Seorang pria pengidap AIDS dilaporkan sembuh setelah selama 20 bulan menjalani transplantasi sel induk dari sumsum tulang (bone marrow transplantation) yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit leukemia.

Dr. Gero Huetter dokter dari RS Charite di Berlin Jerman mengabarkan bahwa salah satu pasiennya asal Amerika Serikat menunjukkan kesembuhan setelah mengidap penyakit mematikan itu selama lebih dari delapan tahun.

Dalam kurun waktu 20 bulan setelah menjalani transplantasi sel induk dari sumsum tulang yang diseleksi secara genetika, pasien berusia 42 tahun itu kini tak lagi menunjukkan tanda-tanda mengidap virus  yang melemahkan kekebalan tubuh tersebut.

“Kami menunggu setiap hari bila ada tanda-tanda yang buruk ,” ungkap Huetter seperti dikutip AP, Kamis (13/11).

Namun tanda-tanda tersebut tidak juga muncul. Kesembuhan itu didukung pula oleh pemeriksaan para ahli di rumah sakit dan fakultas kedokteran tersebut. Hasil uji lab menunjukkan sumsum tulang, darah, jaringan organ lain pasien semuanya telah bersih dari virus.

Peneliti lain — dan bahkan Huetter sendiri  —  menilai kasus kesembuhan ini mungkin hanyalah suatu keberuntungan. Walau demikian, kasus in memberi inspirasi lebih besar terhadap potensi terapi gen untuk mengatasi penyakit yang membunuh sekitar 2 juta orang per tahun ini.

Dr. Andrew Badley, direktur riset  HIV dan immunologi di Mayo Clinic Rochester, Minnesotta, menilai pemeriksaan yang dilakukan tim Huetter mungkin saja tidak terlalu lengkap dan menyeluruh.

“Sangat banyak bentuk pemeriksaaan dari begitu beragam sampel biologis yang dibutuhkan untuk menyatakan bahwa virus itu tidak lagi hadir dalam tubuh,” tegas Badley.

Teknik transplantasi yang dilakukan Huetter bukanlah yang pertama untuk menyembuhkan AIDS atau infeksi HIV. Pada 1999, sebuah artikel dalam the jurnal Medical Hypotheses melakukan tinjauan terhadap hasil  32 kali uji coba  yang dilakukan antara 1982  hingga 1996. Pada dua kasus, HIV tampaknya berhasil diatasi.

Pasien Huetter sebenarnya tengah menjalani pengobatan di Charite untuk menyembuhkan dua penyakit sekaligus yakni AIDS dan leukemia. Ketika tengah menyiapkan pengobatan untuk mengatasi leukemia dengan transplantasi sumsum tulang, Huetter – yang juga ahli penyakit hati – teringa bahwa mutasi genetika tampaknya bisa membuat pasien menjadi resisten terhadap infeksi HIV.

Apabila mutasi, yang disebut Delta 32, menurun dari kedua orang tuanya, hal itu dapat mencegah  HIV untuk menempel pada sel-sel dengan cara menghambat CCR5, sejenis reseptor yang berperan seperti pintu  gerbang.