Sistem kekebalan tubuh seharusnya membentengi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Tapi jika sistem kekebalan tubuh malah menjadi musuh dan menyerang saraf sendiri bisa memicu terjadinya sindrom Guillaine Barre yang mengakibatkan kelumpuhan.

Seperti dikutip dari MayoClinic, Sabtu (1/5/2010) Guillaine Barre syndrome adalah gangguan yang jarang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf.

Gejala pertama yang dirasakan adalah kelemahan yang ekstrim dan disertai dengan mati rasa. Sensasi ini dengan cepat menyebar dan bisa mengakibatkan kelumpuhan seluruh tubuh.

Dalam sindrom Guillaine Barre, sistem kekebalan tubuh yang biasanya hanya menyerang benda asing atau mikroorganisme mulai menyerang saraf-saraf yang membawa sinyal antara tubuh dan otak. Akibatnya pelindung saraf (selubung myelin) menjadi rusak dan mengganggu proses signaling yang menyebabkan kelemahan, mati rsa (baal) atau kelumpuhan.

Penyebab pasti dari penyakit ini belum dapat diketahui, tetapi seringkali didahului oleh penyakit menular seperti infeksi pernapasan atau flu perut.

Kondisi ini jarang sekali terjadi dan diperkirakan hanya mempengaruhi 1-2 orang per 1.000. Meskipun tidak ada obat yang bisa menyembuhkan, tapi beberapa perawatan dapat meringankan gejala dan mengurangi penyakitnya.

Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah:

  1. Kesemutan di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas
  2. Kesulitan untuk berjalan
  3. Kesulitan menggerakkan mata, wajah, berbicara atau mengunyah
  4. Rasa sakit di punggung bagian bawah
  5. Denyut jantung yang lemah
  6. Tekanan darah rendah
  7. Kesulitan bernapas.

Pada beberapa orang gejala mulai terasa di lengan atau wajah dan selama gangguan berlangsung otot bisa menjadi lemah hingga berkembang pada kelumpuhan di tungkai, lengan atau gangguan pada otot pernapasan.

Contoh penderita penyakit ini seperti yang dialami Andy Griffith, seorang aktor senior Hollywood kelahiran 1 Juni 1926.

Sebelumnya Andy tidak menyangka dirinya akan terkena penyakit yang sangat langka. Hingga akhirnya sang dokter memvonis ia menderita Guillain Barre Syndrome.

Andy sebelumnya sudah merasakan penyakit yang dideritanya agak aneh. Saat tubuhnya dalam kondisi baik, gejala flu yang dialaminya berganti menjadi rasa sakit yang mengerikan dan seperti rasa membakar yang memantul ke seluruh tubuh.

“Hal ini terjadi lagi saat saya selesai menyaksikan Kentucky Derby di televisi. Ketika saya ingin berdiri dan mencoba berjalan, saya mengalami rasa sakit yang mendalam dan tidak bisa merasakan kaki saya sendiri hingga akhirnya saya jatuh ke lantai,” ujar Andy, seperti dikutip dari Guideposts, Sabtu (1/5/2010).

Andy menuturkan saat itu ia tidak bisa menemukan dokter di akhir pekan hingga akhirnya ia mengambil beberapa codein yang diresepkan untuk istrinya Cindy. Tapi obat tersebut tidak membuat perbedaan yang berarti. Hingga akhirnya ia pergi ke rumah sakit setempat.

Selama empat hari dokter tidak ada yang tahu mengenai penyakit yang diderita Andy. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tulang belakang, dokter berhasil menemukan penyakit Andy yaitu ia menderita Guillaine Barre Syndrome.

Dokter menduga kondisi ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap infeksi virus seperti flu yang menyebabkan saraf menjadi meradang dan mulai mengirim pesan yang salah ke otak.

“Tidak ada obat atau pembedahan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini. Dokter hanya memberikan saya resep beberapa obat penghilang rasa sakit saja,” ungkapnya.

Kini penyakit Guillaine Barre Syndrome meninggalkan rasa sakit yang permanen pada kedua kaki Andy yang membuatnya tidak bisa berjalan. Namun ia tetap berusaha untuk terus bekerja dengan adanya cinta dan kebahagian dari sang istri Cindy.