Pneumonia adalah infeksi atau radang yang cukup serius pada paru-paru. Dari jenis-jenis pneumonia itu ada yang spesifik/khusus yang disebut dengan tuberkulosis atau tbc atau Tb, yang disebabkan oleh bakteri tuberkulosa. Jenis yang lain, adalah SARS yang adalah pneumonia akibat -sampai hari ini- virus. Berbeda dengan penyakit tuberkulosa yang sudah diketahui penyebab dan obat pastinya, tidak untuk SARS, yang sampai kini masih dicari virus pasti penyebabnya, dan bagaimana cara memusnahkan atau menghindarinya (vaksin).
Mungkin hal itu bisa disamakan seperti awal-awal ditemukannya penyakit tuberkulosa, atau penyakit-penyakit infeksi lainnya.
Jenis-jenisnya
Paru-paru bisa meradang oleh banyak sebab, misalnya karena kuman gram positif (pneumokokus, stafilokokus, dan lain-lain), kuman gram negatif (klebsiela, hemofilus influenza, pseudomonas, legionella, mycoplasma, dan lain-lain), virus, jamur, maupun bahan-bahan kimia lain. Jika dihitung, mungkin ada sekitar 30 agen penyebabnya.
Ditinjau dari gambaran radiologis (rontgen), pneumonia tipikal berbeda dengan pneumonia atipikal. Pneumonia tipikal adalah infeksi paru-paru pada kantung udara (alveoli), yaitu cairan (infiltrat) berkumpul di dalam alveoli dan mengganggu pertukaran oksigen. Gambaran rontgen menunjukkan gambaran berupa bayangan jernih dengan batas yang jelas.
Pneumonia atipikal adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan radang pada jaringan di sekitar alveoli dengan akibat lebih lanjut adalah mengempisnya alveoli, berkurangnya suplai darah ke alveoli, dan mengganggu proses pertukaran udara. Gambaran rontgen menunjukkan bayangan tidak jelas dengan batas yang kabur.
Pada penderita pneumonia, kantong udara paru-paru penuh dengan nanah dan cairan yang lain. Dengan demikian, fungsi paru-paru, yaitu menyerap udara bersih (oksigen) dan mengeluarkan udara kotor menjadi terganggu. Akibatnya, tubuh menderita kekurangan oksigen dengan segala konsekuensinya, misalnya menjadi lebih mudah terinfeksi oleh bakteri lain (super infeksi) dan sebagainya. Jika demikian keadaannya, tentu tambah sukar penyembuhannya. Penyebab penyakit pada kondisi demikian sudah beraneka macam dan bisa terjadi infeksi yang seluruh tubuh.
Penularan dan Infeksi
Pneumonia dapat terjadi akibat menghirup bibit penyakit di udara, atau kuman di tenggorokan terisap masuk ke paru-paru. Penyebaran bisa juga melalui darah dari luka di tempat lain, misalnya di kulit. Jika melalui saluran napas, agen (bibit penyakit) yang masuk akan dilawan oleh pelbagai sistem pertahanan tubuh manusia. Misalnya, dengan batuk-batuk, atau perlawanan oleh sel-sel pada lapisan lendir tenggorokan, hingga gerakan rambut-rambut halus (silia) untuk mengeluarkan mukus (lendir) tersebut keluar. Tentu itu semua tergantung besar kecilnya ukuran sang penyebab tersebut.
Jangan menganggap kita berada di kotak steril tanpa bibit penyakit. Udara sekitar kita penuh dengan bibit-bibit penyakit. Seseorang tidak jatuh sakit karena ada keseimbangan antara sistem pertahanan tubuh kita, serta jumlah maupun keganasan bibit penyakit. Yang dimaksud dengan sistem pertahanan tubuh, misalnya struktur kulit, proses batuk, hingga sel-sel pembunuh yang berada dalam darah maupun cairan limfe kita (sistem antibodi). Untuk itu penting selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit menghadapi serangan penyakit.
Pada orang-orang yang terganggu pertahanan tubuhnya, misalnya kesadaran menurun, usia lanjut, menderita penyakit pernapasan kronik/PPOM, infeksi virus, diabetes mellitus, dan penyakit kronis lainnya, termasuk juga pada penderita penyakit payah jantung atau kanker, mereka itu menjadi mudah sakit. Selain itu, jumlah bakteri atau virus serta keganasan virus/bakteri tersebut yang masuk ke tubuh calon penderita bisa mempengaruhi, apakah seseorang menjadi sakit atau tidak.














