menggunakan panel data saja. Idealnya, riset perilaku konsumen dilakukan dengan menggunakan panel data yang didasari oleh teori-teori yang dihasilkan lewat eksperimen atau wawancara.

    Kalau kita andaikan pengetahuan perilaku konsumen sebagai harta karun yang tersembunyi di dasar lautan, maka panel data adalah kapal utuk mengarungi lautan dan teori-teori perilaku konsumen adalah peta menuju harta karun. Kekurangan salah satu metode di atas akan sulit untuk mendapatkan harta karun tersebut.

    [sumber : Dony Dahana Wirawan, Doktor bidang Riset Pemasaran dari Tohoku University, staf pengajar di Graduate School of Economics, Osaka University, dan anggota ISTECS chapter Jepang ]

    Halaman Berikutnya »

    Blog pada WordPress.com.