Sahabat, dalam artikel kali ini saya coba mengutip beberapa analisis dan pemikiran dari cendikiawan ternama asal negeri tirai bambu yang bernama Sun Tzu. Sahabat bisa menjadikan pemikiran ini dalam menjalankan bisnis sahabat ataupun dalam bidang manajemen lainnya. Semoga bermanfaat.

Sun Tzu seorang penganut paham Konfusius, berbicara dari basis moral dan etis, dan mampu untuk melumpuhkan musuh. Pemikiran Sun Tzu yang pertama dikutip adalah sebagai berikut : “Yang paling berharga dalam perang adalah kekuatan dan keunggulan; yang harus dilakukan adalah perubahan gerakan pasukan secara tiba-tiba dan tipu daya yang menyesatkan. Dia yang paling tahu bagaimana mengatur tentara tentulah sangat cepat gerakannya; rencana-rencananya sangat matang dan tak seorangpun tahu kapan ia menyerang. Saat Sun dan Wu memimpin tentara, mereka tidak akan mempunyai musuh diseluruh negara”.

Pemikiran Sun Tzu berikutnya : “Oh pamanku, betapa terkenalnya Raja Wen dan Wu; mereka tahu bagaimana harus menjaga kecermelangan kebaikan mereka, yang membumbung dengan keindahan dan ketinggian (menuju langit) dan kemasyhurannya menyebar luas dimuka bumi. Itulah sebabnya Sang Penguasa Yang maha Tinggi menjadikan tugasnya berhasil ditangan raja-raja Wen dan Wu. Kasihanilah aku! Jadikanlah aku melanjutkan (garis nenek moyangku). Aku, si manusia unik, dan jadikanlah (aku dan turunanku) menjadi pemegang tahta kerajaan secara turun-temurun”.

Sun Tzu berikutnya : “Ketika Wu Ch’i bertempur melawan Ch’in, ada seorang perwira yang sebelum perang berlangsung, tidak mampu menahan hasratnya. Diapun kemudian maju dan kembali dengan membawa 2 kepala manusia. Wu Ch’i memerintahkan agar memenggal kepala perwira tersebut. Komisaris Tentara membujuknya dengan berkata :”Dia adalah seorang perwira yang berbakat; anda tidak seharusnya memenggal kepalanya.” Wu Ch’i menjawab:”Saya percaya bahwa dia adalah perwira yang berbakat; tapi dia tidak mematuhi perintah.” Saat itu pula ia memenggalnya.”

Sun Tzu berikutnya : “Seandainya anda memimpin tiga pasukan, siapa yang anda pilih untuk membantu anda?”Sang guru, “Orang yang siap menghadapi harimau atau menyebrang sungai tanpa peduli apakah ia akan hidup atau mati, orang tersebut tidak akan saya pilih. Saya pasti akan memilih orang yang menghadapi kesulitan dengan kehati-hatian yang memang semestinya dilakukan, dan yang lebih suka menjalaninya dengan strategi agar berhasil.”

Sun Tzu berikutnya : “Semua peperangan didasarkan pada tipuan. Seorang Jendral harus ahli dalam hal memadukan seni meniru dan menipu; sambil menciptakan bentuk-bentuk untuk membingungkan dan menipu musuh ia menyembunyikan watak dan tujuan akhirnya. Jika mampu maka ia berpura-pura tidak mampu; Jika dekat ia membuatnya seperti jauh; Ketika jauh, maka ia dekat. Bergerak tanpa terlihat jelas seperti hantu dibawah cahaya bintang; Terlihat kabur dan tak bisa didengar. Tujuan utamanya adalah pikiran komandan lawan; Situasi yang memenangkan adalah hasil dari imajinasinya yang kreatif.” Sun Tzu menyadari bahwa tindakan awal yang sangat diperlukan untuk melakukan pertempuran adalah menyerang pikiran musuh.