Sahabat, daya cipta, kreativitas tak terbatas, daya inovasi yang tak habis- habisnya, serta didasari karakter dan personalitas individu yang khas. Yakinkah bahwa kita terlahir sudah merupakan sebuah kesuksesan?
Jika kita berpikir itu hanya omong kosong belaka, maka kita harus menelaah lagi siapakah diri kita ini. sahabat dan saya, berasal dari sebuah sperma kecil yang sukses bersaing dengan sperma lain yang jumlahnya lebih dari 300 sampai 400 juta butir. Bayangkan, sahabat pemenang dari pertandingan ratusan juta saingan, dalam perjalanan menemukan sel telur yang merupakan takdir kesuksesan kita menjadi seorang manusia.
Kata sukses itu relatif terhadap semua orang, maka jika kita mulai mencanangkan diri untuk meraih sebuah kesuksesan, mau tidak mau kita harus menyadari diri sendiri. Saat ini kita berada di mana dan berperan sebagai apa dalam permainan menuju kesuksesan itu. Jika yang kita bicarakan adalah kesuksesan yang dikategorikan sebagai sebuah hasil dari perjalanan hidup, maka kesuksesan itu merupakan gabungan dari: hasrat diri, motivasi hidup, ketekunan, sikap mental positif, dan keberuntungan (peluang emas).
Hasrat Diri
Untuk sukses, kita harus mempunyai hasrat diri yang kuat. Seseorang yang mempunyai hasrat diri akan mempunyai motivasi untuk mencapai kemauannya. Hasrat diri ini harus mempunyai bingkai yang jelas, yaitu pikiran realistis. Jika hasrat diri tidak terbingkai, akan keluar menjadi ambisi yang liar, yang jika dibiarkan, maka kita akan terjebak di dalam keliaran ambisi. Akibatnya, kita justru semakin jauh dari tujuan, yaitu kesuksesan itu sendiri.
Motivasi Hidup
Sukses bisa dicapai dengan kekuatan motivasi. Seseorang yang termotivasi akan mampu menahan terpaan badai. Motivasi bisa menciptakan kekebalan dalam menghadapi “tikaman-tikaman” tajam “duri- duri” kehidupan.
Ketekunan
Seseorang yang mempunyai gabungan hasrat diri dan motivasi dalam menuju kesuksesan, akan bisa mencapainya jika mempunyai ketekunan untuk meraih sukses itu. Kesuksesan bukan hadiah dari langit. Kesuksesan adalah kemauan untuk berusaha dalam hal apa pun, termasuk mengalahkan rasa rendah diri dan kelesuan gairah hidup, serta kendala-kendala lain yang mengadang.
Sikap Mental Positif
Dengan sikap mental positif diharapkan bisa menjadikan seseorang mempunyai moral positif yang akan membawa angin segar yang sehat untuk dirinya sebagai manusia dan lingkungan hidupnya. Sikap mental positif mampu menepis keraguan dan menjadi pendorong untuk terus melangkah maju menuju kesuksesan.
Peluang Emas
Kadang kala kita menemui kegagalan dalam hidup. Tetapi, kita tetap harus optimistis dan bersyukur karena orang bijak mengatakan,”Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda”. Jangan memandang kesalahan sebagai kegagalan, anggap itu sebagai pengalaman belajar, maka Anda bisa mempelajari kekecewaan dan kegagalan untuk menambah maju langkah Anda agar semakin dekat pada kesuksesan.
Kalau hari ini kita mengalami kegagalan, besok adalah hari baru, pengharapan baru, maka segalanya akan berubah sepanjang kita tetap berusaha dan banyak bersabar. Banyak penelitian mengungkapkan banyak orang yang kehilangan keberuntungan hanya karena kurang sabar. Kata sabar di sini jangan diartikan sebagai sikap menyerah, apalagi menjadikan Anda malas. Sabar berarti menunggu waktu yang tepat atau sering disebut dengan peluang emas.
Tentu saja kesuksesan bisa dicapai jika di dalam diri kita ada: disiplin diri, kreativitas, mampu menerima kritik, mampu beradaptasi dalam perubahan, serta tidak kenal menyerah.
Disiplin Diri
Kedisiplinan diri, sangatlah penting untuk menuju kesuksesan. Orang yang tidak punya kedisiplinan akan tertatih-tatih dalam menjalani hidupnya. Disiplin mencakup segala bidang, mulai dalam penggunaan waktu sampai gaya hidup, serta motivasi dan target hidup.
Marie Curie (1837-1934), peraih hadiah Nobel Fisika mengungkapkan,”Kehidupan ini tidaklah mudah bagi siapa pun. Kita harus punya ketekunan dan kedisiplinan dalam hidup, dan yakin kepada
diri sendiri, bahwa apa yang dikaruniakan pada kita, harus diupayakan untuk hidup”.
Marie Curie sudah membuktikan bahwa kekerasan Pemerintah Polandia pada zamannya, yang melarang seorang wanita masuk universitas, tidaklah mampu membendung ketekunannya untuk tetap belajar dan menunjukkan prestasi.
Untuk menjadi seorang yang sukses, haruslah ada kreativitas dalam segala hal. Misalnya, kreatif berpikir, kreatif bertindak, kreatif berucap, dan kreatif dalam beradaptasi (interaksi dengan lingkungan).
Mampu Menerima Kritik
Kritik bisa diibaratkan cermin diri. Sebaiknya kita berterima kasih pada orang yang melancarkan kritik, sebab orang yang bisa melontarkan kritikannya, berarti dia memperhatikan kita. Kritik ibarat obat, terasa pahit tapi menyehatkan. Sedangkan pujian ibarat gula, manis tapi bisa membuat penyakit. Banyak orang tahan uji, tetapi jatuh dengan pujian yang memabukkan.
Mampu Beradaptasi
Di dunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Segalanya berubah! Siapkan diri untuk beradaptasi dalam perubahan yang akan terjadi, baik melalui program jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Semuanya harus disiapkan dengan baik, termasuk mengantisipasi kemungkinan terburuk untuk meminimalkan risiko dan kendala yang ada.














