Category: Penyakit Kelamin


Penyakit Kelamin HPV

Jika menurut sahabat penyakit-penyakit kelamin menular (STD) terbatas pada gonorea, sifilis dan AIDS, coba tebak lagi. Salah satu yang benar-benar serius adalah kutil-kutil yaitu kutil-kutil genital yang disebabkan oleh human pappillomavirus (HPV). “Dalam populasi remaja-dewasa, penyakit ini merupakan salah satu penyakit kelamin menular yang paling sering terjadi yang pernah kami amati. Dan walaupun HPV biasanya dianggap tidak lebih dari gangguan kecil, kita tahu bahwa infeksi-infeksinya harus segera ditangani dengan serius,” demikian kata Sandra Samuels, M.D., direktur Student Health Services pada Rutgers University di New Brunwick, New Jersey.

Beberapa peneliti memperkirakan bahwa meluasnya penyakit kutil-kutil genital tersebut telah menjadi dua kali lipat dalam dua dekade terakhir — kurang lebih 3 juta kasus baru dari infeksi yang didiagnosis per tahunnya di Amerika Serikat, demikian U.S. Deparment of Health and Human Services. Sasaran utama penyakit ini adalah orang-orang muda yang aktif secara seksual yang berusia belasan dan dua puluh tahunan. Bahaya utamanya, demikian para ahli dewasa ini meyakininya, adalah beberapa jenis HPV yang memegang peran penting dalam perkembangan jenis-jenis kanker tertentu, terutama kanker serviks.

TIDAK SELALU DAPAT DILIHAT

Kutil-kutil genital juga disebut kutil-kutil venereal (kutil-kutil yang ditularkan lewat hubungan seksual ) yang dikenal oleh para dokter sebagai condylomata acuminata (tonjolan yang runcing). Namun sebenarnya, semua nama ini merupakan istilah yang salah, karena sangat sering tidak ada kutil (atau bukti yang kasat mata lainnya) yang menunjukkan bahwa Anda terinfeksi. Dalam suatu penelitian yang disponsori oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases, hampir separuh dari wanita yang terinfeksi HPV tidak mengalami gejala-gejala yang kasat mata sama sekali.

Para peneliti lainnya mengatakan bahwa tidak ada bukti yang dapat dilihat (paling tidak dapat dilihat dengan mata telanjang) dalam kurang lebih 90% dari kasus-kasus yang ada.

Dalam sebagian besar kasus, demikian kata mereka, bukti adanya infeksi HPV hanya dapat dilihat melalui mikroskop atau kutil-kutil tersebut terletak di tempat yang tersembunyi dari pandangan (seperti di dalam vagina bagian atas, di dalam rektum atau di serviks).

Jika sahabat seorang laki-laki dan tidak cukup beruntung untuk dapat menemukan bukti nyata adanya kutil-kutil genital, mereka mungkin muncul di atas atau di sekitar kepala penis atau (pada laki-laki yang tidak dikhitan) di bawah kulit luar. Kutil-kutil tersebut juga dapat muncul di atas batang penis, di atas skrotum, di dalam uretra (yang sering membuat keluarnya kencing menjadi menyakitkan) atau di sekitar anus. Pada wanita, kutil-kutil ini biasanya muncul di atas bibir-bibir vagina, di dalam vagina, di sekitar anus atau di atas serviks. Kadang-kadang, kutil-kutil itu bahkan mungkin muncul di dalam mulut seseorang yang telah melakukan seks oral dengan pasangannya yang terinfeksi.

Kutil-kutil genital dapat sangat bervariasi bentuknya, demikian kata para dokter — kadang-kadang mereka tidak menonjol sama sekali, melainkan tampak seperti benjolan-benjolan kecil atau bercak-bercak yang keras dan datar. Atau kadang-kadang mereka adalah kutil-kutil yang menonjol, padat berisi, berwarna merah jambu atau keputih-putihan dan berkembang denga sangat cepat. Jika dibiarkan, kutil-kutil itu bentuknya seperti kembang kol atau terdapat begitu banyak kutil yang saling berdekatan sehingga mirip sebuah karpet atau mosaik yang terbuat dari kutil, demikian menurut Alan N. Gordon, M.D., seorang ginekologi dari Austin, Texas.

KEKHAWATIRAN TERBESAR

Suatu hal yang perlu diingat mengenai infeksi HPV, demikian kata Dr. Samuels, adalah bahwa infeksi ini sangat mudah menular. Meskipun jika Anda tidak mendapatkan tanda-tanda infeksi yang dapat dilihat mata, Anda secara tidak sengaja dapat menularkan virus tersebut ke pasangan Anda. Pada kenyataannya, HPV begitu mudah menular sehingga para peneliti memperkirakan bahwa kurang lebih 70% dari pasangan-pasangan seksual mereka terinfeksi HPV juga ikut terinfeksi. Itulah sebabnya mengapa jika Anda didiagnosis terjangkit penyakit ini Anda harus mengajak pasangan Anda ke klinik untuk mendapatkan pengobatan juga, atau paling tidak untuk memberitahu pasangan anda bahwa Anda terinfeksi. (Karena periode inkubasi mungkin berbeda, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa tahun, mungkin kadang-kadang sulit untuk mengetahui pasangan seksual yang mana yang terjangkit oleh infeksi HPV ini).
Jika yang kita hadapi semata-mata fakta bahwa kutil-kutil itu tidak tampak, HPV mungkin lebih mudah untuk diabaikan. Namun para peneliti dewasa ini telah mempelajari bahwa infeksi HPV juga sangat berkaitan dengan perubahan-perubahan pra-kanker serviks, vulva, penis dan anus. Banyak kanker-kanker genital yang sekarang diyakini berkembang melalui proses yang sangat bertahap sebelum benar-benar menjadi tumor-tumor yang ganas. Dan kecenderungan-kecenderungan tertentu HPV, pada keadaan tertentu, mungkin dapat mengubah sebuah kutil jinak menjadi pertumbuhan pra-kanker yang disebut displasia. Pada wanita, serviks adalah tempat yang paling sensitif yang paling sering dipilih oleh pra-kanker displasia ini. Pada kenyataannya, demikian menurut Dr. Gordon, HPV adalah kelainan di leher rahim yang paling sering ditemukan pada Pap test.

Itulah sebabnya mengapa wanita yang aktif secara seksual (pada kenyataannya, semua wanita) harus melakukan Pap test secara teratur untuk memonitor kesehatan sel serviksnya. Namun, satu hal yang harus diingat: Karena Pap test hanya mendeteksi pertumbuhan sel yang abnormal, dan bukan infeksi HPV itu sendiri, beberapa dokter menyarankan untuk melakukan satu tes tambahan lainnya pada saat Anda melakukan Pap test. Virapap test (tes virus pada vagina), yang baru-baru ini disetujui penerapannya oleh Food and Drug Administration, merupakan tes pemeriksaan yang lebih akurat, karena ia dapat mendeteksi lima kecenderungan HPV yang sangat erat kaitannya dengan kanker serviks. Jika Anda aktif secara seksual atau mempunyai alasan untuk merasa khawatir mengenai kutil-kutil genital ini, mintalah kepada dokter Anda untuk melakukan tes ini dalam diri Anda.

PERANG TERHADAP KUTIL

Pengobatan dasar kutil-kutil genital adalah menghancurkan kutil-kutil ini serta jaringan yang terinfeksi — tanpa basa-basi, akurat, namun benar-benar efektif.

Kutil-kutil kecil dapat dihilangkan dengan membekukannya dengan nitrogen cair atau gas oksida nitrogen (kritoterapi), membakarnya (electrocauter) atau menguapkannya dengan laser. Sayangnya, demikian kata para dokter, meskipun jaringan-jaringan di sekelilingnya telah dihilangkan, namun pada kurang lebih 20% dari kasus-kasus yang ada kutil-kutil tersebut kembali lagi karena virus HPV telah melakukan penetrasi sehingga terlihat seperti kulit yang normal dan sehat. Itulah salah satu sifat khas kutil-kutil genital. Virus-virus ini sering datang-pergi.

Kadang-kadang salep yang hangat dapat menghilangkan kutil-kutil tersebut jika penggunaannya langsung ke kulit diharuskan. Obat-obatan yang paling sering digunakan adalah larutan yang mengandung podofilin, suatu zat beracun yang diperas dari batang-batang rhizome dari sebuah tanaman yang tumbuh di Himalaya. Larutan yang diperoleh dari perasan itu dioleskan pada kutil-kutil tersebut sekali atau dua kali dalam seminggu selama kurang lebih satu bulan atau sampai kutil-kutil itu benar-benar lenyap. Namun podofilin adalah bahan yang sangat keras, dan hanya dapat dioleskan oleh seorang dokter. Obat tersebut juga tidak disarankan bagi wanita hamil karena obat ini dapat terserap ke dalam tubuh dan merusak janin. Obat ini juga tidak terlalu berhasil.

Dalam suatu penelitian, ia hanya dapat memusnahkan kutil-kutil sebesar 40% dari kasus-kasus yang ada.

Obat lainnya, larutan-larutan yang tidak begitu keras (seperti asam trikloroasetik) dapt dituliskan dalam resep untuk pemakaian di rumah. Untuk infeksi-infeksi yang sangat membandel, satu pengobatan yang relatif baru adalah interferon (zat alami yang dapat membunuh virus-virus tertentu seperti HPV) yang diberikan baik dengan cara ditelan atau lewat injeksi.

APA YANG DAPAT SAHABAT LAKUKAN?

Ada beberapa hal yang perlu sahabat ingat untuk melindungi diri sahabat dari infeksi kutil-kutil genital. Beberapa peneliti mengatakan tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa menggunakan kondom dapat berguna melindungi diri terhadap penularan kutil-kutil genital ini.

Beberapa peneliti lainnya mengatakan bahwa kondom memang memberikan suatu perlindungan, walaupun hal ini mungkin tidak sempurna. Prinsip dasarnya adalah bahwa jika Anda saat ini dan di abad sekarang ini aktif secara seksual, bagaimanapun Anda harus menggunakan kondom.

Jika sahabat mendapati kutil atau bisul yang bentuknya mencurigakan atau segala bentuk luka di atas atau di sekitar genital-genital sahabat, jangan ragu-ragu untuk emeriksakannya ke dokter. Bila sahabat terkena infeksi-infeksi, khususnya HPV, semakin awal sahabat memeriksakan diri dan mendapatkan perawatan, semakin besar peluang sahabat untuk memusnahkannya.

Sebagai bahan renungan sahabat, lihatlah foto berikut ini.

HPV_1

HPV_2

HPV_3

HPV_4

HPV_5

GO adalah

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva).

Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian.

Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.

Melalui darah

Penyakit menular seksual ini juga disebut penyakit venereal merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Pengobatan penyakit ini efektif dan penyembuhan cepat sekali. Namun, beberapa kuman yang lebih tua telah menjadi kebal terhadap obat-obatan dan telah menyebar ke seluruh dunia dengan adanya banyak perjalanan yang dilakukan orang-orang melalui transportasi udara.

Pengendalian penyakit menular seksual ini adalah dengan meningkatkan keamanan kontak seks dengan menggunakan upaya pencegahan.  Salah satu di antara PMS ini adalah penyakit gonore yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput lendir saluran kencing,  leher rahim, dubur dan tenggorokan atau selaput lendir  konjungtiva mata.  Kuman ini dapat menyebar ke bagian-bagian lain tubuh organisme melalui darah.

Gejala

Pada pria gejala penyakit ini diawali dengan adanya gangguan ringan pada saluran kencing diikuti dengan rasa nyeri dalam berbagai tingkatan ketika kencing. Muara saluran kencing pada penis dapat berwarna merah dan mengalami pembengkakan. Pada awalnya wanita tidak memperlihatkan gejala-gejala. Biasanya gejala pada mereka malah timbul berbulan-bulan setelah terjadinya infeksi. Penyakit ini kemungkinan dapat ditemukan hanya pada satu pasangan walaupun sudah mengenai keduanya.  Namun pada memperlihatkan gejala seperti: ingin buang air kecil, nyeri waktu kencing, keputihan dan demam.  Gonore dapat menyebabkan infeksi pada indung telur, saluran telur dan saluran kencing dan menyebabkan nyeri hebat dalam panggul.

Jika cairan tubuh yang mengandung kuman ini mengenai mata seseorang dapat timbul konjuntivitis gonore (radang mata kencing nanah). Untuk mengetahui adanya penyakit ini biasanya dilakukan sebagian besar dilakukan dengan pemeriksaan analisa contoh cairan yang diambil dari saluran kencing.  Walaupun tidak ada pemeriksaan darah spesifik untuk mendeteksi adanya kuman gonore namun demikian penting sekali untuk mengambil contoh darah karena ada kemungkinan saja seseorang sekaligus juga tertular dengan PMS lain seperti sifilis atau AIDS.

Pengobatan

Biasanya pengobatan dengan suntikan tunggal atau dosis tungal ceftriaxona yang diminum. Jika infeksi  menular melalui darah biasanya pasien  dirawat untuk mendapat obat antibiotika melalui suntikan intravena.

Sebagai bahan renungan sahabat, disertakan foto-foto penyakit kelamin ini

Gonorhoe_1

gon_fem

Gonorhoe pada wanita

Gonorhoe_2

Gonorrhemaledrips

Gonorhoe 3

Penyebab Gonorhoe

Sahabat, salah satu jenis penyakit kelamin populer yang telah berumur tua tetapi terus ada di dalam komunitas masyarakat adalah sifilis atau raja singa. Disebabkan oleh penyakit kelamin inilah sang Napoleon Bonaparte, penakluk dari perancis ditaklukkan dan dibinasakan. Artikel ini sekali lagi mengingatkan kita semua dampak dari hedonisme kebablasan yang mengakibatkan terjadinya seks bebas yang tidak lagi mengindahkan norma budaya dan norma agama.

Adapun ciri-ciri penyakit ini adalah sebagai berikut :

  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina

Berikut, sebagai renungan sahabat, saya sertakan foto-foto angkara si penyakit kelamin sifilis dalam galeri foto berikut :

sifilis_1

fem_sifilis

Sifilis pada wanita

sifilis_2

sifilis_3

sifiliscure

Sifilis cure

sifilisfeet

Dampak Sifilis pada kaki

bakteri sifilis

Bakteri Penyebab Sifilis

Dalam jurnal Acquired Immune Deficiency Syndromes edisi 1 Maret 2007, para peneliti Spanyol melaporkan hasil penelitian yang menilai dampak sifilis terhadap viral load HIV dan jumlah CD4.

Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, sifilis menimbulkan berbagai gejala. Sifilis primer atau sifilis awal dicirikan dengan luka kelamin yang tidak menyakitkan dikenal sebagai chancre; biasanya sembuh tanpa diobati, tetapi bakteri sifilis tetap ada dalam tubuh. Sifilis sekunder dicirikan dengan ruam kulit, termasuk pada telapak tangan dan kaki; pasien mungkin mengalami gejala serupa flu. Sifilis tertier atau stadium lanjut dapat merusak organ tubuh, termasuk otak, jantung dan mata, mungkin dapat mengakibatkan kebutaan dan demensia. Pengobatan yang baku untuk sifilis awal adalah suntikan penisilin benzatin satu kali.

Penelitian retrospektif ini melibatkan 118 peserta HIV-positif (96% laki-laki, rata-rata berusia 38 tahun) di 12 rumah sakit di Spanyol, yang didiagnosis dengan sifilis awal antara Januari 2004 dan Desember 2005. Separuhnya memakai terapi antiretroviral (ART) saat sifilis didiagnosis; mereka yang memulai ART atau mengganti rejimen ART-nya selama masa penelitian dikeluarkan dari analisis ini. Tujuh puluh enam mempunyai viral load dan jumlah CD4 yang tersedia sebelum dan selama infeksi sifilis; 94 mempunyai viral load dan jumlah CD4 yang tersedia selama dan setelah pengobatan.

Hasil

  • HIV dan sifilis didiagnosis pada waktu yang sama pada 38 pasien (32%).
  • Jumlah CD4 selama infeksi sifilis lebih rendah dibandingkan tiga sampai sembilan bulan sebelum infeksi (496 banding 590).
  • Jumlah CD4 meningkat kembali setelah pengobatan sifilis (dari 509 menjadi 597; P = 0,0001).
  • Viral load HIV meningkat pada 27,6% pasien selama infeksi sifilis:
    • 33% pasien yang sebelumnya dengan viral load terdeteksi mengalami peningkatan viral load;
    • 25% pasien yang sebelumnya dengan HIV tidak terdeteksi menunjukkan viral load terdeteksi.
  • Viral load tidak menurun setelah pengobatan sifilis.
  • Satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan peningkatan viral load adalah tidak memakai ART.
  • Satu-satunya faktor yang dikaitkan dengan jumlah CD4 yang menurun lebih dari 100 selama infeksi sifilis adalah jumlah CD4 sebelumnya.

Kesimpulan

“Infeksi sifilis dikaitkan dengan penurunan jumlah CD4 dan peningkatan viral load HIV pada hampir sepertiga pasien,” para penulis menulis.

Para penulis juga mencatat bahwa, “Pada rangkaian ini, lebih dari dua pertiga kasus sifilis didiagnosis pada pasien yang sebelumnya diketahui terinfeksi HIV” – menunjukkan bahwa orang HIV-positif terus berperilaku seksual yang berisiko.

Dua penelitian ini – termasuk juga penelitian terbaru tentang hubungan antara virus herpes simpleks dan penularan HIV – menunjukkan bahwa skrining dan pengobatan IMS adalah bagian penting dalam pencegahan dan penatalaksanaa HIV.

Menyoroti pentingnya topik ini, belum lama ini diterbitkan dua artikel yang membahas berbagai masalah terkait dengan HIV dan IMS – termasuk kejadian luar biasa baru-baru ini, venereum limfogranuloma dan gonorea yang resistan terhadap obat – satu oleh Jeanne Marrazzo, MD, dalam jurnal Topics in HIV Medicine edisi Februari-Maret 2007.

Seks bebas. Mungkin saat ini bukan menjadi hal tabu untuk dibicarakan. Bahkan terlalu bebasnya, hasil penelitian menunjukkan 22,6% remaja di Indonesia dekat dengan kehidupan seks bebas.

Minimnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi bisa berakibat fatal. Hamil di luar nikah, dan terjangkit penyakit berbahaya seperti AIDS atau penyakit kelamin bisa menjadi hal yang disesali dikemudian hari.

Chlamydia termaasuk satu di antara penyakit kelamin yang sangat mudah ditularkan melalui seks bebas. Penyakit yang disebabkan oleh kuman ini bisa menjangkiti pria dan wanita.

Uniknya, seorang yang terkena kuman ini, tidak sadar telah terjangkiti. Bahkan meskipun belum terinfeksi, penderita dapat menularkan penyakit ini pada pasangannya

Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran seni (urethra), leher rahim (cervix), jalur pelepasan dubur, tenggorokan dan mata. Meskipun mengakibatkan banyak kerumitan, tapi bisa di cegah.

Klamidia — dalam bahasa Indonesianya, kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga beraksi tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk yang paling dapat diobati, tetapi telah menginfeksi sekitar empat juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.

Bagaimanakah penularannya?

Seks bebas tentu saja. Chlamydia tersebar melalui hubungan intim dengan penderitanya, akan lebih rentan lagi jika Anda giat berganti pasangan.

Penyakit ini timbul 2-14 hari setelah terinfeksi. Jika sudah demikian, penderita bisa mengidap penyakit ini selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tanpa mengetahuinya.

Bagi wanita, akan mengalami kejang di perut bagian bawah, perubahan jadwal haid, sakit saat buang air kecil, pendarahan dan perubahan lendir pada alat kelamin. Sedangkan pada pria, akan mengeluarkan lendir pada kemaluan, sakit saat buang air kecil, sakit dan bengkak pada buah zakar.

Bahkan pada wanita dan pria, infeksi pada dubur bisa terjadi tanpa sepengetahuan penderita. Penderita hanya akan merasakan sakit dan lendir pada dubur.

Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak melakukan aktifitas seks sebelum menikah, setialah pada pasangan, jauhi perilaku seks menyimpang dan beresiko, dekatkan diri kepada Tuhan dan ajaran agama, filtrasi ajakan, dorongan, ataupun himbauan yang mengajak langsung ataupun tidak langsung kepada perbuatan a moral dan seks bebas pada media-media informasi seperti televisi, radio, majalah, koran, internet, dan sebagainya, itulah yang perlu dilakukan. Amankan diri sahabat dan diri sahabat dari murka Sang Kuasa.

Berikut foto-foto penyakit ini yang kiranya dapat sahabat jadikan renungan, amin.

Chlamydia_1

Chlamydia_2

Chlamydia_3

Chlamydia_4

Chlamydia_6

Chlamydia_5

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.