Penyebab utama pneumonia virus adalah virus influenza (bedakan dengan bakteri hemofilus influenza yang bukan penyebab penyakit influenza, tetapi bisa menyebabkan pneumonia juga). Kekerapan penyakit itu pada setiap golongan usia berbeda, bergantung pada virus penyebabnya. Respiratory syncytial virus (RSV) terbanyak pada anak balita. Sebaliknya virus varicella yang menyerang paru-paru hanya bisa diderita oleh orang dewasa. Virus influenza tipe A sendiri bisa menyerang kedua kelompok usia, namun orang dewasa lebih sering terserang virus tersebut.
Konsentrasi penduduk, terutama mereka yang tinggal di asrama lebih memungkinkan penyebaran pneumonia secara cepat, apalagi kalau hubungan dengan dunia luar terbatas seperti pada tempat latihan angkatan bersenjata.
Infeksi oleh virus influenza dapat menjadi berat dan kadang-kadang berakibat fatal. Penyakit itu sering ditemukan pada penderita penyakit jantung, paru-paru, atau mereka yang sedang hamil.
Gejala
Gejala awal dari pneumonia akibat virus sama seperti gejala influenza, yaitu demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan kelemahan. Dalam 12 hingga 36 jam penderita menjadi sesak, batuk lebih parah, dan berlendir sedikit. Terdapat panas tinggi disertai membirunya bibir.
Tipe pneumonia itu bisa ditumpangi dengan infeksi pneumonia karena bakteri. Hal itu yang disebut dengan superinfeksi bakterial. Salah satu tanda terjadi superinfeksi bakterial adalah keluarnya lendir yang kental dan berwarna hijau atau merah tua.
Pengobatan
Penderita pneumonia yang berusia muda bisa segera sembuh. Hal-hal yang mempermudah penyembuhan adalah sistem pertahanan tubuh relatif baik, infeksinya belum menyebar, dan tidak menderita penyakit lain terutama penyakit kronis.
Pada penderita yang muda dan “sehat”, pengobatan awal dengan antibiotik bisa mempercepat pemulihan. Untuk pneumonia karena virus, meskipun saat ini sudah tersedia preparat (obat) antivirus, belum luas digunakan berhubung harganya yang relatif mahal. Untuk itu, pengobatan pada pneumonia karena virus biasanya hanya bersifat supportive semata (tidak membunuh virusnya). Diharapkan kekebalan tubuh bisa terbentuk untuk menangkal virusnya.
Mengenai apakah memerlukan perawatan rumah sakit atau cukup berobat jalan saja, bergantung pada kebijaksanaan dokter dengan memperhatikan situasi dan kondisi penderita dan lingkungannya.
Masalah menjadi pelik jika penyakit itu menyerang orang tua atau mereka yang memiliki penyakit kronis. Faktor sistem pertahanan tubuh yang menurun membuat sukar untuk cepat sembuh. Belum lagi metabolisme tubuh yang sudah berbeda membuat pengaturan dosis obat tidak seaman pada orang muda atau sehat.
Penurunan suhu tubuh (demam) bukan berarti boleh menghentikan pengobatan antibiotika. Antibiotika harus dihentikan sesuai petunjuk dokter, atau pneumonia bisa terjadi lagi (kambuh). Kondisi kekambuhan lebih parah dari sakit pertama dan memerlukan penanganan yang lebih serius lagi.
Selain antibiotik, pasien juga diberikan pengobatan supportive, seperti diet yang mendukung penyembuhan dan pemulihan termasuk pembentukan sistem kekebalan tubuh serta oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Pada beberapa pasien, obat untuk mengurangi nyeri dada dan mengurangi batuk keras juga diperlukan.
Pada penderita kencing manis, diet pun tidak bisa sembarangan. Begitu juga pada penderita payah ginjal ataupun liver. Orang muda yang relatif sehat bisa sembuh dari pneumonia dalam seminggu. Untuk mereka yang separo baya, diperlukan beberapa minggu untuk memulihkan kekuatan, tenaga, dan perasaan sehat.















apakah penyakit ebola ithu??????tolong blzzzzz di email q
Komentar oleh cah guuendeng — 16 Oktober, 2009 @ 08:10:26 |
Tukeran link,
Komentar oleh Giyo — 21 Oktober, 2009 @ 04:10:23 |