Putra Jati Melayu

30 Juli, 2009

Anne Ahira, Srikandi Indonesia Yang Dijuluki Sebagai “Otaknya Asia” – Part 2

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 12:07:53

“Pada waktu menjajakan dagangan ke petani itulah saya sering tiduran tiduran diatas jerami sambil menerawang kelangit, seolah-olah berdiskusi langusng dengan Tuhan. Saya melihat burung elang terbang sambil berfikir; kelak saya juga ingin terbang seperti itu, disitu juga saya berfantasi untuk keliling dunia. Ada sebuah pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya: apakah 10 s/d 15 tahun mendatang saya masih tetap menjadi penjual pisang goreng? Kalau sudah begitu hati saya menolak!Tuhan…. saya tidak mau…. saya tidak mau….!”.

Itulah masa inkubasi bagi semua mimpi-mimpi Ahira, termasuk keinginannya untuk dapat berkeliling dunia. Pada satu sisi, mimpi itu adalah tanda-tanda yang akan menuntunnya untuk menemukan legenda pribadi, tapi pada sisi lainnya ia juga merupakan ujian atas iman dan keyakinannya. “Entah bagaimana saya selalu menuliskan mimpi-mimpi saya, ingin punya sepatu roda, ingin sepeda, ingin punya rumah besar dan punya banyak mobil, serta ingin keliling dunia. Semua daftar rincian itu selalu saya bacakan, pada waktu ngomong sama Tuhan diatas jerami, karena khawatir tidak dicatat, Tuhan jadi bingung karena saya banyak permintaan. Pada awalnya mama marah-marah karena saya sering menggunting gambar-gambar kota Paris, kota-kota di Eropa dan Amerika yang ada di kalender sebelum habis masanya. Gambar itu saya jadikan backround guntingan foto-foto saya, sehingga seolah-olah saya sudah pergi kesana, dan kemudian saya pasang dikamar. Jadi sebelum tidur saya selalu melamun melihat foto tersebut. Saya bayangkan, oh iya ya sudah ke Amerika, oh iya ya sudah ke Paris, dan kalau sudah melamun seperti itu baru saya bisa tidur. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sedang sulit, kadang ibu saya menjadi frustasi, sedih melihat anaknya banyak keinginan dan bermimpi macam-macam. Suatu hari, saya diseret sama mama ke depan cermin; ngaca kamu, lihat dicermin, kamu itu siapa? Kamu ini bukan anak orang kaya, mama kamu ini hanya seorang penjual pisang goreng, papa kamu itu hanya seorang karyawan biasa. Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh, yang penting kamu sekolah yang pintar. Pada kondisi seperti itu, kakek saya bilang; “Jika kamu punya cita-cita daripada ngomong ke mama kamu nanti malah dimarahin terus, lebih baik ngomong saja sama yang diatas! Kalau kamu minta terus setiap hari ke Tuhan, pasti dikabulkan.” Itulah awalnya, saya jadi suka tiduran diatas jerami untuk ngomong sama Tuhan.

Turning Point

Seperti kata sebuah lagu; tak selamanya mendung itu kelabu! Sang mama yang selama ini selalu menentang semua mimpi-mimpinya, suatu hari berkata; “Kalau kamu ingin berkeliling dunia, kamu harus bisa bahasa Inggris, kalau nggak bisa bahasa Inggris ya nggak bisa keliling dunia”. Bagaikan minyak menyiram bara dalam sekam, berkobarlah nyala antusiasme Ahira untuk mengambil kursus Bahasa Inggris. “Untuk bisa membiayai kursus saya esti melakukan pekerjaan ekstra dengan jualan es dan bahkan membantu bapak saya jadi kernet angktan umum secara paruh waktu. Sepulang sekolah dan jualan, saya memperoleh duit tambahan untuk membayar kursus Bahasa Inggris. Pada waktu masuk SMP, saya sering jalan-jalan ke Braga (nama sebuah jalan dikota Bandung) karena ingin ketemu bule untuk bisa praktik bahasa Inggris. Jadi kalau ketemu bule saya menawarkan diri untuk menjadi guide gratis. Dari situ, suatu kali ada seorang warga negara Amerika yang bersimpati, sehingga sering kontak dan terus berkomunikasi, sampai akhirnya bule itu mengadopsi saya menjadi anaknya, sampai sekarang.

Singkat cerita, pada saat lulus SMA, sya sudah lancar berhasa Inggris, Bahasa Jerman, dan Bahasa Korea. Meski begitu saya masih dalam pencarian jati diri. Misalnya setelah lulus kuliah, saya tidak mau hanya mendapat gelar, karena apa bedanya dengan ratusan ribu lulusan kuliah di seluruh Indonesia? Karena saya melihat fakta begitu banyak lulusan sarjana dari perguruan tinggi terkenal, tetapi masih menganggur, kalau toh sudah bekerja, kadang nggak nyambung dengan studinya. Dengan nilai Ebtanas tertinggi se-Bandung Raya, saya bisa diterima di Unpad, tetapi saya memutuskan masuk STBA. Pada masa-masa inilah saya mulai memberikan kursus Bahasa Inggris, mengajar orang-orang kaya yang memiliki banyak teman, yang kebanyakan punya pabrik tekstil dan pabrik plastik di Bandung. Penghasilan saya dari mengajar ekspatriat waktu itu Rp. 15 Juta / bulan, wah saya menjadi mahasiswa kaya. Tapi saya sadar, kalau saya nggak ngajar, maka saya nggak punya uang. Saya nggak mau seperti itu. Saya mau duit selalu mengalir seperti air yang mengalir terus, dengan sekali pasang paralon. Pada saat itulah saya mulai melihat internet, dimana internet memberikan peluang seperti yang saya inginkan, kalau saya ingin kemana aja; ke Australia, ke Amerika, ke Eropa, selama ada laptop dan koneksi online, maka bisa menjadi kantor saya. Dunia internet itulah yang dapat mewujudkan keinginan saya untuk terbang tanpa perlu khawatir pada masalah uang. — continued –

28 Juli, 2009

Anne Ahira, Srikandi Indonesia yang Dijuluki Sebagai “Otaknya Asia” – Part 1

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 10:07:18

Tak pernah ada yang mengira, gadis kecil penjual pisang goreng yang sehari-hari menjajakan dagangannya dikampung-kampung pinggiran kota Bandung itu mampu mendobrak keluar dari berbagai kungkungan keterbatasan, sehingga kelak berhasil sukses seperti sekarang. Tak sanak saudara, ataupun kedua orangtuanya bisa membayangkan, gadis tomboy yang dahulu sering dipanggil dengan sebutan Ujang-Hira (panggilan untuk anak laki-laki) itu bakal menjelma menjadi seorang super-affiliate (seorang yang paling ahli menjual via internet), yang sempat mencapai peringkat 4 dunia, dengan penghasilan mencapai USS 5000 per hari. Tapi itulah yang terjadi, alam telah memilihnya menjadi saksi atas kekuatan maha dahsyat dari sebuah mimpi. Sekaligus menjadi bukti, bahwa segala sesuatu yang dapat diimpikan manusia, pasti bisa pula diwujudkan, betapapun mimpi tersebut sebelumnya tampak begitu liar dan mustahil.

Inilah kisah tentang sebuah mimpi yang jauh melampaui zamannya, dan aktualisasi potensi seorang anak perempuan yang mengalahkan berbagai keterbatasan, kekurangan, dan kemiskinan. Seperti layaknya sebuah legenda, cerita megah itu menampilkan Anne Ahira sebagai tokoh utamanya. Sang pendiri Asian Brain, sebuah sekolah Online Marketing yang memiliki puluhan ribu siswa itu, menginspirasikan suatu pergulatan dan perjuangan hidup yang secara esensial mirp dengan yang dilakukan oleh R.A. Kartini, melalui surat-suratnya kepada Stella Zeehandelaar.

Keberhasilannya memenangkan pergulatan hidupnya itulah, yang bukan saja mengubah taraf hidupnya dan keluarga, tetapi juga membuat ia memperoleh penghargaan dari Menteri Negara Koperasi dan UKM sebagai satu dari sebelas UKM yang turut mengubah Indonesia. Dan sejak saat itu dia sering dipanggil Pak Menteri Suryadharma Ali, untuk mengajar dan memberikan inspirasi kepada sejumlah UKM dan Koperasi. Hingga pada puncaknya, Ahira bahkan diminta untuk memberikan presentasi di Forum APEC, dihadapan para delegasi dari 26 negara.

Begitulah kekuatan magis sebuah mimpi dalam mengubah arah sejarah kehidupan. Mimpi yang sering muncul dalam bentuk hasrat, keinginan kuat yang konsisten sehingga ingin selalu kita tunaikan, adalah bahasa Tuhan dalam menunjukkan arah yang mesti kita tuju. Dahulu, pada saat kita masih belia, mimpi seperti itu terlihat begitu jelas dan terasa sangat mungkin terjadi. Kita semua tidak takut untuk bermimpidan mendambakan segala yang kita inginkan dapat terwujud. Tapi sayang, dengan berlalunya waktu, suatu daya misterius mulai meyakinkan kita, bahwa mustahil rasanya untuk mewujudkan semua mimpi tersebut. Tapi sebaliknya, begitu seseorang mampu dan tahan untuk terus menggenggam mimpi dan hasrat yang bersumber di dalam jiwa alam semesta, maka segenap alam semesta akan berkonspirasi untuk membantu meraihnya.

Demikianlah kesaksian seorang Anne Ahira, yang sejak kecil telah memilki banyak mimpi dan fantasi yang sangat “liar”, khususnya jika diukur dari keadaan ekonomi orang tuanya. “Pada saat saya berumur 7 tahunan, bapak saya kena tipu sehingga seluruh gajinya harus disetorkan ke bank!. Karena itu seluruh anggota keluarga harus bekerja. Setiap pagi saya berangkat ke sekolah membawa tas yang berisi buku dan pisang goreng, untuk saya jual disekolah, kadang saya titipkan ke warung. Pulang sekolah saya berjalan kaki sejauh 3 km melewati sawah-sawah, untuk menjajakan pisang goreng yang tersisa kepada petani. Sepanjang perjalanan, pesan ibu terus mengiang;kalau kamu tidak berjualan pisang goreng kita nggak ckup makan dan kamu nggak bisa nerusin sekolah. Kondisi itulah yang kemudian menempa rasa tanggung jawab saya”, ungkap Ahira, saat mengenang masa kecilnya yang serba susah. — continued –

27 Desember, 2008

Pierre Omidyar : eBay, Founder and Chairman

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 10:12:42

Bisnis didunia maya kini tidak lagi menjadi hal baru. Perdagangan dengan sistem online ini kian populer sejak dimasyarakatkan oleh Pierre Omidyar yang kemudian mendirikan situs perdagangan online terbesar, eBay. Pria kelahiran Paris, perancis, 21 Juni 1967 ini sejak kecil sudah menampakkan minat dan bakatnya dalam pemrograman komputer.

Omidyar yang berdarah Iran kemudian mengasah kemampuannya dalam programming komputer disekolah dan diluar sekolah. Kemudian, berawal dari keinginannya untuk membantu perpustakaan disekolah menengah tempatnya belajar, Omidyar menyusun katalog online, ia pun menuai keberuntungan. Rupanya, dari proyek sukarela inilah karir cemerlang Omidyar berawal. Katalog online ini kemudian memuluskan jalannya menuju profesi ahli pemrograman komputer.

Omidyar lulus kuliah dari Universitas Tufts pada tahun 1988 dengan gelar B.S (Bachelor of Science) di bidang ilmu komputer. Awal karirnya mulai terlihat ketika tahun 1991 bergabung dengan perusahaan Claris, sebuah anak perusahaan Apple Computer. Di sana ia menjabat sebagai consumer software engineer. Pada tahun 1994, ia mendirikan Inc. Development Corporation yang kemudian mengalami dan diberi nama eShop. Pada saat itu eShop adalah pimpinan teknologi perangkat lunak perdagangan berbasis internet. Pada tahun 1996, perusahaan ini diakuisisi oleh Microsoft.

Tahun 1995, Omidyar mendirikan perusahaan domain EchoBay.com yang kemudian dipatenkan dengan nama eBay.com. Seperti halnya karir Omidyar dalam dunia programming, ebay pun didirikannya dengan niat untuk membantu teman dekat untuk mendapatkan pembeli untuk produk yang dijualnya. Sekali lagi, niat isengnya untuk membantu teman, kemudian berubah menjadi ladang bisnis prospektif. Walaupun awalnya peluncuruan bisnis eBay merupakan uji coba terhadap bisnis yang berbasis internet, hal ini justru menjadi awal keberuntungan bagi Omidyar sehingga situs lelang internet itu kini makin populer.

Sementara itu, dalam mengelola eBay, Omidyar tak pernah lepas dari nilai-nilai baik. Ia percaya bahwa pada dasarnya manusia itu baik. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu dalam menjalankan bisnis eBay, Omidyar memperlakukan setiap pribadi yang terlibat dengan sebaik mungkin.

Omidyar memiliki cita-cita agar para penjual dan pembeli yang ada bersama-sama membentuk sebuah dunia perdagangan online yang berkesinambungan, seperti perkembangan eBay sekarang ini.

22 November, 2008

Mochtar Riady, Bankir Tersukses Indonesia

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 01:11:07

Orang banyak mengenal Mochtar Riady sebagai seorang praktisi perbankan jempolan dan seorang konglomerat yang visioner, pandangannya yang jauh ke depan dan sarat dengan filosofi menjadi panutan banyak para pengusaha dan para pelaku pasar. Kali ini kita akan menyoroti jalannya meniti sukses, yang tentu saja tidak semudah dibayangkan oleh banyak orang. Mochtar Riady sudah bercita-cita menjadi seorang bankir di usia 10 tahun. Ketertarikan Riady yang dilahirkan di Malang pada tanggal 12 mei 1929 ini disebabkan karena setiap hari ketika berangkat sekolah, dia selalu melewati sebuah gedung megah yang merupakan kantor dari Nederlandsche Handels Bank (NHB) dan melihat para pegawai bank yang berpakaian parlente dan kelihatan sibuk. Riady adalah anak seorang pedagang batik. Pada tahun 1947, Riady ditangkap oleh pemerintah Belanda dan di buang ke Nanking, Cina, di sana ia kemudian mengambil kuliah filosofi di University of Nanking. Namun karena ada perang, Riady pergi ke Hongkong hingga tahun1950 dan kemudian kembali ke Indonesia. Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, namun ayahnya tidak mendukung karena profesi bankir menurut ayahnya hanya untuk orang kaya, sedangkan kondisi keluarga mereka saat itu sangat miskin. Pada tahun 1951 ia menikahi seorang wanita asal jember, oleh mertuanya, Riady diserahi tanggungjawab untuk mengurus sebuah toko kecil. Dalam tempo tiga tahun Riady telah dapat memajukan toko mertuanya tersebut menjadi yang terbesar di kota Jember. Cita-citanya yang sangat ingin menjadi seorang banker membuatnya untuk memutuskan pergi ke Jakarta pada tahun 1954, walaupun saat itu dia tidak memiliki seorang kenalan pun di dan ditentang oleh keluarganya. Riady berprinsip bahwa jika sebuah pohon ditanam di dalam pot atau di dalam rumah tidak akan pernah tinggi, namun akan terjadi sebaliknya bila ditanam di sebuah lahan yang luas. Untuk mencari relasi, Riady bekerja di sebuah CV di jalan hayam wuruk selama enam bulan, kemudian ia bekerja pada seorang importer, di waktu bersamaan ia pun bekerjasama dengan temannya untuk berbisnis kapal kecil. Sampai saat itu, Riady masih sangat ingin menjadi seorang bankir, di setiap kali bertemu relasinya, ia selalu mengutarakan keinginannya itu. Suatu saat temannya mengabari dia jika ada sebuah bank yang lagi terkena masalah dan menawarinya untuk memperbaikinya, Riady tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut walau saat itu dia tidak punya pengalaman sekalipun. Riady berhasil meyakinkan Andi Gappa, pemilik bank Kemakmuran yang bermasalah tersebut sehingga ia pun ditunjuk menjadi direktur di bank tersebut. Di hari pertama sebagai direktur, Riady sangat pusing melihat balance sheet, dia tidak bisa bagaimana cara membaca dan memahaminya, namun Riady pura-pura mengerti di depan pegawai akunting. Sepanjang malam dia mencoba belajar dan memahami balance sheet tersebut, namun sia sia, lalu dia meminta tolong temannya yang bekerja di Standar Chartered Bank untuk mengajarinya, tetapi masih saja tidak mengerti.Akhirnya dia berterus terang thd para pegawainya dan Pak Andi Gappa, tentu saja mereka cukup terkejut mendengarnya. Permintaan Riady pun untuk mulai bekerja dari awal disetujuinya, mulai dari bagian kliring, cash, dan checking account. Selama sebulan penuh Riady belajar dan akhirnya ia pun mengerti tentang proses pembukuan, dan setelah membayar seorang guru privat ia akhirnya mengerti apakah itu akuntansi. Maka mulailah dia menjual kepercayaan, hanya dalam setahun bank Kemakmuran mengalami banyak perbaikan dan tumbuh pesat. Setelah cukup besar, pada tahun 1964, Riady pindah ke Bank Buana, kemudian di tahun 1971, dia pindah lagi ke Bank Panin yang merupakan gabungan dari Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri Dagang Indonesia.
Mochtar Riady hampir selalu sukses dalam mengembangkan sebuah bank, dia memiliki filosofi tersendiri yang ia sebut sebagai Lie Yi Lian Dje. Lie berarti ramah, Yi memiliki karakter yang baik, Lian adalah kejujuran sedangkan Dje adalah memiliki rasa malu. Visi dan pandangan Riady yang jauh ke depan seringkali membuat orang kagum, dia dapat dengan cepat membaca situasi pasar dan dengan segera pula menyikapinya. Salah satu contohnya ketika dia berhasil menyelamatkan Bank Buana tahun 1966. Saat itu Indonesia sedang mengalami masa krisis karena Indonesia berada pada masa peerubahan ekonomi secara makro, ketika itu Riady sedang berkuliah malam di UI, di situ dia dikenalkan dengan beberapa pakar ekonomi seperti Emil Salim, Ali Wardhana,dkk. Riady segera sadar dan segera mengubah arah kebijakan Bank Buana. Pertama, dia menurunkan suku bunga dari 20 % menjadi 12 %, padahal pada waktu itu semua bank beramai-ramai menenaikkan suku bunganya. Karena suku bunga yang rendah tersebut maka para nasabah yang memiliki kredit yang belum lunas segera membayar kewajibannya. Sedangkan para usahawan yang akan meminjam diberi syarat ketat khususnya dalam hal jaminan, namun karena bunga yang ditawarkan Bank Buana sangat rendah diabanding yang lain maka banyak debitur yang masuk dan tak ragu untuk memberikan jaminan. Dengan cara itu Bank Buana menjadi sehat padahal pada waktu itu banyak klien dan bank yang bangkrut. Dengan otomatis orang mengenal siapa Mochtar Riady. Mochtar Riady yang lahir di Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 adalah pendiri Grup Lippo, sebuah grup yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan. Jumlah seluruh karyawannya diperkirakan lebih dari 50 ribu orang. Aktivitas perusahaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hadir di kawasan Asia Pasifik, terutama di Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai. Sejarah Grup Lippo bermula ketika Mochtar Riady yang memiliki nama Tionghoa, Lie Mo Tie membeli sebagian saham di Bank Perniagaan Indonesia milik Haji Hasyim Ning pada 1981. Waktu dibeli, aset bank milik keluarga Hasyim telah merosot menjadi hanya sekitar Rp 16,3 miliar. Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin. Di BCA Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp 5 triliun. Bergabung dengan Hasyim Ning membuat ia bersemangat. Pada 1987, setelah ia bergabung, aset Bank Perniagaan Indonesia melonjak naik lebih dari 1.500 persen menjadi Rp 257,73 miliar. Hal ini membuat kagum kalangan perbankan nasional. Ia pun dijuluki sebagai The Magic Man of Bank Marketing. Dua tahun kemudian, pada 1989, bank ini melakukan merger dengan Bank Umum Asia dan semenjak saat itu lahirlah Lippobank. Inilah cikal bakal Grup Lippo. Saat ini Group Lippo memiliki lima cabang bisnis yakni :1. Jasa keuangan : perbankan, reksadana, asuransi, manajemen asset,sekuritas
2. Property dan urban development : kota satelit terpadu, perumahan, kondominium, pusat hiburan dan perbelanjaan, perkantoran dan kawasan industri.
3. Pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi.
4. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.
5. Bidang industri yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi. Melalui Lippo Industries, grup ini juga aktif memproduksi komponen elektonik seperti kulkas dan AC merk Mitsubishi. Sedangkan komponen otomotif perusahaan yang dipimpin Mochtar ini sukses memproduksi kabel persneling.

Kisah Oprah Winfrey

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 12:11:18

Siapa yang tidak kenal Oprah Winfrey? Pembawa talkshow termahal, terkaya di dunia ini, berhasil sukses besar dari sebuah latar belakang yang tidak bagus. Namun ia berhasil melaluinya, malah menjadi sukses besar. Di kala beberapa orang mengeluhkan kondisi latar belakang, kondisi diri sekarang yang mungkin kurang atau tidak bagus, padahal keadaan depan tidak tergantung pada sekarang, karena keadaan bisa diubah.

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumahtangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.

Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter.

1 September, 2008

F.A von Hayek, Suksesor Liberalisme

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 10:09:27

Hayek

 Peran Friedrich August von Hayek pada akhir abad ke-20 seiring dengan runtuhnya sosialisme mungkin dapat dikatakan hampir mirip dengan peran yang dimainkan oleh Adam Smith pada abad ke 18, yang memberikan pencerahan dan penekanan pada kekuatan kreatif dari kebebasan dan ekonomi pasar.  Ia bahkan dianggap sebagai figure kunci di abad ke 20 bagi kemunculan kembali liberalisme. Dengan sendirinya, sumbangan dan peran besar yang dimainkan oleh Hayek dalam penyebarluasan ide dan tatanan kebebasan membuat ia menjadi musuh nomor 1 dari kelompok sosialis. Mulai dari karyanya yang terkenal “The Road to Serfdom” (1944), “The Constitution of Liberty” (1960) hingga “The Fatal Conceit: The Errors of Socialism” (1989), gagasan Hayek tentang kapitalisme global memberikan pengaruh yang tak sedikit kepada para pemikir dan filsuf  terkenal seperti K. R. Popper dan Robert Nozick. Bukan itu saja gagasan-gagasanya pun memberikan kontribusi pengaruh yang tak sedikit terhadap para pemimpin politik di Timur maupun Barat, seperti Ludwig Erhard, Margaret Thatcher atau Ronald Reagan, dan Vaclav Klaus dari Republik Czech, Leszek Balcerovicz dari Polandia, dan Mart Laar dari Estonia, serta banyak lagi yang lainnya. Oleh karenanya sekali lagi Hayek menjadi target yang terkenal dari para kelompok sosialis, proteksionist, dan belakangan para pengkritik globalisasi dan neo-liberal.   

Hayek memberikan kontribusi yang tak sedikit terhadap perdebatan yang menyangkut spontaneous order dan limits of knowledge. Pemikiran Hayek juga memberikan kontribusi pemahaman yang menyangkut  kebijakan kompetisi dalam konteks pasar terbuka, konstitusi dan desentralisasi system politik dan kontrol terkadap kekuasaan. Kompetisi oleh Hayek dianggap sebagai prosedur terbaik bagi pencarian solusi baru dan terbaik, dan memberikan kesempatan yang terbaik bagi setiap individu dalam mengejar kebahagian hidup mereka.

 

Sumbangan Hayek terpenting lainnya muncul pada arena politik dengan keterlibatannya dalam pendirian “Mont Pelerin Society” pada 10 April tahun 1947.  Dengan mengundang sekitar 36 orang yang kebanyakan merupakan ekonom, sejarahwan, filsuf, untuk hadir di Mont Pelerin, Switzerland, Hayek mengajak mereka mendiskusikan mengenai negara dan penerapan liberalisme baik sebagai sebuah pemikiran maupun didalam praktek.

 

Hayek dilahirkan pada tanggal 8 Mei tahun 1899, di Vienna, Austria putra dari Dr. August von Hayek, Professor ilmu Botani pada University of Vienna.   Friedrich August von Hayek died on March 23, 1992.  Ia menerima penghargaan The Bank of Sweden Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel pada tahun 1974 untuk kategori ekonomi bersama-sama dengan Gunnar Myrdal

 

Dibawah ini adalah beberapa diantara karya yang dihasilkan Hayek.

 

  • Geldtheorie und Konjunkturtheorie, Wien, 1929, also in English as Monetary Theory and the Trade Cycle, London, 1933, as well as in Spanish and Japanese translations.
  • Prices and Production, London, 1931, also in German, Chinese, French and Japanese translations.
  • Monetary Nationalism and International Stability, London, 1937.
  • Profits, Interest, and Investment, London 1939. 
  • The Pure Theory of Capital, London, 1940, also in Japanese and Spanish translations.
  • The Road to Serfdom, London and Chicago, 1944, also in Chinese, Danish, Dutch, French, German, Italian, Japanese, Norwegian, Portuguese, Spanish and Swedish translations.
  • Individualism and Economic Order, London and Chicago, 1949, also in German and an abridged Norwegian translation.
  • John Stuart Mill and Harriet Taylor, London and Chicago, 1951.
  • The Counter-Revolution of Science, Chicag,o 1952, also in German, Italian and an abridged French translation
  • The Sensory Order, London and Chicago, 1952.
  • The Constitution of Liberty, London and Chicago, 1960, also in Spanish, German and Italian translations.
  • Studies in Philosophy, Politics, and Economics, London and Chicago, 1967.
  • Law, Legislation and Liberty, vol. I, Rules and Order, London and Chicago, 1973

31 Agustus, 2008

Pelajaran Cinta dari Pendiri Apple

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 11:08:25

Semakin Anda mencintai bisnis atau pekerjaan yang Anda jalani, semakin Anda menemukan arti hidup sesungguhnya.  Seperti juga kecintaan Steve Jobs, CEO Apple Inc. dan Pixar Animation Studios terhadap pekerjaan dan bisnisnya.  Walau sempat dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, tak ada kata menyerah dari Steve Jobs.

Steve Jobs adalah satu dari sekian nama entrepreneur sukses yang dropped out dari universitas, selain Bill Gates dari MicroSoft Inc. dan Michael Dell dari Dell Computer Corp. Ia memutuskan keluar dari Reed College karena kasihan pada orang tua angkatnya yang harus membiayai pendidikannya yang
mahal.

Di usia 20 tahunan, ia dan Steven Wozniak membangun cikal bakal komputer Macintosh di garasi rumah orang tuanya. Di tahun 1976, mereka berhasil mempopulerkan konsep personal computer pada dunia. Dan dalam 10 tahun, dua sekawan ini berhasil membangun Apple menjadi perusahaan beraset 2 miliar dollar dan memiliki lebih dari 4.000 karyawan.

Tetapi di saat ia berumur 30 tahun, Jobs harus menerima kenyataan pahit. Ia dipecat oleh Board of Director dari perusahaan yang didirikannya, karena kegagalan visinya dan kejatuhan Apple di kala itu.

Ketika itu Jobs merasa hancur, malu, impiannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa selama berbulan-bulan. Sampai kemudian ia bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce, ia pun mencoba memaafkan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya.

Tapi ada satu yang tak berubah, walaupun ia pernah ditolak,  Jobs masih mencintai, bahkan sangat mencintai apa yang  dikerjakannya. Maka ia pun berusaha untuk bangkit, memulai segala sesuatunya dari awal lagi.

Lima tahun kemudian, Jobs mendirikan perusahaan Pixar Animation Studios yang membuat film animasi komputer pertama di dunia -“Toy Story”- dan berhasil memenangkan penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik. Dan tak lama kemudian ia bertemu dan jatuh cinta dengan perempuan
yang kini menjadi istrinya.

Beberapa waktu kemudian, Apple membeli Pixar dan Jobs pun kembali menduduki jabatannya di perusahaan yang dulu ia dirikan. Sedangkan teknologi yang ia bangun di Pixar menjadi jantung kebangkitan Apple di masa kini.

Apple menjadi pemimpin inovasi dalam industri dekstop dan notebook, operating system, musik digital –dengan perangkat iPod dan iTunes, toko musik online-.

Sedangkan Pixar menjadi penghasil film-film animasi box office  dan pemenang Oscar, seperti Toy Story, A Bug’s Life, Monsters Inc., Finding Nemo dan The Incredibles.

Kini Steve Jobs bisa berkata bahwa pernah dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada dirinya. Ibarat meminum sebuah pil pahit. Tetapi apa yang membuat
Jobs bangkit dan terus maju adalah keyakinan dan kecintaannya pada apa yang ia kerjakan. Karena bagi Jobs, itu adalah satu-satunya cara mendapatkan hasil pekerjaan yang terbaik.

Dan jika sampai sekarang Anda belum juga mengetahui pekerjaan apa yang anda cintai. Teruslah mencari, sampai hati Anda merasakannya bahwa Anda telah menemukannya.

12 Agustus, 2008

Ciputra, Pemilik Property Terkemuka Indonesia

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 04:08:04
foto berita artikelIr. Ciputra, sosok Bapak Property Indonesia ini begitu lekat dengan kerja keras dari semenjak awal hidupnya. Semenjak Pak Ci kecil, begitu ia biasa disapa, ia sudah sangat terbiasa menghadapi berbagai badai dalam kehidupannya. Namun semua itu justru membentuknya menjadi seorang yang tahan banting dan kreatif.

Dimulai saat Pak Ci masih berusia 12 tahun, ia sudah harus menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya tewas dibunuh oleh tentara Jepang. Ciputra kecil sudah harus bekerja menghidupi ibu dan adik-adiknya yang masih kecil sambil terus bersekolah.

Selepas SMP di Gorontalo, ia kemudian melanjutkan SMA di Manado. Tamat SMA Pak Ci kemudian hijrah ke Bandung untuk kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur ITB. Di Bandung pun Pak Ci masih terus bekerja untuk membiayai studinya dan keluarganya di kampung.

Dengan kreatifitas dan kedisiplinannya dalam bekerja, sedikit demi sedikit Pak Ci mulai mengumpulkan modal untuk membangun bisnisnya. Banyak pihak mulai mempercayai tangan dinginnya dalam menyulap sebuah lahan menjadi property. Salah satu proyeknya yang paling dikenal hingga saat ini adalah Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Ancol yang semuala hanyalah rawa-rawa, disulap menjadi arena bermain yang bergengsi hingga saat ini. Bukan itu saja, Pak Ci juga memperluas Ancol dengan menimbun laut guna memperpanjang garis pantai dari 3,5 km menjadi 10,5 km untuk menampung fasilitas hiburan yang dimiliki Ancol.

Namun perjalanan bisnis seorang Pak Ci tidak mulus begitu saja, pada saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, bisnis Pak Ci pun terpukul hebat, karena hutang yang dimilikinya dalam bentuk dollar. Namun setelah melalui restrukturisasi hutang senilai $181 juta dollar Amerika, akhirnya bisnis Pak Ci dapat berjalan kembali.

Setelah sukses dengan berbagai mega proyek property yang ditanganinya, Pak Ci juga terpanggil untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Untuk itu Pak Ci membuat sekolah-sekolah unggulan yang mementingkan proses belajar kreatif untuk menciptakan manusia unggul.

Jadi apa yang menjadi rahasia seorang Ciputra sehingga ia bisa sedemikian berhasil mengembangkan bisnisnya? Mengenai hal tersebut, Pak Ci pernah mengatakan dua resep utamanya, yaitu memiliki mimpi yang kreatif dan mewujudkannya lewat kerja keras.

Sekarang, di usianya yang telah lebih dari 75 tahun, lelaki kelahiran Parigi Sulawesi Tengah ini masih memiliki mimpi yang ingin dicapainya. Kali ini mimpinya tidak main-main, Pak Ci ingin memiliki blue ocean company yang merambah manca negara. Untuk mewujudkannya, Pak Ci tengah menggarap CHIC (Ciputra Hanoi International City) di Vietnam yang luasnya mencapai 368 hektar. Proyek ini terdiri dari apartemen kelas menengah atas yang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang layaknya sebuah kota, seperti sekolah internasional, pusat perbelanjaan, perkantoran, rumah sakit dan lain sebagainya. Proyek yang terbagi dalam 3 tahap ini direncanakan akan selesai pada tahun 2013.

Selain itu, di India, tepatnya di West Bengal, Pak Ci melalui Beyond Limit International Ltd, yang merupakan gabungan Ciputra Group dan Salim Group, tengah membangun Kolkata West International City di lahan 400 hektar dengan nilai investasi mencapai $330 juta dollar Amerika. Itu belum termasuk proyek-proyek lain yang juga ditangani Ciputra Group di Singapura, Hawaii, Vietnam hingga Timur Tengah.

Semua pahit getir yang pernah dialami Pak Ci dalam menjalani hidup maupun mengembangkan bisnisnya, membuat Pak Ci disiplin dalam mendidik keempat anaknya. Selain itu sebagai penganut agama yang taat, Pak Ci juga membekali anaknya dengan pelajaran moral, termasuk dalam hal kejujuran dan tanggung jawab. Untuk itu Pak Ci melatih anaknya bertanggung jawab dengan memberikan saham perusahaan kepada keempat anaknya. “Setelah mampu, mereka akan memegang tampuk kepemimpinan Ciputra Group”, katanya.

Pak Ci berharap proyek-proyeknya di luar negeri dapat berjalan sukses. “Inilah mimpi saya, dan sudah saya ucapkan. Sekarang tinggal melaksanakannya”, ucapnya.

26 Juli, 2008

Warren Buffett Penantang Terdepan

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 09:07:56

Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri rakasasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang tertajir sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajamam pikirannya amat luar biasa sehinga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.

Gates bisa saja tetap terkaya tahun ini jika saja ia tidak ingin mengakuisisi Yahoo!. Langkahnya menawar Yahoo! awal Februari lalu diragukan pasar, sehingga harga saham Microsoft terus anjlok. Bahkan sehari sebelum Microsoft mengumumkan penawarannya ke Yahoo!, nilai sahamnya merosot 13%. Akibatnya, harta Gates yang sebagian besar masih tertumpu di Microsoft, pun ikut tergerogoti. Secara keseluruhan kekayaan Gates hanya naik US$ 2 miliar tahun lalu menjadi US$ 58 miliar. Sedangkan menurut Forbes, harta Buffett meroket US$ 10 miliar pada saat yang sama menjadi US$ 62 miliar!. Angka yang luar biasa besar. Uang sebesar itu bisa untuk membiayai belanja negara kita sedikitnya selama delapan tahun bulan! (sementara negara kita sendiri ngutang ke mana-mana untuk membiayai APBN setiap tahun!)

Dahsyatnya, kekayaan yang teramat sebesar itu bisa ia raih hanya dalam tempo sekitar 36 tahun dan hanya dengan modal sebesar US$ 100.

Cerita mengenai Sang Bijak dari Omaha ini sudah bertebaran di mana-mana. Begitu banyak buku yang membahas investor kelas wahid ini. Langkah-langkah bisnisnya begitu mempesona dan cerdik sehingga ia selalu menjadi buruan para jurnalis bisnis. Begitu banyak pula media yang sudah menuliskan profilnya. Nyaris, setiap langkah Buffet adalah langkah investasi, dengan membeli saham perusahaan.

Langkah strategis awal Buffett dimulai tatkala ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathaway pada 1962. Ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar tiga tahun kemudian. Ia secara cerdik menginvestasikan uang nganggur perusahaan. Ia misalnya membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, utilitas, dan makanan melalui Berkshire. Lewat perusahaan ini pula ia menguasai beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola, WellsFargo dan Kraft Food. Langkah terbarunya, Desember lalu ia mengakuisisi perusahaan manufaktur dan jasa Momon Holding sebesar US$ 4,5 miliar.

Luar biasa.

Bagi saya sendiri, sosok Buffet amat menarik dan inspiratif, sedikitnya karena tiga hal.

Selalu Menciptkan Nilai Tambah.

Perusahaan yang dibelinya selalu diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga kinerja keuanganya mengkilat. Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa berubah menjadi perusahaan seksi yang menarik minat banyak investor lain. Tidak heran jika harga saham Berkshire Hathaway — yang dipakai sebagai alat untuk membeli banyak perusahaan — pun terus meroket di pasar modal. Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007 – Januari 2008 misalnya, melejit sebesar 35%. Bahkan Desember lalu, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang masa, menjadi US$ 150.000 per lembar.

Kemampuannya menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika berumur 11 tahun misalnya, ia hanyalah seorang loper koran. Tapi ia memanfaatkan waktunya juga untuk keliling lapangan golf, mencari bola golf yang hilang, dan menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di sekitar lapangan golf tersebut.

Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di banku SMA, dia memulai bekerja sehingga memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal. Dari sini ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan.

Bukan Spekulan.

Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi. Buffett bukanlah Gergo Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap, yang sempat diisukan sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap merosotnya nilai rupiah terhadap US$ pada awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998.

Buffet sadar, permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11 tahun — saat ia membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar. Dari pelajaran itulah ia berkesimpulan untuk tidak erburu-buru untuk melepas sahamnya.

Langkah bisnis Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski ia pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru tertawa paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia selamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak ikut-ikutan investasi di sana.

Investasi jangka panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola sempat ambruk pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia pertahankan saham Coca-Cola hingga kini.

Sederhana dan Tidak Pelit

Buffett sesungguhnya sudah lama berjanji untuk menyumbangkan hartanya manakala ia meninggal. Namun, Juni 2006 lalu, Buffett bertindak lebih cepat, dengan mendermakan sebagian besar sahamnya di Berkshire. Total dermanya saat itu mencapai US$ 31 miliar alias sekitar 300 triliun rupiah, hampir separo anggaran belanja negara (APBN) kita tahun lalu! Tak mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya, sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates selama ini.

Dengan hartanya yang begitu melimpah, Buffett bisa saja hidup semewah mungkin di mana saja yang ia maui. Namun ia memilih hidup sederhana di rumah yang dibelinya empat dekade lalu di Omaha. Menurut majalah Adbuster, ia hanya punya dua jet pribadi dan satu yacht mewah untuk untuk ber-glamour-ria. Kalah jauh dibanding kemewahan para pebisnis dan pesohor lain yang kekayaannya justru terpaut jauh di bawahnya.

Sumber : Lukman Lutfie, http://www.sudutpandang.com

Dari Minyak Kuasai Dunia, Al-Walid Si Pemilik Four Seasons

Diarsipkan di bawah: Kisah Sukses — jundul @ 09:07:08

Siapa yang diuntungkan dengan kenaikan harga minyak? Dialah Al-Walid bin Talal bin Abdul-Aziz Al-Saud. Pengusaha Arab Saudi yang menjadi pelanggan tetap dalam daftar 20 besar orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Pada 2007, kendati kekayaan bersihnya naik USD300 juta, pangeran Al-Walid harus merelakan posisinya turun empat peringkat. Pada 2006, “Warren Buffet” dari Arab ini, julukan yang disematkan majalah Time, berada di peringkat ke-8 dengan kekayaan mencapai USD20 miliar.

Chairman The Kingdom Holding Company ini mengumpulkan kekayaan melalui puluhan investasinya di 10 sektor usaha. Di bisnis hotel dan properti namanya banyak dikenal. Cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini masyhur sebagai salah seorang pemegang saham jaringan Hotel Four Season. Dia juga tercatat sebagai pemilik Savoy Hotel (London), Plaza Hotel (New York), dan Songbird Estates Plc (London’s Canary Wharf).

Terkait bisnis hotelnya, pada 2007 dia dua kali membuat gebrakan besar, membeli Hotel Four Season Jakarta dan Four Seasons Resort di Langkawi, Malaysia. Di negeri jiran itu dia membenamkan hingga 435 juta ringgit Malaysia. Untuk Four Season Jakarta, dia merogoh kocek USD48 juta (setara dengan Rp451,5 miliar) untuk memborong 81,9 persen saham hotel di kawasan segitiga emas Jakarta itu.

Akuisisi atas hotel yang dulunya bernama Regent ini merupakan debutnya di Indonesia, sekaligus memperbesar portofolionya di tujuh negara Asia. Kingdom Hotel Investment (KHI) kini punya saham di 35 properti di 21 negara, terdiri dari 22 hotel dan resor yang sudah beroperasi, serta 13 hotel dan resor yang sedang dibangun dalam rangka ekspansi.

Bagaimana bisa si putra Arab itu menanjak ke posisi tinggi sedemikian cepat? Banyak yang menduga, itu berkait dengan peran Al-Walid sebagai ujung tombak investasi buat para pangeran Saudi lainnya yang kurang suka publisitas. Ada juga yang menyebarkan isu terkait dengan kiprah sang pangeran dalam kontrak pembangunan pangkalan militer rahasia di Arab Saudi, serta komisi-komisi melimpah dari pengapalan minyak.

Al-Walid lahir pada 7 Maret 1955. Ibunya, Mona El-Solh, adalah putri perdana menteri pertama Lebanon modern, Riad El-Sohl. Saat pangeran lahir, Riyadh masih merupakan kota gurun yang terlarang buat orang asing. Sebagai putra Pangeran Talal, Al-Walid menikmati kenyamanan istimewa yang tak dikenal oleh kebanyakan orang Saudi: air leding dan mobil.

Negeri tandus yang nyaris mengalami kebangkrutan itu berubah dalam sekejap. Ledakan harga minyak pada 1970-an mengalirkan kekayaan berlimpah, dan klan Al-Saud yang beranggotakan 6.000-an pangeran secara kolektif menjadi keluarga kerajaan terkaya di muka bumi.

Al-Walid adalah Al-Saud dengan sebuah perbedaan. Pada 1962, ayahnya bersama empat saudaranya membangkang. Talal menunjukkan simpati pada musuh Al-Saud, yakni tokoh revolusioner Mesir, Gamal Abdel Nasser. Secara terang-terangan mereka menuntut sistem politik yang lebih terbuka. Urusan ini membuat malu klan, dan Talal diusir ke Mesir. Talal memang akhirnya dibolehkan pulang ke tanah air. Sejak itu ada semacam aturan tak tertulis di klan Al-Saud bahwa Talal dan keluarganya tak boleh aktif di pemerintahan.

Terpinggirkan, Al-Walid justru memiliki motivasi berlebih. Dia memancangkan cita-cita menjadi pebisnis ketika masih menginjak usia belasan tahun. Dia mendarat di San Francisco pada 1976 untuk mulai kuliah Administrasi Bisnis. Di usia 24 tahun, Al-Walid meraih gelar bachelor of science bidang administrasi bisnis di Menlo College, dengan spesialisasi manajemen. Belakangan, dia meraih gelar MA bidang ilmu sosial di Syracuse University, negara bagian New York, pada 1985. Al-Walid memperoleh keahlian finansial melalui pekerjaan, bukan dari buku kuliah.

Ketika pulang ke Riyadh pada akhir 1979, keadaan menguntungkan untuk memulai bisnis. Harga minyak mencapai rekor, dan pemerintah memompa miliaran dolar ke sektor konstruksi, dari jalan tol dan gedung-gedung kementerian baru hingga skuadron-skuadron pesawat tempur teranyar. Dengan modal pinjaman USD30.000 dari ayahnya, dan hipotek rumah sebesar USD300.000, Al-Walid memulai bisnis. Dia mula-mula menjadi broker perusahaan asing yang ingin berbisnis di Arab Saudi.

Pada 1982, dua tahun setelah mendirikan perusahaan bernama Kingdom Establishment di Riyadh, Al-Walid mengegolkan transaksi pertamanya: membangun klub bujangan di sebuah akademi militer dekat Riyadh senilai USD8 juta. Dia mewakili kontraktor kecil dari Korea Selatan. Dari sana, bisnis Al-Walid tumbuh pesat dan menjadi lebih canggih. Tak sekadar bertindak sebagai agen, dia meningkatkan keuntungannya dengan mendirikan perusahaan sendiri, dan membentuk usaha patungan dengan swasta asing.

Aktivitas Al-Walid sebagai investor mulai mencuat ketika ia membeli saham Citicorp (kini dikenal dengan nama Citigroup) yang terlilit kesulitan likuiditas pada 1991. Dengan investasi awal sebesar USD550 juta, Pangeran mem-bail-out Citibank yang tersangkut kredit macet real estate di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Dia juga membenamkan modal berskala raksasa di AOL, Apple Inc, Worldcom, Motorola, News Corporation Ltd, serta di bidang teknologi dan perusahaan media.
Saat ini dia memiliki 17 persen saham di Euro Disney SCA, organisasi yang mengelola Disneyland Resort Paris di Marne-la-Valle, Prancis. Pada 2007, dia sempat berbicara dengan Robert Earl, pendiri jaringan restoran Planet Hollywood, guna membahas kepemilikan saham Everton FC di Liga Inggris. Earl adalah pemilik 23 persen saham di klub sepak bola itu. (Trust//mbs)

Blog pada WordPress.com.