Pemerintah (Depbudpar) bersama pelaku bisnis, asosiasi, dan para pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata telah sepakat untuk melanjutkan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 pada tahun depan (2009) dengan fokus pada MICE dan marine tourism.

“Program VIY 2008 kita lanjutkan pada tahun 2009 dengan Visit Indonesia Year: MICE and Marine Tourism. Dua produk unggulan; wisata bahari dan wisata konvensi menjadi primadona untuk meraih target 8 juta kunjungan wisman tahun 2009,” kata DR.Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Depbudpar kepada pers di gedung Sapta Pesona Jakarta, sehubungan akan diselenggarakannya “2nd Internasional Conference on Intellectual Property and the Creative Industries dan Seminar Nasional Perlindungan dan Pengembangan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional” di Bali pada 2-4 Desember 2008.

Menurut Sapta Nirwandar, program Visit Indonesia Year: MICE and Marine Tourism cukup kuat dan relevan mengingat tahun 2009 Indonesia akan melakukan pesta demokrasi (Pemilu) dan menjadi tuan rumah konferensi dunia World Ocean Conference (WOC) di Manado, Sulut.

Konfensi WIPO:

Kegiatan konferensi internasional “2nd Internasional Conference on Intellectual Property and the Creative Industries” yang akan diikuti 300 peserta dari 13 negara tersebut merupakan hasil kerjasama Depbudpar, Depkumham, dan World Intellectual Property Organisation (WIPO) “organisasi di bawah PBB yang dibentuk tahun 1967.

Sejumlah isu aktual mengenai Hak Kekayaan Intelektual yang di dalamnya mengandung nilai-nilai moral sebagai pengakuan akan karya dan daya kreasi seseorang/kelompok/perusahaan, serta nilai ekonomi di mana karya tersebut menjadi suatu komoditi yang dapat diperjualbelikan sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi si penciptanya akan dibahas dalam konferensi tersebut. Konferensi pertama Intellectual Property and the Creative Industries diadakan WIPO tahun 2007 di Jenewa, Swiss.

Dirjen Pemasaran Sapta Nirwandar menilai, konferensi internasional ini selain akan memberikan wawasan dan informasi kepada kita mengenai perkembangan Hak Kekayaan Intelektual secara internasional, juga memberi dampak positif terhadap pariwisata terutama untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia dan Visit Indonesia Year 2008.