Kanker leher rahim (serviks) invasif adalah salah satu dari tiga keganasan yang mendefinisikan AIDS. Studi terdahulu telah menunjukkan bahwa perempuan dengan HIV adalah lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan HIV negatif untuk terinfeksi dengan tipe HPV yang berisiko tinggi atau menyebabkan kanker, lebih mungkin untuk menghapus HPV, dan lebih mungkin untuk mengembangkan tahap awal dari kelainan sel serviks. Namun, sebagian besar penelitian ini dilakukan sebelum ada kombinasi ART, dan dampak dari pengobatan yang efektif terhadap HPV dan penyakit yang terkait tidak sepenuhnya dipahami karena data yang bertentangan.

Howard Minkoff dari Maimonides Medical Center dan rekan melihat hubungan antara ART dan hasil HPV, berfokus pada kepatuhan terhadap pengobatan dan efektivitas – faktor yang belum banyak dinilai dalam studi sebelumnya.

Analisis ini melibatkan 286 perempuan HIV positif di studi Women’s Interagency HIV Study (WIHS) yang memulai ART selama masa tindak lanjut. Selama kunjungan studi setiap enam bulan, peserta dites dengan infeksi HPV dan kehadiran squamous intraepithelial lesions (SIL, juga dikenal sebagai neoplasia intraepitel).

Para peneliti membandingkan prevalensi (jumlah kasus), insiden (kasus baru terdeteksi), dan penyembuhan infeksi HPV dan SIL sebelum dan sesudah memulai ART; peserta diikuti selama lebih dari 2 tahun sebelum dan 2 tahun setelah mulai terapi, dan menjadi perbandingan kelompok pembanding mereka sendiri. Kepatuhan pengobatan didefinisikan sebagai menggunakan obat sesuai dengan yang telah ditentukan minimal 95% dari waktu. ART efektif didefinisikan sebagai rejimen yang sepenuhnya menekan replikasi HIV.