Kaum laki-laki cenderung kurang sensitif dibandingkan perempuan dalam hal memberikan empati pada orang lain. Karenanya peneliti menciptakan spray hormon yang bisa membuat laki-laki lebih sensitif dan empati terhadap orang lain.

Spray hormon ini mengandung oxytocyn yang dapat meningkatkan sensitifitas dan empati laki-laki, zat ini juga meningkatkan kepekaan terhadap kemampuan sosialisasi seseorang.

Hal ini terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Bonn University dan Babraham Institute of Cambridge. Hasil studi ini telah muncul di Journal of Neuroscience.

Dalam studi ini sebanyak 48 laki-laki sehat ikut berpartisipasi. Setengah dari laki-laki ini menerima semprotan hidung yang mengandung oxytocyn di awal percobaan, sedangkan setengah lainnya menerima palsebo.

Peneliti kemudian menunjukkan foto-foto yang emosional seperti anak kecil yang menangis, gadis kecil yang memeluk kucingnya dan seorang laki-laki yang sedang berduka.

“Secara signifikan didapatkan tingkat empati emosional lebih tinggi terjadi pada kelompok laki-laki yang diberikan spray hormon oxytocyn dibandingkan kelompok plasebo,” ujar Dr Rene Hurlemann dari Klinik psikiatri Bonn University, seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat (30/4/2010).

Dalam studi ini, inti dari amygdaloid yang muncul turut memainkan peran. Dalam struktur otak besar ada daerah yang disebut dengan amygdala yang terlibat dalam situasi emosional.

Peneliti menduga amygdala ini turut memberikan kontribusi terhadap efek yang diberikan oleh hormon oxytocyn untuk membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan empati.

Hormon oxytocyn dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar pituitari belakang. Saat hormon ini diperlukan, maka oxytocyn akan dilepaskan oleh kelenjar pituitari karena menerima rangsangan syaraf dari hipotalamus.

Hormon ini juga sering disebut dengan hormon cinta yang berfungsi untuk membantu meningkatkan ikatan antara ibu dengan bayi yang baru lahir. Selain itu hormon ini juga dilepaskan saat perempuan mengalami orgasme.

Berdasarkan hasil studi ini terungkap bahwa empati dan emosional seseorang bisa diatur oleh hormon oxytocyn dan juga berpengaruh terhadap kemampuan sosialisasi seseorang.

Karena itu ada kemungkinan spray hormon ini juga bisa digunakan sebagai obat untuk schizofrenia yang sering dikaitkan dengan penarikan sosial dan sifat sosialisasi yang kurang.