Para petani di Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (15/10), membakar padi varietas MSP (kependekan dari Megawati Soekarno Putri). Mereka kecewa dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Banyumas, yang berjanji akan membeli padi mereka, ternyata ingkar janji.

Pembakaran padi ini mirip kasus Supertoy di Purworejo. Kalau di Purworejo melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang datang untuk melakukan panen perdana, sedang di Banyumas melibatkan mantan Presiden, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Para kader PDI-P di Banyumas, lima bulan lalu menerima bantuan bibit padi varietas MSP, dengan janji hasil produksinya akan dibeli DPC PDI-P Banyumas dengan harga pantas. Setelah panen tiba, DPC PDI-P ingkar janji, tak mau membelinya sehingga petani kecewa dan membakarnya.

Ketua Kelompok Tani Sri Ayu, Sujadi Sumarto yang menerima bantuan bibit mengatakan, bantuan bibit itu tersebar ke berbagai daerah di wilayah Banyumas. Produksi bibit MSP bisa menghasilkan gabah 7 ton per hektare (ha).

Dia mengaku, yang mau menaman padi jenis itu hanya tiga orang, masing-masing 0,5 ha. Dua petani lain, yakni Rohim dan Sugito. Mereka bertanam padi jenis MSP seperti bertanam padi jenis lain. Bedanya, bibit yang ditanam diperoleh dari Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI-P Banyumas, Supangat.

Dia juga menjanjikan akan membeli padi hasil produksinya. Namun, setelah panen tiba, tak ada dana untuk membelinya.