Putra Jati Melayu

11 September, 2008

Roaming, Komunikasi Jaringan Ponsel

Diarsipkan di bawah: Telekomunikasi — jundul @ 11:09:41

Roaming merupakan term umum dalam komunikasi wireless yang mengarah kepada layanan koneksi yang luas dalam sebuah lokasi, yang berbeda dari lokasi dimana layanan tersebut telah teregister. Term roaming secara asli dari atmosfer GSM (Global System for Mobile Communications). Roaming GSM tradisional telah didefinisikan oleh GSM Association Permanent Reference Document sebagai kemampuan pengguna seluler untuk secara otomatis membuat dan menerima panggilan telepon, mengirim dan menerima data, atau akses layanan lainnya, termasuk layanan data, ketika traveling ke luar area geografis dari jaringan lokasi sebelumnya yang telah teregister dalam seluler, untuk menggunakan jaringan dari negara yang sedang dikunjungi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan terminal komunikasi atau hanya dengan mendaftarkan identitas dalam jaringan dari negara yang sedang dikunjungi. Roaming secara teknis juga support dengan manajemen mobilitas, otentikasi, otorisasi dan prosedur billing.

Detail dari proses roaming berbeda dari beberapa tipe jaringan seluler, namun secara umumnya proses roaming mengikuti beberapa langkah ini :

Ketika ponsel dinyalakan atau ditransfer via jaringan komunikasi seperti GSM atau UMTS, 3G, dan sebagainya. Kemudian jaringan tersebut akan merespon device baru dan mendeteksi bahwa device tersebut belum teregistrasi di system dalam negara tersebut, lalu akan berusaha untuk mengidentifikasi jaringan asal device tersebut. Jika tidak ada persetujuan roaming antar kedua jaringan, maka layanan maintenance untuk device tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan dan layanan dalam ponsel akan ditolak oleh jaringan baru tersebut.

Jaringan baru tersebut akan mengontak jaringan awal ponsel dan meminta informasi layanan termasuk apakah ponsel boleh mendapatkan roam atau tidak, dengan menggunakan angka IMSI (International Mobile Subscriber Identity). Jika sukses, maka jaringan yang baru akan mulai memaintain pemilik ponsel sebagai pelanggan sementara, dan jaringan host aslinya akan mengupdate informasi dari ponsel untuk mengindikasikan bahwa ponsel berada di jaringan host, sehingga informasi akan terkirim sebagaimana mestinya.

Jika panggilan telepon mendapatkan roaming, maka jaringan telepon public yang lama akan mengirimkan panggilan ke penyedia layanan seluler yang telah teregristrasi, kemudian dikirim ke jaringan yang baru. Jaringan tersebut harus memiliki penyimpanan nomor telepon sementara di ponsel. Sekali nomor telepon telah didefinisikan, maka jaringan host yang lama akan mem-forward incoming call ke penyimpanan nomor telepon sementara, yang akan mengakhiri jaringan host dan kemudian forward ke ponsel.

Telkom Luncurkan Teknologi Satelit Baru

Diarsipkan di bawah: Telekomunikasi — jundul @ 11:09:37

Indonesia boleh berbangga hati karena pada tahun 2010, menurut rencana akan diluncurkan satelit Telkom-3 oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, dalam konferensi tahunan Satelit Internasional Asia Pasifik yang ke-7 di Jakarta, Kamis (12/06). Sarwoto Atmosoetarno, Manager Eksekutif Divisi Infrastruktur Telkom, mengungkapkan bahwa bulan depan, PT. Telekomunikasi Indonesia (PT. Telkom) akan melakukan proses ‘tawar menawar’ satelit Telkom-3 tersebut.

Sarwoto juga menambahkan bahwa pihak PT. Telkom akan mengundang beberapa pengusaha dari luar negeri yang memiliki perusahaan besar dan pangsa pasar yang luas, seperti Cina, Amerika Serikat, Eropa, dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan agar satelit Telkom-3 dapat merebut hati para investor asing dan bisa meramaikan pasar Indonesia, pada khususnya.

Satelit Telkom-3 direncanakan akan bekerja pada orbit slot 118 dan memiliki 48 transponder yang ekuivalen. Dengan adanya Satelit Telkom-3, maka dapat mempermudah penyiaran seperti televisi berbayar, layanan VSAT-IP dan aplikasi untuk observasi permukaan bumi. Penambahan satelit tersebut, juga dapat memperluas area layanan perusahaan telepon seluler dan internet. Satelit Telkom-3 juga akan menggunakan infratruktur kabel serat optik, dan microwave untuk pancaran gelombang mikro.

Sarwoto menambahkan, telah ada beberapa perusahaan yang berminat terhadap pembangunan Satelit Telkom-3 ini seperti Alcatel, GreatWall, Mitshubishi, dan masih banyak lagi. Satelit yang diperkirakan mampu bertahan hingga 115 tahun ini, setidaknya akan memakan biaya sekitar USD 150 juta.

Satelit Telkom-3, merupakan pelengkap jumlah satelit di Indonesia setelah sebelumnya, Satelit Telkom-1 yang diluncurkan pada tahun 1999, dan Telkom-2 yang diluncurkan pada tahun 2005 lalu

Lacak Pelaku Kejahatan dengan Bahasa SMS

Diarsipkan di bawah: Telekomunikasi — jundul @ 10:09:41

Polisi bisa mengidentifikasi identitas penjahat melalui pesan instan alias SMS yang dikirimkannya. Pasalnya dalam sebuah teknik baru, berbagai petunjuk tentang pelaku kejahatan dinyatakan dapat dianalisis dari bahasa SMS.

Seperti dikutip dari Independent, beberapa ilmuwan bahasa tidak menampik bahwa identitas penulis SMS bisa diidentifikasi melalui ejaan, tata bahasa dan pola sintaksis dari kata-kata yang dipakainya dalam pesan.

Tim Grant, deputi direktur di Centre for Forensic Linguistics, Aston University, memaparkan bahwa tulisan SMS mirip dengan tulisan tangan, di mana orang mempunyai gaya personal dan pilihan tertentu yang berbeda dari orang lain.

Pihak kepolisian, khususnya di Inggris, memang telah memakai metode ini dalam mengungkap kasus kejahatan. Akan tetapi masih diperlukan uji coba lanjutan agar pemakaian SMS sebagai bukti kejahatan ini bisa dipakai secara luas.

Misalnya saja, penelisikan via SMS pernah mengungkap kasus pembunuhan tersangka David Hodgson terhadap pacarnya, Jenni Nicholl. Awalnya, keluarga Nicholl kerap menerima SMS dari Nicholl setelah ia menghilang.

Namun polisi mengungkap bahwa pengirim SMS itu bukan Nicholl melainkan David yang kemudian terbukti membunuhnya. Menurut Dr Grant, hal itu terungkap karena perbedaan cara menulis antara David dan Nicholl. Misalnya, Nicholl lebih memilih memakai kata ‘I am’ sementara David memakai kata ‘im’.

17 Juli, 2008

Indosat Coba BTS Bertenaga Matahari

Diarsipkan di bawah: Teknologi, Telekomunikasi — jundul @ 06:07:39

Untuk mengantisipasi tidak menentunya pasokan listrik dari PLN, PT Indosat Tbk menggunakan solar cell (sel surya) untuk memasok kebutuhan energi pada Base Tranceiver Station (BTS). Penggunaan BTS dengan sel surya telah dilakukan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“BTS Woloan di Kota Tomohon merupakan salah satu BTS uji coba yang menggunakan solar cell, namun hasilnya masih dalam kajian bagaimana hasilnya,” kata Kepala PT Indosat Tbk Cabang Manado dan Gorontalo, Tri Hardianto, di sela peluncuran IM3 Rp1 Detik di Manado.

Selain tenaga Matahari, Indosat juga akan mencoba berbagai energi alternatif lainnya, seperti tenaga angin dan bio fuel berbahan bakar kepala sawit serta biji jarak. “Beberapa daerah lain yang sudah mengembangkan energi alternatif yakni BTS Girisari, Uluwatu Bali, dan Labuan Lombok,” kata Tri.

“Inisiatif pengalihan penggunaan energi alternatif tersebut merupakan upaya Indosat memberikan layanan telekomunikasi selular bagi masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian mewujudkan lingkungan yang bersih,” kata Tri.

Jumlah BTS di wilayah Sulut dan Gorontalo saat ini mencapai 188 BTS, diantaranya, 18 BTS untuk melayani pelanggan yang ada di Kota Manado. [sumber : detik.com]

Blog pada WordPress.com.